Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan computational thinking (CT) dalam pembelajaran biologi pada era Society 5.0, karena kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pola pikir logis, sistematis, dan kreatif siswa. Namun, kemampuan computational thinking siswa dalam pembelajaran biologi masih perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan computational thinking siswa kelas X SMAN 1 Sukoharjo dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Sukoharjo, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dengan sampel siswa kelas X4 berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan computational thinking, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara guru dan siswa. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil tes dan wawancara untuk memberikan gambaran kemampuan CT siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan computational thinking siswa masih tergolong sangat rendah, terutama pada aspek pengenalan pola dan abstraksi. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan diskusi, dengan keterbatasan pembelajaran berbasis proyek serta belum adanya pengukuran CT secara khusus. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran, khususnya penerapan pembelajaran berbasis proyek dan integrasi computational thinking secara sistematis untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif siswa.