Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara jumlah mikroorganisme dan hasil fermentasi roti pada kegiatan praktikum bioteknologi. Pelaksanaan praktikum selama ini cenderung berorientasi pada penyelesaian prosedur kerja sehingga mahasiswa kurang memahami pengaruh biologis konsentrasi ragi terhadap kualitas hasil fermentasi. Penelitian mengenai fermentasi roti umumnya lebih berfokus pada kualitas produk pangan, sedangkan kajian variasi konsentrasi ragi dalam konteks praktikum bioteknologi mahasiswa Pendidikan Biologi masih relatif terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan variasi konsentrasi ragi Saccharomyces cerevisiae dalam praktikum bioteknologi sebagai upaya mendukung pemahaman konsep fermentasi secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ragi Saccharomyces cerevisiae terhadap kualitas hasil fermentasi roti. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan pada mata kuliah Bioteknologi di Universitas Lampung. Perlakuan dilakukan pada empat kelompok praktikum menggunakan tiga variasi konsentrasi ragi, yaitu 10 gram ragi, 5 gram ragi, dan tanpa ragi pada setiap 600 gram tepung terigu. Data penelitian diperoleh melalui uji organoleptik meliputi tekstur, rasa, aroma, dan warna roti yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ragi sesuai takaran menghasilkan kualitas roti terbaik dengan tekstur lebih lembut dan mengembang, aroma khas fermentasi, rasa lebih gurih, serta warna kuning hingga cokelat keemasan. Hasil penelitian ini mendukung pembelajaran bioteknologi berbasis eksperimen dalam memahami proses fermentasi roti.