Liska Handayani
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Variasi Konsentrasi Ragi (Saccharomyces cerevisiae) terhadap Kualitas Hasil Fermentasi Roti pada Praktikum Bioteknologi Liska Handayani; Afifah Nurul Ramadanti; Khilmia Mufarida; Sumardi Sumardi; Berti Yolida; Nadya Meriza; Median Agus Priadi
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28746

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara jumlah mikroorganisme dan hasil fermentasi roti pada kegiatan praktikum bioteknologi. Pelaksanaan praktikum selama ini cenderung berorientasi pada penyelesaian prosedur kerja sehingga mahasiswa kurang memahami pengaruh biologis konsentrasi ragi terhadap kualitas hasil fermentasi. Penelitian mengenai fermentasi roti umumnya lebih berfokus pada kualitas produk pangan, sedangkan kajian variasi konsentrasi ragi dalam konteks praktikum bioteknologi mahasiswa Pendidikan Biologi masih relatif terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan variasi konsentrasi ragi Saccharomyces cerevisiae dalam praktikum bioteknologi sebagai upaya mendukung pemahaman konsep fermentasi secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ragi Saccharomyces cerevisiae terhadap kualitas hasil fermentasi roti. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan pada mata kuliah Bioteknologi di Universitas Lampung. Perlakuan dilakukan pada empat kelompok praktikum menggunakan tiga variasi konsentrasi ragi, yaitu 10 gram ragi, 5 gram ragi, dan tanpa ragi pada setiap 600 gram tepung terigu. Data penelitian diperoleh melalui uji organoleptik meliputi tekstur, rasa, aroma, dan warna roti yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ragi sesuai takaran menghasilkan kualitas roti terbaik dengan tekstur lebih lembut dan mengembang, aroma khas fermentasi, rasa lebih gurih, serta warna kuning hingga cokelat keemasan. Hasil penelitian ini mendukung pembelajaran bioteknologi berbasis eksperimen dalam memahami proses fermentasi roti.
Kajian Etnosains pada Makanan Tradisional Buak Tat sebagai Sumber Belajar IPA Liska Handayani; Afifah Nurul Ramadanti; Hania Putri Zalianti; Intan Mara Claudia; Nila Oktavia; Meilinda Meilinda; Berti Yolida; Rini Rita T Marpaung
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15831

Abstract

This study aimed to analyze the material change concepts embedded in the process of making Buak Tat, a traditional food from Lampung, from an ethnoscience perspective and to examine its potential as a science learning resource. A descriptive qualitative method with an ethnoscience approach was employed due to the limited studies on Lampung traditional foods as ethnoscience-based learning resources. Data were collected through interviews with a Buak Tat producer and analyzed by identifying local knowledge and reconstructing it into scientific concepts. The results showed that the preparation of Buak Tat involves ingredient preparation, flour sieving, dough preparation, filling preparation, dough shaping, baking, and cooling. These stages contain various material change concepts, including physical changes during ingredient preparation, sieving, dough preparation, sugar dissolution, dough shaping, and cooling, as well as chemical changes during filling preparation and baking through protein denaturation, gel formation, caramelization, and Maillard reactions. Local knowledge used by the community is reflected in sensory indicators such as color, aroma, texture, and viscosity, which correspond to scientific concepts related to the properties and changes of matter. Therefore, Buak Tat has potential as an ethnoscience-based science learning resource that supports contextual learning and local wisdom preservation.