Eka Rini Widya Astuti
Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Aplikasi Tiktok Terhadap Perilaku Narsisme Di Kalangan Remaja Desa Parasrejo Kab. Pasuruan Eka Rini Widya Astuti; Afiyatul Chickmah
Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Vol. 5 No. 1 (2024): Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis (Juli)
Publisher : University of Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/dimensi.v5i1.474

Abstract

Mewabahnya demam tiktok di tengah masyarakat menjadikan remaja mulai penasaran dan tertarik untuk mengunduhnya, menggunakannya, serta mencoba meningkatkan kemampuan verbalnya dalam mengaktualisasikan diri. Seolah mereka mempunyai ruang bebas untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki, serta mendorong mereka untuk mengekspos hal-hal yang ingin mereka tunjukkan kepada masyarakat luas melalui media sosial tiktok sehingga memicu sebagian besar remaja untuk tampil eksis dan mereka mulai berlomba-lomba untuk menampilkan sisi terbaik dan tampil luar biasa, yang mana secara tidak langsung hal tersebut cenderung menimbulkan perilaku narsisme pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor serta dampak yang ditimbulkan dari aplikasi tiktok terhadap perilaku narsisme dikalangan remaja Desa Paras Rejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan fenomenologi. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja Desa Paras Rejo dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara secara sistematis atau terstruktur kepada remaja pengguna aktif tiktok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku narsisme di kalangan remaja terhadap penggunaan aplikasi tiktok ditimbulkan karena adanya 3 faktor yang mempengaruhi serta dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari aplikasi tiktok terhadap kenarsisan remaja, namun hal tersebut tentu tidak akan terjadi jika tidak didukung oleh sebuah desain user interface dan user experience yang baik dimiliki aplikasi tiktok. Sehingga Aplikasi tiktok dapat mempengaruhi perilaku narsisme remaja di Desa Paras Rejo.
Perancangan Desain Kemasan Sebagai Brand Identity Lesehan Sumbersuko Kecamatan Beji Eka Rini Widya Astuti; Qurotul Aini
Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Vol. 5 No. 2 (2025): Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis (Januari)
Publisher : University of Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/dimensi.v5i2.594

Abstract

Kemasan adalah salah satu cara untuk membedakan produk satu dengan yang lainnya. Kemasan produk sangat penting untuk kemajuan dan keberlangsungan suatu perusahaan. Kemasan pada produk lesehan Sumbersuko ini hanya memakai kardus makanan biasa tanpa desain apapun yang membuat kemasan tersebut tidak ada pembeda dengan produk yang lainnya. Membuat desain kemasan yang menarik pembeli dan menunjukkan ciri khas Lesehan Sumbersuko dan membuat Lesehan Sumbersuko lebih dikenal oleh masyarakat luas sangat penting untuk membedakan dan menampilkan citra yang baik. Proses perancangan desain kemasan sebagai brand identity Lesehan Sumbersuko Kecamatan Beji dilakukan dengan menggunakan metode Research and Development atau R&D mengacu pada model Borg and Gall (Sugiyono 2017). Hasil dari penelitian ini yaitu membuat 5 desain kemasan. yang terdiri dari box besar, box kecil, lunch box besar, lunch box kecil dan food pail. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa berdasarkan ahli materi produk mendapatkan skor dengan presentase 91% dalam kategori sangat valid. Dari ahli meida produk mendapatkan skor dengan presentase 81,25% dalam kategori sangat valid. Pada hasil uji coba menunjukkan bahwa berdasarkan hasil penilaian responden, produk yang dikembangkan mendapat skor 86,5 % dalam kategori sangat valid. Lesehan Sumbersuko Kecamatan Beji belum memiliki kemasan yang menunjukkan brand identity, hanya menggunakan kardus putih polos. Maka dari itu, penulis membuat perancangan desain kemasan Lesehan Sumbersuko sebagai brand identity.
PENGEMBANGAN POP UP BOOK BERBASIS KEARIFAN LOKAL: MEDIA EDUKASI JAJANAN DAN MINUMAN TRADISIONAL PASURUAN UNTUK ANAK USIA DINI Amidatus Sholihat Jamil; Eka Rini Widya Astuti; Rahmaniah Hani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kurangnya pengenalan kuliner tradisional di kalangan anak usia dini di Pasuruan, yang disebabkan oleh dominasi makanan modern dan minimnya media edukasi yang menonjolkan budaya lokal. Tujuan utama dari penelitian ini adalah merancang dan menguji kelayakan buku pop up bertema jajanan dan minuman khas Pasuruan sebagai media pembelajaran interaktif untuk anak usia dini. Dengan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dan model pengembangan Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi tujuh tahap, penelitian ini meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan, validasi, perbaikan, uji coba, dan revisi produk. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan produk mencapai 88,6% (sangat valid), sementara uji coba pada siswa TK menunjukkan peningkatan pemahaman anak sebesar 43,2% dan keterlibatan aktif hingga 89,2%. Buku pop up ini juga secara signifikan memperpanjang konsentrasi belajar anak hingga 300%. Kesimpulannya, buku pop up kuliner tradisional Pasuruan ini sangat efektif sebagai media edukasi, layak untuk disebarluaskan, dan berpotensi melestarikan warisan budaya lokal sejak dini.
OPTIMALISASI PEMASARAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN KONTEN VISUAL KREATIF BAGI PELAKU USAHA DI DESA TAMBAKASRI KABUPATEN MALANG Senjaya Machfudi Zulkif; Amidatus Sholihat Jamil; Eka Rini Widya Astuti; Kharisma Nanda Zenmira; Kharisma Adi Bashory; Fitria Maudy Wardhani; Nuraviah Alfiana; Lulus Sugeng Triandika
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i1.54

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan masyarakat Desa Tambakasri Kabupaten Malang dalam memanfaatkan desain komunikasi visual untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Meskipun memiliki potensi yang cukup berkembang terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagian besar pelaku usaha menghadapi kesulitan dalam memasarkan produk secara efektif, terutama terkait aspek branding, kemasan, dan promosi digital. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan serta pendampingan kepada masyarakat dalam bidang desain komunikasi visual sehingga mampu menghasilkan identitas visual produk yang menarik, serta strategi promosi digital yang tepat sasaran. Edukasi terkait prinsip-prinsip desain komunikasi visual diharapkan dapat menghasilkan konten yang menarik secara visual serta informatif sehingga mampu menarik perhatian konsumen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR). PAR diimplementasikan dalam kegiatan pelatihan, diskusi interaktif, serta praktik langsung serta pembuatan materi promosi digital. Peserta dilatih cara penggunaan kamera, mengolah hasil foto dan video dengan perangkat lunak dan materi lainnya yang relevan dengan pengembangan potensi UMKM. Selain itu, pendampingan pasca-pelatihan dilakukan untuk memastikan bahwa peserta dapat menerapkan keterampilan secara mandiri.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait desain komunikasi visual. Beberapa UMKM berhasil menghasilkan konten promosi digital yang lebih profesional. Kegiatan ini membuktikan bahwa desain komunikasi visual dapat menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, terutama dalam menghadapi tantangan pemasaran di era digital. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.