Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Violation of Grice's cooperative maxims in buying and selling interactions at Rangkasbitung Market: A pragmatic study Dase Erwin Juansah; Pitri Ayuningsih; Robita Ika Annisa
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v8i1.24605

Abstract

Buying and selling interactions in traditional markets involve communication practices such as negotiation, persuasion, and social bonding where speakers do not always adhere to Grice’s Cooperative Principle. While research on Grice’s Cooperative Principle in such interactions is extensive, most studies focus on identifying instances of adherence to or violation of maxims without elucidating the pragmatic functions of these violations within the linguistically diverse socio cultural context of traditional markets. Therefore, this study aims to describe the forms of violations of Grice’s cooperative maxims and explain their pragmatic functions during buying and selling interactions at Rangkasbitung Market. A qualitative descriptive method with a pragmatic approach was employed. The data consisted of utterances from sellers and buyers containing violations of the cooperative maxims. Data collection involved observation specifically listening, nonparticipatory observation, recording, and note-taking while data analysis utilized the extralingual matching method, taking the utterance context into account. The results identified 26 violations of the cooperative maxims: 11 violations of the Maxim of Quantity, 4 of the Maxim of Quality, 2 of the Maxim of Relevance, and 9 of the Maxim of Manner. The findings reveal that maxim violations do not merely reflect communication ineffectiveness; rather, they serve as pragmatic strategies used by sellers and buyers to negotiate prices, persuade interlocutors, maintain bargaining positions, attract buyers' attention, and preserve social relationships during transactions. The novelty of this study lies in its explanation of the strategic functions of maxim violations within the buying and selling interactions at Rangkasbitung Market, which take place in a multilingual community using Indonesian, Sundanese, and a mixture of both. These findings extend the application of Grice’s Cooperative Principle to the context of local economic communication and imply that maxim violations should be understood as communication strategies influenced by interaction goals, social contexts, and culture rather than simply as deviations from conversational norms.
TRADISI KEMATIAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG JALAWASTU DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI Vidya Maharani Anannidra; Dhiah Fatma Pratiwi; Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh; Eka Dwi Sasmita Putri; Aulia Nur Afifah; Odin Rosidin; Muhammad Rinzat Iriyansah; Robita Ika Annisa
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tradisi kematian yang masih dijaga oleh masyarakat adat Kampung Jalawastu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Fokus dari penelitian ini mencakup proses pengurusan jenazah, tradisi kematian, aturan bentuk makam, serta tradisi sawer warung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan teknik simak catat serta rekam terhadap masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami arti dan pengalaman masyarakat terkait tradisi kematian yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengurusan jenazah di Kampung Jalawastu mengikuti ajaran Islam, yang mencakup memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan jenazah. Selain itu, masyarakat juga melaksanakan berbagai tradisi kematian seperti surtanah, telung dina, mitung dina, nyeket, nyatus, mendak, nyewu, dan nyadran sebagai penghormatan kepada leluhur serta doa untuk almarhum. Ketentuan adat juga tercermin dalam bentuk makam yang tidak diperbolehkan menggunakan semen, keramik, atau batu bata, hanya menggunakan batu alami dan kayu. Tradisi sawer warung yang dilaksanakan saat acara pemakaman juga masih dipelihara karena diyakini memiliki makna simbolis sebagai tolak bala dan bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur. Tradisi-tradisi ini menunjukkan kuatnya nilai sosial, budaya, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat di Kampung Jalawastu.
Studi Deskriptif Profil Mahasiswa Bahasa dan Seni FKIP UNTIRTA Tahun 2025 Abdul Fatah; Robita Ika Annisa; Abi Karoma Batubara; Syifa Fadhilah Hamid; Elinta Budy; Dea Venda Marpaung; Adi Suprayogi; Saadiah Triastuti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil minat mahasiswa FKIP Untirta tahun 2025 pada tiga program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Seni Pertunjukan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif melalui angket, wawancara, dan studi literatur, dengan melibatkan 313 mahasiswa semester I yang mayoritas merupakan generasi-Z. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berasal dari Provinsi Banten, lulusan SMA negeri, dengan jalur masuk didominasi SNBT. Media sosial, guru, teman, dan orang tua menjadi sumber informasi utama dalam pemilihan prodi. Faktor minat pribadi menjadi alasan terbesar memilih jurusan, disusul prospek karier, rekomendasi lingkungan, akreditasi, dan pertimbangan jarak. Minat karier didominasi profesi guru, sejalan dengan karakteristik program studi. Selain itu, mayoritas mahasiswa menunjukkan kecenderungan positif untuk merekomendasikan program studi kepada orang lain. Temuan ini menjadi dasar bagi penguatan strategi promosi dan kebijakan akademik berbasis kebutuhan mahasiswa.