Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemanfaatan ChatGPT sebagai Media Pendukung Pembelajaran Mahasiswa Kevin Herlambang Dwi N; Usman Arfan; Alvonsius Bambang Hidayat; Istha; Marsel
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8589

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan ChatGPT sebagai media pendukung pembelajaran di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan secara daring kepada 20 mahasiswa aktif pada periode 23–31 Maret 2025. Kuesioner terdiri dari 22 pernyataan skala Likert (5 poin) yang mencakup empat dimensi: (A) pengetahuan dan penggunaan ChatGPT (5 item), (B) manfaat dalam pembelajaran (7 item), (C) kekhawatiran dan etika akademik (5 item), serta (D) dampak terhadap motivasi belajar (5 item), ditambah 3 pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,72 (kategori Tinggi). Bagian A memperoleh rata-rata 3,88, Bagian B 3,91, Bagian C 3,30, dan Bagian D 3,72. Mahasiswa memanfaatkan ChatGPT terutama untuk mengerjakan tugas, mencari referensi, dan meringkas materi. Kendala utama yang dilaporkan adalah ketidakakuratan jawaban dan keterbatasan akses internet.
Mitigasi dan Moderasi dalam Kebijakan Komunitas Platform Media Sosial untuk Penanganan Revenge Porn sebagai Kekerasan Berbasis Gender Online di Indonesia Arief Rahman Hakim; Aisyah Septianingsih; Alvonsius Bambang Hidayat; Jendy Payung
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7447

Abstract

Revenge porn adalah bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO) merupakan ancaman serius terhadap keamanan digital dan kesetaraan gender di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kebijakan komunitas dan mekanisme moderasi platform media sosial dapat berperan dalam mitigasi dan pengendalian revenge porn. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk Komnas Perempuan, Cyberpsychology, dan The Guardian (2025). Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan teori feminisme radikal MacKinnon, performativitas Butler, teknologi empatik Turkle, dan pendekatan kolaboratif Henry-McGlynn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kebijakan moderasi konten, teknologi deteksi cepat (AI), dan kolaborasi multi-stakeholder mampu meningkatkan pelaporan konten berbahaya hingga 25% dan menurunkan tingkat trauma korban hingga 15%. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan komunitas yang berperspektif gender, harmonisasi lintas platform, serta penguatan literasi digital masyarakat. Implikasi temuan ini menyoroti urgensi membangun ruang digital yang lebih aman, adil, dan bebas dari dominasi patriarki.