Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi “BASOKEK” dalam Perspektif Ekonomi Islam: Studi Kasus pada Pembagian Zakat Pertanian di Jorong Supanjang Tanah Datar Asri Tesi Ramadhani; Rizal Fahlefi; Ahmad Lutfi
Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam STUDIA ECONOMICA: Jurnal Ekonomi Islam | Vol. 11 | No. 2 | 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/se.v0i2.26740

Abstract

This study aims to analyze the meaning, value, and relevance of Basokek in the context of contemporary Islamic economic distribution. A The Basokek tradition of distributing zakat from agricultural produce in Jorong Supanjang is a form of integration between Minangkabau traditional values and Islamic economic principles. Using a qualitative approach with a case study method and interactive analysis by Miles & Huberman, data were collected through in-depth interviews with four key informants, field observations, and documentation. The results show that Basokek reflects the implementation of the principles of distributive justice (al-‘adl), trustworthiness (al-amanah), gratitude (assyukr), and mutual assistance (ta'awun) which are rooted in the teachings of the Qur'an and Sunnah. This tradition also represents the implementation of maqashid sharia, especially in safeguarding wealth (hifz al-mal) and social life (hifz al-nafs). In a modern context, Basokek has the potential to become a model for community-based zakat distribution that aligns with local values and the formal zakat institutional system. This research confirms that Islamic economics is not only embedded in the formal system but is also deeply rooted in the culture and spirituality of Muslim communities. The implication is that the baseokek tradition can provide benefits to the surrounding community, such as strengthening the community's economic resilience and has the potential to be widely adopted as a basis for reformulating national zakat distribution in a modern contectnces
RISIKO FRAUD DALAM PERBANKAN SYARIAH: TINJAUAN LITERATUR ATAS FAKTOR PENYEBAB DAN STRATEGI MITIGASI Asri Tesi Ramadhani; Nofrivul
JOSEE : Jurnal Intelektual Mahasiswa Vol 4 No 2 (2026): Isu Kontemporer dalam Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa Tanah Datar Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan aset perbankan syariah yang pesat tidak diiringi penguatan tata kelola yang setara, sehingga risiko fraud tetap terbuka lebar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab fraud pada perbankan syariah, menganalisis tren penelitiannya, dan mensintesiskan strategi mitigasi yang relevan dengan karakteristik kelembagaan syariah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sistematis (Systematic Literature Review) dengan protokol PRISMA 2020, menelusuri artikel melalui pencarian akademik terbuka (Google Scholar, SINTA/Garuda, dan halaman resmi jurnal) yang dirancang agar dapat diperluas ke basis data berlisensi (Scopus, ScienceDirect, Emerald, Springer, Taylor & Francis, Wiley) pada penelitian lanjutan, dengan pencarian dilakukan pada 26–27 Juni 2026. Penilaian kualitas artikel dilakukan menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) untuk memastikan kelayakan metodologis sebelum disertakan dalam sintesis, dan diperoleh 17 artikel relevan yang terverifikasi keberadaannya setelah proses penyaringan tiga tahap. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa fraud pada bank syariah dipicu oleh interaksi tiga dimensi, yaitu individual (tekanan, rasionalisasi, kapabilitas), organisasi (lemahnya pengendalian internal dan tata kelola), serta syariah (rendahnya sharia compliance dan efektivitas Dewan Pengawas Syariah). Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penyatuan ketiga dimensi tersebut ke dalam satu kerangka sintesis yang belum ditemukan secara eksplisit pada tinjauan literatur fraud syariah sebelumnya, yang umumnya membahas variabel-variabel tersebut secara parsial. Strategi mitigasi yang paling sering direkomendasikan meliputi whistleblowing system, audit internal berbasis risiko, enterprise risk management terintegrasi, dan adopsi teknologi deteksi fraud berbasis kecerdasan buatan. Korpus 17 artikel ini didominasi konteks Indonesia (94%) sehingga generalisasi ke konteks global memerlukan perluasan pencarian melalui akses database berlisensi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa mitigasi fraud pada bank syariah memerlukan kerangka terintegrasi yang menggabungkan pengendalian internal konvensional dengan nilai syariah secara substantif. Kata Kunci: fraud risk, perbankan syariah, sharia compliance, Islamic corporate governance, internal control