Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Fintech Supporting Sharia Rural Bank Nasfi, Nasfi; Yunimar, Yunimar; Prawira, Adi; Aziz , Zakaria; Lutri , Ahmad
Journal of Industrial Engineering & Management Research Vol. 3 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : AGUSPATI Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.5 KB) | DOI: 10.7777/jiemar.v3i1.247

Abstract

The purpose of this study is to see how much influence fintech has on the operational development of Sharia Rural Bank or BPRS in an area, in West Sumatra. Fintech is an innovation in the field of financial services or banking financial institution services, one of which is to support financial inclusion programs. The development of digital financial technology, including in the Islamic financial services industry, undeniably affects financial mechanisms in operational activities, especially in financing products. Fintech is a potential economic force to be developed in the territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia which consists of thousands of islands. With the development of technology, especially fintech, Sharia Rural Bank or BPRS must follow or adjust financing services to debtors and prospective debtors by adopting fintech in operational activities. Technological developments that require BPRS to follow and adjust services to debtors (mudharib) so that BPRS can grow and develop.
Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan problem solving dalam problem posing berbasis pendekatan saintifik Ahmad Lutfi
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 1: May 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v6i1.10231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembel-ajaran aljabar menggunakan problem solving dalam problem posing berbasis pendekatan saintifik yang valid, praktis dan efektif ditinjau dari keyakinan terhadap pelajaran matematika (KTM) dan kemampuan berpikir kreatif (KBK) siswa SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp. Hasil penelitian ini adalah perangkat pembelajaran aljabar menggunakan problem solving dalam problem posing berbasis pendekatan saintifik yang berorientasi pada keyakinan terhadap pelajaran matematika dan kemampuan berpikir kreatif siswa SMA berupa RPP dan LKS. Kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari aspek kevalidan, aspek kepraktisan dan aspek keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP dan LKS valid dan layak digunakan. Aspek kepraktisan berdasarkan penilaian guru terhadap RPP dan LKS adalah baik, dan skor kepraktisan berdasarkan hasil penilaian siswa adalah baik, dan persentase keterlaksanaan pembelajaran yaitu sangat baik untuk kelas XI IPA PI dan sangat baik untuk kelas XI IPA PA. Hasil angket KTM dan tes KBK juga mencapai kategori tinggi dan baik. Berdasarkan hasil tersebut, perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Developing algebra learning kits using problem solving approach in problem posing approach based on scientific approach AbstractThis study aimed to produce algebra learning kits using problem solving approach in problem posing approach based on scientific approach which was valid, practical, and effective viewed from belief in math and creative thinking skill of senior high school. This study was research and development which used Plomp’s model. The results of the research were algebra learning kits using problem solving approach in problem posing approach based on scientific approach oriented to belief in math and creative thinking skill for senior high school which consisted of lesson plans and students worksheets. The quality of learning kits developed to cover all aspects of validity, practicality, and effectiveness. The assessment result for validity of the lesson plans and students’ worksheets was valid and proper to use. The assessment result for practicality aspect based on teacher assessment about lesson plans and students’ worksheets was good. The assesment result for practicality aspect based on students assesment was good. Meanwhile, enforceability of learning with an average is very good) for class XI IPA PI and very good for class XI IPA PA. The result of belief in math questionaire and creative thinking test reach high and good category. Based on those results, the learning kits that has been developed was valid, practical, and effective.
Transformasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Menjadi Koperasi Simpan Pinjam Prinsip Syariah Yunimar; Adi Prawira; Nasfi; Zakaria Aziz; Ahmad Lutri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.385 KB) | DOI: 10.54099/jpma.v1i2.115

Abstract

Abstract The purpose of this activity is to assist each Cooperative that has been appointed by the Padang Panjang Koperindag Service in solving administrative problems, stabilizing the AD/ART of Sharia Cooperatives to Compiling Financial Reports for Sharia Cooperatives. The method used is the root cause method, using awareness, capacity building and empowerment strategies. As a result of this cooperative assistance, all cooperatives that have been assisted are all ready and willing to seriously convert their cooperatives into sharia cooperatives. So there are about 6 (six) cooperatives that are sharia legal and apply sharia principles from a total of 42 (forty two) cooperatives that are assisted and there are 36 (thirty six) cooperatives that are legally not Sharia cooperatives.
Analisis Alur Belajar Matematika Siswa Inklusi Jenis Kebutuhan Autisme Ahmad Lutfi; Alfizah Ayu Indria Sari
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2022): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v10i2.294

Abstract

This study aims to describe the Mathematics Learning Flow of Students' with Inclusion types of Autism Needs in the Material of Addition and Subtraction of Numbers up to Two Numbers. This type of research is qualitative research. The instrument in this study is the researcher himself. Other instruments that support obtaining data are problem-solving tasks and interview guidelines to reveal the flow of students' mathematics learning inclusion types of autism needs. The subjects in this study were two students who included autism needs type, respectively male and female. Based on the results of the analysis that has been carried out by providing problem-solving problems in the form of mathematical problems and being strengthened by conducting interviews, it was found that the type of autism needed with the category of High Functioning Autism followed every step of Polya’s problem solving and in the student's thinking process occurred assimilated. Meanwhile, children with autism needs with the category of Low Functioning Autism do not follow every step of Polya’s problem-solving, and in the process of thinking, this student is likely to accommodate a scheme about simple data that is clearly stated in the problem.(Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Alur Belajar Matematika Siswa Inklusi Jenis Kebutuhan Autisme Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Sampai Dua Angka. Jenis penelitian menggunankan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrument lainnya yang mendukung dalam mendapatkan data adalah tugas pemecahan masalah dan pedoman wawancara untuk mengungkapkan alur belajar matematika siswa inklusi jenis kebutuhan autisme. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa inklusi jenis kebutuhan autisme masing-masing laki-laki dan perempuan. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan dengan memberikan soal pemecahan masalah berupa soal matematika dan diberi penguatan dengan melakukan wawancara didapatkan bahwa anak dengan kebutuhan autism kategori high functioning autism mengikuti setiap langkah pemecahan masalah menurut Polya dan proses berfikir siswa tersebut terjadi secara asimilasi. Sedangkan anak dengan kebutuhan autism kategori Low Functioning Autism tidak mengikuti setiap langkah pemecahan masalah Polya dan proses berfikir siswa ini cendrung mengakomodasi skema tentang data sederhana yang secara jelas dinyatakan dalam soal).
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Tipe Kepribadian Sanguin (Percaya Diri) dalam Proses Pembelajaran Matematika Ahmad Lutfi; Epa Elfitriadi
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.312

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis sangat dibutuhkan oleh siswa dalam proses pembelajaran matematika. Namun kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis masih kurang dikembangkan dan digunakan oleh siswa. Matematika dianggap sulit bagi siswa karena melibatkan rumus dan perhitungan yang rumit. Siswa dengan tipe kepribadian Percaya Diri juga mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan menerapkan kemampuan komunikasi matematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematika siswa yang memiliki kepercayaan diri dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa SMP kelas VIII tipe optimis, menggunakan tes kepribadian, menggunakan teknik diskusi kelompok untuk mengamati aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika, dan merekam wawancara langsung. Kami menggunakan transkrip wawancara untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa optimis dan membimbing mereka melalui proses pembelajaran matematika dengan metode diskusi kelompok. Hasilnya, ditemukan bahwa siswa dengan tipe kepribadian percaya diri cenderung tidak mampu mengungkapkan pemahaman matematisnya melalui komunikasi matematis dalam proses pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi kelompok. Guru mata pelajaran matematika khususnya yang mengajar kelas VIII harus mampu mempelajari dan memahami situasi dan ciri-ciri siswa tipe percaya diri terutama dalam hal kemampuan komunikasi matematisnya. Siswa dengan Tipe Kepribadian Percaya Diri membutuhkan perhatian, bimbingan, dan bimbingan guru yang lebih dalam proses pembelajaran matematika agar mereka dapat menyerap dan memahami pelajaran dengan baik, serta mampu menggunakan kemampuan komunikasi matematika dengan sukses.
Kesadaran Guru Dalam Meningkatkan Kompetensi Diri di Abad Digital Enka Nur Jamala Faridi; Lutfi, Ahmad
Journal of Information System and Education Development Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Information System and Education Development
Publisher : Manna wa Salwa Foundation (Yayasan Manna wa Salwa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The industrial revolution has now entered a new round. Namely in industry 4.0. which is characterized by the development of information and communication technology and dominates every line of life, including the learning sector. Critical thinking skills, problem-solving skills and good adaptability are important points in order to face this great technological revolution in the 21st century. However, the rapid development of technology in the 21st century has a lot of impact on the world of education. Teachers in the context of education have a big role because teachers are at the forefront of the implementation of education and face students directly. However, the real conditions are not as few as teachers who still do not have the awareness to improve the self-competence needed in the 21st Century. This study aims to describe how the importance of teacher awareness to improve self-competence in the 21st century. The methodology used is a literature study by describing the real conditions and ideal conditions of 21st century teacher competencies. The results show that teachers must have a strong, high awareness and come from within the teacher to improve competencies in the form of critical thinking competencies, creative, able to collaborate and able to communicate well
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DAN GUIDED DISCOVERY LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Stiadi, Elwan; Lutfi, Ahmad; Sari, Alfizah Ayu Indria
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.140-147

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 kota Bengkulu di kelas VIII tahun ajaran 2021/2022. Dari populasi kelas VIII tersebut diambil secara acak dua kelompok eksperimen, kemudian dilakukan uji normalitas dan homogenitasnya, sehingga didapat sampel kelas VIII D sebanyak 31 siswa yang diberi perlakuan dengan model PBL dan VIII F sebanyak 30 siswa yang diberi perlakuan dengan model GDL. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini ada dua, yaitu analisis data deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data inferensial digunakan untuk mengetahui perbedaan keefektifan model pembelajaran dengan PBL dan GDL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan uji t dua rata-rata sampel bebas yang membandingkan rataan dua sampel berbeda. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model PBL sama dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan model GDL.
MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU SISWA DENGAN MENERAPKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING SETTING TPS (THINK PAIR SHARE) Sari, Alfizah Ayu Indria; Lutfi, Ahmad; Stiadi, Elwan; Lestary, Ratnah
JP2MS Vol 6 No 3 (2022): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.6.3.333-340

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan rasa ingin tahu siswa kelas X MIA 1 MAN Yogyakarta III dengan penerapan model penemuan terbimbing setting TPS (Think Pair Share) dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas.Penelitian dilakukan melalui dua siklus yang terdiri dari empat langkah setiap siklusnya yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 orang siswa kelas X MIA 1 MAN Yogyakarta III. Instrumen penelitian adalah angket yang mengukur rasa ingin tahu siswa, lembar obeservasi pelaksanaan pembelajaran dan soal evaluasi. Indikator keberhasilan penelitian: (1) meningkatnya rasa ingin tahu siswa setiap siklus dan mencapai kualifikasi tinggi; (2) peningkatan nilai siswa di setiap siklus dan persentase hasil belajar siswa yang memenuhi KKM ≥ 75% dan (3) keterlaksanaan pembelajaran mencapai 95%. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran menggunakan penemuan terbimbing dengan setting TPS dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa kelas X MIA 1 MAN Yogyakarta III. Hasil angket yang mengukur rasa ingin tahu siswa di siklus I mengalami peningkatan dari 107 menjadi 108 di siklus II. Untuk kategori siswa berkemampuan sangat tinggi dari siklus I yaitu 7,41% dan di siklus II menjadi 11,11%. Peningkatan untuk nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan, yaitu dari rata-rata 75,93 pada siklus I meningkat menjadi 80,93 pada siklus II. Selain itu pada siklus I persentase siswa yang mencapai nilai KKM (diatas 75) yaitu hanya 66,67%, sedangakan pada siklus II persentase telah mencapai target yaitu 77,78%. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus I telah mencapai 90% dan di siklus II telah mencapai 100%. Kata kunci : Penemuan terbimbing; Rasa ingin tahu; Think Pair Share (TPS)
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MENGGUNAKAN PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM POSING BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC Lutfi, Ahmad; Indria Sari, Alfizah Ayu; Stiadi, Elwan; Lestary, Ratnah
JP2MS Vol 6 No 3 (2022): Desember
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.6.3.308-315

Abstract

Hasil observasi pra-penelitian, siswa masih kurang percaya diri dengan hasil pekerjaan mereka dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Hal itu ditunjukkan dari respon siswa ketika diberikan tugas dan diperintahkan oleh guru untuk menjelaskan kembali hasil pekerjaannya sebagian besar belum mampu. Guru sebagai pelaksana pembelajaran harus terampil mengelola kelas dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Salah satu metode pembelajaran yang tepat adalah menerapkan pembelajaran menggunakan problem solving dan problem posing berbasis scientific. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angket dan Tes kompetensi siswa. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran matematika menggunakan problem solving dan problem posing berbasis scientific tidak langsung berjalan sempurna. Pada pertemuan pertama siklus I ada beberapa kegiatan pembelajaran yang belum terlaksana. Melalui kegiatan refleksi guru dapat mengetahui kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan untuk kemudian melakukan introspeksi dan  menyempurnakan kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Refleksi dilakukan setiap pertemuan dengan harapan keterlaksanaan pembelajaran menjadi lebih baik. Pada akhir penelitian ini keterlaksanaan pembelajaran telah mencapai 91,89% yang artinya telah mencapai target yang ingin dicapai dan hampir mendekati sempurna. Kemudian diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan rata-rata kepercayaan diri siswa menjadi 106,68% dan berada pada kriteria tinggi. Kata kunci : Kepercayaan Diri, Problem Solving, Problem Posing, Pendekatan Saintific
Comparative Effectiveness of PBL, PjBL, and Discovery Learning in Pesantren: Controlling for IQ lutfi, ahmad; Sari, Alfizah Ayu Indria
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15 No 2 (2025): Edumatica: Jurnal Pendidikan matematika (Agustus 2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edumatica.v15i2.45436

Abstract

This study investigates the comparative effectiveness of three instructional models—Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), and Discovery Learning—on students’ academic achievement while controlling for Intelligence Quotient (IQ) using ANCOVA. Conducted at Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, the study employed a quasi-experimental design involving 120 Grade X students randomly assigned to three treatment groups. IQ was measured using Raven’s Progressive Matrices and treated as a covariate. The post-test achievement scores were analyzed using ANCOVA to examine the adjusted effects of each instructional model. Results indicate that the instructional model had a statistically significant effect on student achievement (p < 0.001), with PjBL outperforming both PBL and Discovery Learning. No significant difference was found between PBL and Discovery Learning. The findings suggest that instructional strategies significantly influence learning outcomes independent of students’ cognitive abilities. Furthermore, controlling for IQ increased the internal validity of the study and provided a clearer understanding of pedagogical impact. The study contributes to the development of evidence-based instructional strategies and supports the integration of constructivist models in diverse educational settings, including faith-based institutions. These findings underscore the importance of professional development and instructional innovation in enhancing academic achievement.