Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinants of Labor Duration: A Systematic Review of Maternal, Fetal, And Healthcare Factors Widya Maya Ningrum; Kurniati Devi Purnamasari; Silvia Widyani Heriyanti; Kartikasari Kartikasari
Journal of Midwifery and Public Health Vol 7, No 2 (2025): Current Perspectives in Midwifery and Public Health
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v7i2.23806

Abstract

Prolonged labor increases risks of maternal and neonatal complications. Identifying its determinants is essential for improving intrapartum care. This systematic review synthesizes evidence on maternal, fetal, and healthcare factors influencing labor duration. A systematic search was conducted in Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect for articles published between 2015–2025. Studies reporting original data on labor duration determinants were included. Fifteen studies met inclusion criteria. Maternal factors (advanced age >35 years, nulliparity, high anxiety) consistently prolonged labor. Fetal factors including macrosomia (>4000 g) and occiput posterior malposition significantly extended labor duration. Healthcare factors such as continuous labor support, maternal mobilization, and appropriate oxytocin use were associated with shorter labor duration. Labor duration is determined by multifactorial interactions. Evidence-based, comprehensive intrapartum care addressing all determinant categories is recommended to optimize maternal and neonatal outcomes.
Penurunan Balita Stunting Melalui Pemanfaatan Kakulating dan PMT Sprinila Omegrow Sebagai Metode Intervensi Spesifik Kesehatan Berdampak Di Kampung Nila Kawali Ratna Suminar; Ririn Lestari; Mochamad Arief Rizki Mauladi; Dendy Syaiful Akbar; Dede Abdul Rozak; Silvia Widyani Heriyanti; Kartikasari Kartikasari; Syifa Salsabila
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23516

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya pemantauan tumbuh kembang balita serta keterbatasan akses terhadap intervensi gizi yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi Sprinila Omegrow dan aplikasi Kalkulator Deteksi Stunting. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kader Posyandu dalam penggunaan aplikasi Kalkulating, dan penguatan kapasitas Kampung Nila Kawali dalam pemanfaatan potensi local ikan nila, beras, daun kelor, dan sacha inchi oil. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anggota Poklahsar Kampung Nila Kawali dari 30% berpengetahuan cukup, dan 70% berpengetahuan kurang, menjadi  90% berpengetahuan baik dan 10% berpengetahuan cukup, peningkatan pengetahuan kader semula 58,33% berpengetahuan cukup dan 41,67% responden berada pada kategori kurang, menjadi 83,33% telah mencapai kategori pengetahuan baik, dan 16,67% berada pada kategori cukup, peningkatan usability kader menjadi 100%. Indikator berat badan balita mengalami peningkatan sebesar 3,06%, dari rata-rata 11,55 kg menjadi 11,91 kg, rata-rata tinggi badan meningkat 4,05% dari 83,34 cm menjadi 86,72 cm, status gizi balita mengalami peningkatan sebesar 50% balita dengan status gizi normal tercatat 66,67%.  Skor Kuesioner Pra Skrining Perkembangan mengalami peningkatan 13,42% dari rata-rata 7,70 menjadi 8,73. Sprinila Omegrow berpotensi menjadi produk pangan fungsional berbasis potensi lokal yang mendukung upaya pencegahan stunting. Integrasi inovasi digital dan Sprinila Omegrow efektif mendukung pencegahan stunting. Disarankan agar program ini dilanjutkan dengan cakupan sasaran yang lebih luas serta dukungan lintas sektor.