Penilaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak cukup dilakukan hanya dengan tes tertulis. PAI bertujuan membentuk pengetahuan agama, penghayatan nilai, kebiasaan baik, dan keterampilan menjalankan ajaran Islam. Karena itu, guru memerlukan cara menilai yang sederhana tetapi tetap utuh. Artikel ini membahas pendekatan Triad Asesmen sebagai kerangka penilaian yang menggabungkan tiga bentuk utama, yaitu asesmen tertulis, asesmen lisan, dan asesmen perbuatan atau unjuk kerja. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah dokumen kebijakan, buku evaluasi pendidikan berbahasa Indonesia, dan artikel ilmiah nasional tentang asesmen PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen tertulis berguna untuk melihat penguasaan konsep, ketepatan pemahaman, dan kemampuan menalar. Asesmen lisan membantu guru melihat kemampuan siswa menjelaskan, membaca, berdialog, dan merefleksikan nilai. Asesmen perbuatan paling tepat untuk menilai praktik ibadah, perilaku nyata, proyek, portofolio, dan pembiasaan. Ketiga bentuk asesmen tersebut saling melengkapi. Jika digunakan secara seimbang, guru tidak hanya memperoleh angka, tetapi juga gambaran perkembangan siswa secara lebih adil. Kendala utama penerapannya ialah keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, beban administrasi, dan kemampuan guru menyusun rubrik. Artikel ini menyimpulkan bahwa Triad Asesmen dapat menjadi kerangka praktis untuk penilaian holistik PAI selama indikator, rubrik, umpan balik, dan dokumentasi bukti belajar disiapkan dengan baik.