Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Adolesensi: Karya Tari Baru tentang Perubahan Sikap dan Emosional Anak Perempuan di Masa Pubertas Okta Dia Putri; Wardi Metro; Adjuoktoza Rovylendes; Dony Osmond
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 9, No 1 (2025): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v9i1.4992

Abstract

Pubertas merupakan masa transisi penting yang dialami anak perempuan, ditandai dengan perubahan biologis, emosional, dan sosial yang signifikan. Perubahan ini sering menimbulkan ketidakstabilan emosional seperti mudah marah, bingung, malu, atau menjadi lebih centil dalam menarik perhatian. Karya tari Adolesensi lahir sebagai refleksi fenomena ini, mengeksplorasi bagaimana anak perempuan merespon perubahan sikap dan emosional selama masa pubertas. Penelitian penciptaan ini menggunakan metode Alma M. Hawkins yang meliputi pengumpulan data, observasi lapangan, eksplorasi, improvisasi, pembentukan, dan evaluasi. Karya ini ditarikan oleh delapan penari perempuan diiringi musik techno live, menggunakan properti sepatu heels dan kursi panjang sebagai simbol transisi menuju kedewasaan. Struktur pertunjukan terbagi menjadi tiga bagian: keriangan centil masa awal pubertas, fase kebingungan emosional, hingga penerimaan diri yang stabil. Hasilnya menunjukkan bahwa gerak tari murni yang abstrak namun eksploratif dapat mengomunikasikan perubahan emosional remaja secara simbolik. Adolesensi bukan hanya sekadar karya estetis, tetapi juga sarana edukasi sosial tentang pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan pada masa pubertas anak perempuan
Karya Tari  “Nan Bagandiang” Representasi Prosesi Manjopuik Limau Masyarakat Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Jenilva Magrilla; Yan Stevenson; Dony Osmond; Ariefin Alham Jaya Putra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d2z8gc13

Abstract

The Manjopuik Limau Tradition or Menjemput Limau is a tradition carried out by the Community in the Lubuk Jambi Region, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency, Riau Province. This tradition is a tradition for Maagiah Tando (giving a sign) to a girl carried out by a young man with the aim of conveying the intention of establishing a relationship with the girl. In this work, Nan Bagandiang will raise the tradition of manjopuik limau as a source of inspiration for the work. This work raises three important stages in the traditional procession, namely the delivery process, the delivery of petitah-petitih, and the procession of the procession on the banks of Batang Kuantan. This tradition is interpreted as a symbol of the sincerity of a young man in establishing a relationship with a girl towards married life. Through the development of movements based on Randai Kuantan Ali Baba, this work presents a form of group choreography that emphasizes the values of togetherness, respect for customs, and the relationship between humans and traditions that are passed down from generation to generation. Nan Bagandiang was performed at the Hoeridjah Adam performance hall with eighteen dancers. It is hoped that this dance will contribute to the preservation of regional culture, particularly that of Lubuk Jambi, Kuantan Singingi Regency