Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARYA TARI STIGMA: SEBUAH EKSPRESI TARI TENTANG KARAKTER DAN TINGKAH LAKU KORBAN-KORBAN PENYAKIT MAGIS SIJUNDAI Ariefin Alham Jaya Putra; Erman Syaiful; Sherli Novalinda
Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol. 1 No. 02 (2022): Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.794 KB) | DOI: 10.22437/cs.v1i02.21876

Abstract

Karya tari Stigma adalah interpretasi dan imajinasi yang diwujudkan ke dalam sebuah karya tari tentang karakter dan tingkah laku korban-korban penyakit magis sijundai. Ritual magis sijundai selalu diiringi dengan perlakuan atau penolakan cinta yang menyinggung si pengirim sijundai. Korban penyakit sijundai akan mengalami kejang, teriak, menangis, menarik rambut, memanjat dinding, dan tidak dapat mengendalikan tubuhnya sendiri. Untuk memvisualisasikan ide garapan ke dalam karya tari ini pengkarya menggunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh penari yang menggambarkan bagaimana korban-korban penyakit magis sijundai. Gerak yang digunakan dalam karya Stigma ini berasal dari hasil eksplorasi pengkarya atas karakter atau tingkah laku korban sijundai dan diiringi dengan mantra-mantra ritual sijundai. Metode yang digunakan yaitu pengumpukan data dan observasi lapangan, eksplorasi gerak, improvisasi, pembentukan, dan evaluasi. Karya ini digarap dengan tiga alur suasana dengan mengolah suasana tenang, tegang, dan mencekam. Tema yang digunakan dalam karya ini memilih tema magis dengan tipe abstrak. Karya ini ditarikan oleh delapan orang penari yang terdiri dari empat orang penari laki-laki dan empat orang penari perempuan.
Karya Tari  “Nan Bagandiang” Representasi Prosesi Manjopuik Limau Masyarakat Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Jenilva Magrilla; Yan Stevenson; Dony Osmond; Ariefin Alham Jaya Putra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d2z8gc13

Abstract

The Manjopuik Limau Tradition or Menjemput Limau is a tradition carried out by the Community in the Lubuk Jambi Region, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency, Riau Province. This tradition is a tradition for Maagiah Tando (giving a sign) to a girl carried out by a young man with the aim of conveying the intention of establishing a relationship with the girl. In this work, Nan Bagandiang will raise the tradition of manjopuik limau as a source of inspiration for the work. This work raises three important stages in the traditional procession, namely the delivery process, the delivery of petitah-petitih, and the procession of the procession on the banks of Batang Kuantan. This tradition is interpreted as a symbol of the sincerity of a young man in establishing a relationship with a girl towards married life. Through the development of movements based on Randai Kuantan Ali Baba, this work presents a form of group choreography that emphasizes the values of togetherness, respect for customs, and the relationship between humans and traditions that are passed down from generation to generation. Nan Bagandiang was performed at the Hoeridjah Adam performance hall with eighteen dancers. It is hoped that this dance will contribute to the preservation of regional culture, particularly that of Lubuk Jambi, Kuantan Singingi Regency