Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Global Health Science (GHS)

TINJAUAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGGUNAAN BERKAS REKAM MEDIK DI TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN DI PUSKESMAS NAILAN KABUPATEN PONOROGO Rachmad Agung Wijayana; Rumpiati Rumpiati; Dwi Nurjayanti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.294

Abstract

Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan tentunya harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai khusunya untuk rekam medik yang harus memenuhi standart yang sudah ditetapkan. Efektifitas dan efisiensi penggunaan berkas rekam medik di tempat pendaftaran sangat berpengaruh terhadap suatu pelayanan dipuskesmas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sudah efisien dan efektif atau belum dalam penggunaannya berkas rekam medik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 3 petugas pendaftaran di tempat pendaftaran pasien. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa secara deskriptif. Kata Kunci : Efektifitas, Efisiensi, Berkas Rekam Medik, Tempat Pendaftaran.
KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR RESUME MEDIS SECTION CAESARIA PASIEN RAWAT INAP DI RUANG BETHLEHEM PERIODE TRIWULAN 1 2017 DI RUMAH SAKIT GRIYA WALUYA PONOROGO Niken Kurnia Cahyati; Rumpiati Rumpiati; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.745 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.261

Abstract

Resume medis merupakan ringkasan kegiatan pelayanan medis yang diberikan tenaga kesehatan khususnya dokter selama masa perawatan hingga pasien keluar baik dalam keadaan hidup maupun meninggal. Pengisian resume medis yang tidak lengkap bisa disebabkan karena kelalaian petugas dan kurang mengertinya terhadap pentingnnya kelengkapan data pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 petugas rekam medis dan 158 formulir resume medis section caesaria. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara deskriptif. Berdasakan hasil penelitian ketidaklengkpan pengisian formulir resume medis section caesaria pasien rawat inap triwulan 1 tahun 2017 dengan sampel 158 formulir resume medis section caesaria antara lain untuk presentase ketidaklengkapan tertinggi yaitu tindakan (32%) dari 51 formulir resume medis. Diharapkan adanya pengadaan standar operasional prosedur resume medis untuk mempermudah dalam melakukan pencatatan formulir sesuai dengan ketentuan pengisian. Kata kunci: Ketidaklengkapan, Resume Medis Sectio Caesaria, Rawat inap
PELAKSANAAN PENGISIAN INFORMED CONSENT KASUS COR TINDAKAN CT-SCANT TRIWULAN IV RSU DARMAYU PONOROGO Sri Astutiningsih; Rumpiati Rumpiati; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.367 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.249

Abstract

Formulir Informed Consent merupakan persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan kepada pasien sebelum melakukan tindakan khusus. Formulir informed consent harus terisi dengan lengkap, berdasarkan penelitian di RSU Darmayu Ponorogo masih ada informed consent yang belum terisi secara lengkap. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui ketidaklengkapan pengisian formulir informed consent pasien rawat inap kasus cidera otak ringan tindakan ct-scan triwulan IV tahun 2017. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total. Populasi dalam penelitian ini adalah 56 formulir informed consent pasien rawat inap kasus cidera otak ringan tindakan ct-scan triwulan IV tahun 2017 dan 1 kepala rekam medis. Metode pengumpulan data menggunakan checklist dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian persentase kelengkapan pengisian data pada formulir informed consent pasien rawat inap kasus cidera otak ringan tindakan ct-scan triwulan IV tahun 2017 yaitu 75% dari 42 lembar formulir informed consent, sedangkan presentase kelengkapan yaitu 25% dari 12 lembar formulir informed consent. Kesimpulannya proses pengisian informed consent belum sesuai dengan SOP yang telah dibuat, belum dilakukan evaluasi tentang pengisian formulir informed consent.
TINJAUAN PERAN KODER UNTUK KLAIM BPJS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JKN DI RSU DARMAYU PONOROGO Mellinda Eka Susanti; Ike Sureni; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.734 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.266

Abstract

Dalam pelaksanaan JKN ketepatan kode yang diberikan sangat berpengaruh terhadap tarif yang diterima rumah sakit atas pelayanan kesehatan yang telah diberikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran koder untuk klaim BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan JKN di RSU Darmayu Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 koder. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tugas dan wewenang koder yaitu mengecek kelengkapan dokumen pasien BPJS, menentukan kode diagnosis penyakit dan tindakan berdasarkan ICD 10 dan ICD 9 CM, melakukan klarifikasi dengan dokter, entri data, coding/grouping dengan INA CBG 5.2, menyerahkan hasil grouping ke verifikator internal. Pelaksanaan kegiatan koder belum berjalan optimal karena masih ada kendala yaitu ketidaklengkapan dokumen, singkatan sulit dipahami, kurangnya perangkat komputer, tulisan dokter sulit terbaca, buku ICD 9 CM tidak jelas serta belum adanya SIMRS. Sarannya rumah sakit segera menerapkan penggunaan SIMRS, koder dan dokter serta tenaga kesehatan lain meningkatkan kerjasama terkait kelengkapan dokumen maupun penulisan diagnosa untuk kelancaran kegiatan pengkodean.
TINJAUAN AKURASI KODE PASIEN CEDERA PADA KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN ICD 10 DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Adinda Putri Amalia; Ani Rosita; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.976 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.246

Abstract

Ketepatan kode diagnosis berguna untuk mengindeks pencatatan penyakit dan tindakan disarana pelayanan kesehatan, dalam proses penagihan biaya pelayanan serta pelaporan morbiditas dan mortalitas. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Akurasi kode pasien cedera kasus kecelakaan lalu lintas berdasarkan ICD 10 Revisi 10 Tahun 2010 di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta checklist. Besar sampel 77 berkas rekam medis pasien cedera pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diambil dengan teknik random sampling. Data analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menjukkan 36,36% dari 28 kode telah akurat penilaian ini rendah dibandingkan 63,64% dari 49 kode tidak akurat yang menunjukan penilaian yang tinggi dikarenakan kesalahan pada digit ke -5 dan diagnosa sekunder tidak tepat. Diagnosa yang belum jelas petugas coding segera menghubungi dokter yang berwenang dalam memberikan diagnosa agar kode yang dihasilkan tepat dan akurat dan Kepala Rekam Medis mensosialisasikan SOP bagian koding agar bekerja sesuai aturan dan teori yang berlaku.
KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NONBPJS DIBAGIAN TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN DI PUSKESMAS SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO Nandya Ageng Arinda; Rumpiati Rumpiati; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.267

Abstract

Tempat pendaftaran pasien merupakan pelayanan pertama disuatu fasilitas pelayanan kesehatan. Lamanya waktu tunggu di pendaftaran dan ruang tunggu yang kurang nyaman dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan yaitu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan dengan yang diharapkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS berdasarkan dimensi kepuasan pasien dan mengidentifikasi kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS terhadap pelayanan dibagian pendaftaran di Puskesmas Sampung Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan total sampling. Populasi dalam penelitian ini pasien sejumlah 88 orang dan 2 petugas pendaftaran. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode kuesioner di Puskesmas Sampung Kabupaten Ponorogo tentang kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS dibagian pendaftaran dari 44 responden pasien BPJS sebagian besar sangat dengan presentase 56,82%%. Pasien non BPJS dari 44 responden hampir seluruhnya sangat puas dengan presentase 86,36%. diharapkan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik.
PENAMBAHAN ISI FORMULIR REKAM MEDIS GAWAT DARURAT DI PUSKESMAS KARE KABUPATEN MADIUN Ika Trisni Fajarwati; Rumpiati Rumpiati; Ike Sureni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.494 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.259

Abstract

Penambahan ini berfungsi untuk menambah kelengkapan informasi pasien saat di pelayanan UGD. Penambahan berupa perintah pengisian, identitas, triase, riwayat alergi, note book, assesmen nyeri, tindakan, obat, kondisi pasien saat keluar, tanggal keluar dan jam. Tujuan penelitian ini adalah mencantumkan poin isi yang belum ada sehingga dapat menambah kelengkapan informasi pasien di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan Research and Development. Langkah-langkah penelitian ini dimulai dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Sampel penelitian ini yaitu petugas unit gawat darurat dengan melibatkan beberapa ahli dalam penilaian, yaitu ahli pengembangan, ahli praktisi dan ahli desain. Hasil berupa produk formulir rekam medis yang baru dengan isi lebih lengkap serta terdapat tata cara pemengisian formulir. Kesimpulan penelitian ini yaiu di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun terdapat kekurangan poin isi pada kolom pengisian dan juga penambahan isi belum pernah dilakukan sebelumnya. Diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bahan referensi dan bahan pertimbangan dalam melakukan penambahan isi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DIET DIABETES MELLITUS TERHADAP KONTROL GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG MAWAR RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Abdul Aziz Hunaifi; Dwi Nurjayanti; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.708 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.257

Abstract

Kontrol gula darah merupakan keadaan dimana seseorang mampu menjaga pola makan rutin memeriksa kadar gula darahnya (GDA). Tujuan penelitian ini ialah agar dapat mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang diet diabetes mellitus terhadap kontrol gula darah pasien diabetes mellitus di ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain penelitian pada penelitian ini adalah studi korelasional dengan menggunakan rancangan penelitian survey cros sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus di ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling yaitu consecutive sampling. Variabel independennya adalah tingkat pengetahuan diet Diabetes Mellitus sedangkan variable dependennya adalah kontol gula darah. Uji statistic yang digunakan adalah SpearmanRank. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang. Berdasarkan hasil uji statistic Spearman Rank maka didapatkan nilai probabilitas atau ρ = 0,002. Oleh karena ρ < 0,05 (0,002
MANAJEMEN ORGANISASI SUMBER DAYA MANUSIA DI UNIT KERJA REKAM MEDIK RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH PONOROGO Khasyyati Setya Wardani; Rumpiati Rumpiati; Anjarie Dharmastuti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.288 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.104

Abstract

Manajemen sumber daya manusia adalah proses menangani masalah pada ruang lingkup perusahaan untuk menunjang aktivitas organisasi guna mencapai tujuan dari organisasi. Pengorganisasian yang baik menghasilkan bentuk organisasi yang baik. Sumber daya manusia merupakan aset berharga yang dimiliki perusahaan. Unit kerja rekam medik merupakan salah satu organisasi pendukung kegiatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan wawancara. Populasi dan sampel pada penelitian ini sebanyak 18 petugas. Pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen organisasi sumber daya manusia di unit kerja rekam medik Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo perlu dikelola dan diorganizing dengan baik agar petugas dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab dan batasan kerja pada masing-masing unit kerja rekam medik. Sumber daya manusia di unit kerja rekam medik Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo sudah mencukupi. Rekam medik tidak segera diolah oleh petugas assembling karena petugas assembling juga sebagai petugas filling. Kesamaan antara tupoksi pendaftaran dengan tupoksi di unit KLPCM yaitu proses pengecekan rekam medik. Petugas yang berada di unit kerja rekam medik melakukan tanggung jawab pekerjaan sesuai dengan bidang dan batasan kerja. Kata Kunci: Manajemen Organisasi, Sumber Daya Manusia, Unit Kerja Rekam Medik
TINJAUAN PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN BERKAS REKAM MEDIS PADA KASUS UNCLAIMED BPJS RAWAT JALAN DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Fitri Rofi&#039;atul Habibah; Ani Rosita; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.721 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.258

Abstract

Pengisian dokumen rekam medis terlaksana baik jika didukung oleh kelengkapan dokumen rekam medis Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo, terdapat 10% dari data 2.219 berkas unclaimed pada dokumen rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo pada pengisian formulir berkas resume medis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab ketidaklengkapan data dokumen rekam medis pada kasus unclaimed BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Umum Muhamadiyah Ponorogo. Jenis penelitian adalah deskriptif, kumpulam data menggunakan observasi dan wawancara. Sampel sebesar 88 dokumen rekam medis pasien BPJS rawat jalan . Teknik pengambilan sampel yang digunakan sample random sampling. Hasil penelitian Ketidaklengkapan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo sebesar 16 tidak lengkap dari 88 sampel dokumen rekam medis pasien BPJS Kesehatan. Disebabkan oleh tidak adanya diagnosa ditulis oleh dokter pada lembar resume medis. Kata kunci: Ketidaklengkapan berkas, Rekam medis, Unclaimed BPJS