Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA Syamsu Dwi Wahyuni; Rumpiati Rumpiati; Rista Eko Muji Lestari Ningsih
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.745 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.100

Abstract

Pola makan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan gastritis. Oleh karena itu perlunya mengatur pola makan yang baik dan teratur sebagai salah satu tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Gastritis pada Remaja di Pondok Pesantren Al-Munjiyah Durisawo Kelurahan Nologaten Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian studi Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian seluruh santri di Pondok Pesantren Al-Munjiyah Durisawo Kelurahan Nologaten Kabupaten Ponorogo tahun 2017. Tehnik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Variabel independent adalah Pola Makan, sedangkan variabel dependent adalah Kejadian Gastritis. Uji statistik yang digunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan kurang baik yaitu sebanyak 52 responden (54.7%) dan sebagian besar responden terjadi gastritis yaitu sebanyak 62 responden (65.3%). Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rank didapatkan hasil ρ value = 0.000 ρ < 0.05, maka H0 ditolak berarti Ada Hubungan antara Pola Makan dengan Kejadian Gastritis pada Remaja di Pondok Pesantren Al-Munjiyah Durisawo Kelurahan Nologaten Kabupaten Ponorogo, dengan tingkat korelasi -0.713 berarti korelasi memiliki keeratan sangat kuat dimana semakin baik pola makan remaja semakin rendah tingkat kejadian gastritis. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar siswa tetap menjaga status kesehatan mereka dengan menjaga pola makan yang teratur dan mencegah penyebab yang dapat merangsang gastritis. Kata Kunci : Pola Makan, Kejadian Gastritis, Remaja
HUBUNGAN WAKTU PELAYANAN DI TEMPAT PENDAFTARAN DENGAN KEPUASAN PASIEN POLIKLINIK DI PUSKESMAS PULUNG PONOROGO Triyana Mei Siti Susanti; Rumpiati Rumpiati; Dwi Nurjayanti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.264

Abstract

Pelayanan yang cepat dan tepat merupakan keinginan setiap pasien. Waktu tunggu pelayanan kecepatan penyediaan berkas rekam medis sampai poliklinik yang dituju menjadi indikator dalam kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu pelayanan di tempat pendaftaran dengan kepuasan pasien poliklinik di Puskesmas Pulung Ponorogo. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian adalah 129 pasien. Analisis data yang digunakan analisis spearman rank. Hasil waktu pelayanan yang tidak sesuai standar adalah 26,36 % dan untuk tingkat kepuasan pasien poliklinik adalah 50,39 % puas, 39,53% cukup puas, 4,65 % kurang puas, 3,88 % tidak puas dan 1,55% sangat puas. Hasil uji spearman rank diperoleh nilai ρ value < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan ada hubungan waktu pelayanan di tempat pendaftaran dengan kepuasan pasien poliklinik di Puskesmas Pulung Ponorogo.
PENGGUNAAN KARTU IDENTITAS BEROBAT (KIB) DALAM PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN DI UPT PUSKESMAS SIMAN KABUPATEN PONOROGO Dya Nur Haviva; Rumpiati Rumpiati; Dwi Nurjayanti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.903 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.248

Abstract

Kartu Identitas Berobat (KIB) merupakan kartu identitas pasien yang digunakan untuk memperoleh pelayanan kesehatan, terutama digunakan untuk melakukan penyediaan berkas rekam medis saat melakukan pendaftaran. Desain penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas rekam medis bagian pendaftaran pasien yang berjumlah 2 orang, sampel yang diambil adalah 10 berkas rekam medis. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan KIB kurang maksimal dan penyediaan berkas rekam medis yang didapat yaitu 4 berkas rekam medis yang terlambat (40%), 3 dokumen yang tepat waktu (30%), dan 3 berkas rekam medis yang kurang dari 10 menit (30%). Sedangkan faktor pada penggunaan KIB yaitu kurangnya evaluasi kepada pasien dan evaluasi terhadap petugas pendaftaran pasien.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyelenggaraan Kartu Identitas Berobat (KIB) pada Sistem Penomoran Unit di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan RSU Darmayu Ponorogo Brenda Hapsari Eka Saputri; Ani Rosita; Rumpiati Rumpiati
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 5 No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v5i1.91

Abstract

Organizing identity card medical treatment (KIB) on unit numbering system has not been suitable Standard Operational Procedure (SOP) old outpatient patient registration. The purpose of this research is to know the factors that affect the organization of the identity card for the medical treatment (KIB) on unit numbering system in place of the outpatient registration RSU Darmayu Ponorogo. The design of this research is a descriptive qualitative approach. The sampling techniques used in saturated and incidental sampling. The population of this entire research officer at the place of registration of the outpatients numbered 7 people and outpatients who visit in April 2018. Method of collecting data using interviews, questionnaires and observation. Data analysis using descriptive analysis. Based on the results of research conducted at RSU Darmayu Ponorogo is a factors that affects the educational qualifications of the officers outpatient registration there has not beengraduates of the medical record, there hasn't been written to build SOP KIB for new patient, facilities and infrastructure are inadequate. RSU DarmayuPonorogo parties expected to evaluate activities of the outpatient registration officers, evaluate SOP patient registration, and add to the completeness of facilities and infrastructure.
FAKTOR BUDAYA (ADAT JAWA) DENGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU DALAM PERAWATAN PADA MASA NIFAS R, Rumpiati
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.521 KB) | DOI: 10.30604/jaman.v3i1.410

Abstract

Masa Nifas adalah masa pemulihan pasca persalinan hingga seluruh organ reproduksi wanita pulih kembali sebelum kehamilan berikutnya. Angka kematian ibu di Indonesia m Masih menjadi salah satu tujuan penting untuk di turunkan. Pada tahun 2015 AKI tercatat 305 per 100 ribu kelahiran hidup dari target seharusnya 102 per 100 ribu kelahiran hidup .Masalah kesehatan ibu dan anak tidak terlepas dari faktor-faktor sosial budaya dan lingkungan di dalam masyarakat tempat mereka berada. Di sadari atau tidak, faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan tradisional seperti konsep-konsep mengenai berbagai pantangan, hubungan sebab akibat, dan konsep tentang sehat sakit, serta kebiasaan-kebiasaan ada kalanya mempunyai dampak positif atau negatif terhadap terhadap kesehatan ibu dan anak. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman ibu dan adat istiadat dalam perawatan masa nifas. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi diskriptif. Lokasi Penelitian di Ruang Seruni RSUD dr.Darsono Kab. Pacitan. Responden dalam penelitian ini adalah ibu dengan kelahiran normal di Ruang Seruni Sebanyak 10 Partisipan dengan purposive sampling, di analisis dengan menggunakan content analisis, Penelitian ini menemukan pengalaman partisipan dalam perawatan masa nifas Brokohan, mandi wuwung, tarak/pantang makanan,minum jejamuan, memakai bengkung, dan KB alami dan mandiri.Manfaat minum jejamuan setelah melahirkan mempunyai dampak yang positif terhadap kesehatan ibu . Budaya yang berkembang dalam masyarakat tidak selamanya merugikan bagi dunia kesehatan , adapula yang bermanfaat maka dari itu perlu bagi kita untuk melestarikan budaya-budaya yang bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Untuk dapat melaksanakan perawatan nifas partisipan ,tidak hanya pengetahuan, sikap dan masih perlu adanya dukungan dari bidan, keluarga, orang tua, dan masyarakat setempat.
Women Empowerment in Health: Systematic Review Rumpiati, Rumpiati; Murti, Bhisma; Peristiowati, Yuly; Katmini, Katmini
Indonesian Journal of Medicine Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/theijmed.2023.8.2.630

Abstract

Background: Women's Empowerment is an integral part of human rights and development because the value system leads to the development of a good family, community, and country. Empowerment of women can have important implications for health in the form of education, access, and change in terms of services and family welfare. This systematic review aims to determine the influence and model of empowerment of women in the health sector.Subjects and Method:  This systematic review begins with searching data using 5 databases with keywords women’s empowerment, women’s health, and empowerment model. Researchers used five databases, PubMed, Scopus, Science Direct, Springer Link, and BMC with a range of 2017-2022. Articles were searched using keywords that had been determined by the researcher then the articles were extracted based on criteria inclusion and exclusion using the PRISMA protocol. Thus, 11 articles were found that matched the criteria of JBI's critical assessment tool for analysis.Results:  A total of 11 studies were included in the analysis originating from several countries such as Iran, Australia, and the Netherlands. Empowerment of women is a multilevel construction that refers to individuals, organizations, and society. Women's empowerment needs to involve mutual respect, critical reflection, caring and group participation, where people gain greater access to and control over their resources.Conclusion:  Factors that influence women's empowerment are age, education, occupation, religion, marital status, socio-economic, demographics, different behavior, special characteristics of society, household harmony, place of residence, mobility, decision-making, social life, media exposure, information technology, socio-culture and access to health services. The women's empowerment model that has been developed refers to 3 domains: micro, meso, and social capital levels; as well as macro level.Keywords: empowerment, women, model, healthCorrespondence: Rumpiati. Institute of Health Science STRADA Indonesia Jl. Sumberece 37 Tosaren Pesantren Kota Kediri. Email: rumpiati75@gmail.com. Mobile: +62812-3007-1403.Indonesian Journal of Medicine (2023), 08(02): 194-203https://doi.org/10.26911/theijmed.2023.08.02.09 
GAMBARAN PERUBAHAN BERAT BADAN TERHADAP PEMAKAIAN KB PIL KOMBINASI DI RSB AL HASANAH KOTA MADIUN Rumpiati Rumpiati
Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga berencana merupakan metode pengendalian kelahiran yang memungkinkan seseorang untuk menunda atau mencegah reproduksi. Kontrasepsi hormonal jenis pil kombinasi di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya efektif dan reversible. Dapat dipakai semua ibu usia repoduksi baik yang sudah mempunyai anak maupun belum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Perubahan Berat Badan Terhadap Pemakaian KB Pil Kombinasi di RSB AL HASANAH KOTA MADIUN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasi seluruh akseptor KB Pil Kombinasi di RSB AL HASANAH KOTA MADIUN  dengam teknik sampling total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami perubahan berat badan sejumlah 16 responden atau 64% dan hampir sebagian responden  tidak mengalami perubahan berat badan sejumlah 9 responden atau 36%. Dari 16 responden yang mengalami perubahan berat badan, ada yang mengalami perubahan dari berat normal ke obesitas satu sebanyak 2 orang atau 8 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden mengalami perubahan berat badan. Untuk itu diperlukan peran petugas kesehatan dalam pemberian penyuluhan kesehatan atau konseling kepada akseptor KB tentang efek samping KB pil kombinasi dan cara penanganannya serta dibutuhkan pengetahuan yang baik dari akseptor KB pil kombinasi agar tidak terjadi perubahan berat badan yang tidak diinginkan.Kata Kunci : KB Pil Kombinasi, Perubahan Berat Badan
HUBUNGAN JUMLAH DAN KEAKTIFAN PETUGAS POSYANDU DENGAN JUMLAH KEHADIRAN BALITA DI KELURAHAN NAMBANGAN LOR MADIUN Rumpiati Rumpiati
Jurnal Keperawatan Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu adalah suatu kegiatan masyarakat untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun. Masalah utama penelitian ini adalah Cakupan kunjungan balita dan balita yang ditimbang (D/S) di Posyandu Kelurahan Nambangan Lor, Madiun masih dibawah target (< 80%). Hal ini dapat dilihat pada bulan Juni terdapat jumlah balita yang menimbang (D) 406 balita dan jumlah seluruh balita (S) 593 balita, sehingga D/S 68,46%. Untuk itu perlu dilaksanakan kajian tentang berbagai macam hal yang mempengaruhi masalah tersebut. Dalam hal ini peneliti menggunakan petugas posyandu sebagai obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan jumlah dan keaktifan petugas posyandu dengan jumlah kehadiran balita di Posyandu. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang populasinya adalah semua petugas posyandu (bidan dan kader) sebanyak 82 orang, jumlah balita sebanyak 662 balita dalam 16 posyandu. Menggunakan total populasi dengan jumlah sampel 16 posyandu yang terdiri seluruh petugas posyandu (bidan dan kader) dan seluruh balita. Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas adalah jumlah dan keaktifan petugas posyandu dan variabel terikat adalah jumlah kehadiran balita ke Posyandu. Pada penelitian ini, digunakan data primer yang diperoleh dengan lembar observasi, dan data sekunder yang diperoleh dari kohort balita. Skala yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah skala nominal. Sedangkan untuk analisa data menggunakan uji statistik Fisher Exact dengan tingkat kesalahan 0,05 jika (p = < 0,05) H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (p = > 0,05) H0 diterima. Jumlah dan keaktifan petugas posyandu di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun diketahui dari 16 posyandu terdapat 8 posyandu dengan 50% petugas posyandu cukup aktif dan 8 posyandu dengan 50% petugas posyandu tidak cukup aktif. Sedangkan jumlah kehadiran balita (D/S) diketahui dari 16 posyandu didapatkan 1 posyandu yang memenuhi target 80% dengan presentasi 6,25% dan 15 posyandu tidak memenuhi target 80% dengan presentasi 93,75%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa jumlah dan keaktifan petugas posyandu belum baik. Selain itu bahwa jumlah dan keaktifan petugas posyandu tidak ada hubungan yang bermakna dengan jumlah kehadiran balita di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun. Menambah reaword untuk kader, pemetaan kembali jadwal posyandu. Kata Kunci : Jumlah dan Keaktifan Petugas Posyandu, Jumlah Kehadiran Balita
HUBUNGAN JUMLAH DAN KEAKTIFAN PETUGAS POSYANDU DENGAN JUMLAH KEHADIRAN BALITA DI KELURAHAN NAMBANGAN LOR MADIUN Rumpiati Rumpiati
Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Posyandu adalah suatu kegiatan masyarakat untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun. Masalah utama penelitian ini adalah Cakupan kunjungan balita dan balita yang ditimbang (D/S) di Posyandu Kelurahan Nambangan Lor, Madiun masih dibawah target (< 80%). Hal ini dapat dilihat pada bulan Juni terdapat jumlah balita yang menimbang (D) 406 balita dan jumlah seluruh balita (S) 593 balita, sehingga D/S 68,46%. Untuk itu perlu dilaksanakan kajian tentang berbagai macam hal yang mempengaruhi masalah tersebut. Dalam hal ini peneliti menggunakan petugas posyandu sebagai obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan jumlah dan keaktifan petugas posyandu dengan jumlah kehadiran balita di Posyandu. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang populasinya adalah semua petugas posyandu (bidan dan kader) sebanyak 82 orang, jumlah balita sebanyak 662 balita dalam 16 posyandu. Menggunakan total populasi dengan jumlah sampel 16 posyandu yang terdiri seluruh petugas posyandu (bidan dan kader) dan seluruh balita. Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas adalah jumlah dan keaktifan petugas posyandu dan variabel terikat adalah jumlah kehadiran balita ke Posyandu. Pada penelitian ini, digunakan data primer yang diperoleh dengan lembar observasi, dan data sekunder yang diperoleh dari kohort balita. Skala yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah skala nominal. Sedangkan untuk analisa data menggunakan uji statistik Fisher Exact dengan tingkat kesalahan 0,05 jika (p = < 0,05) H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (p = > 0,05) H0 diterima. Jumlah dan keaktifan petugas posyandu di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun diketahui dari 16 posyandu terdapat 8 posyandu dengan 50% petugas posyandu cukup aktif dan 8 posyandu dengan 50% petugas posyandu tidak cukup aktif. Sedangkan jumlah kehadiran balita (D/S) diketahui dari 16 posyandu didapatkan 1 posyandu yang memenuhi target 80% dengan presentasi 6,25% dan 15 posyandu tidak memenuhi target 80% dengan presentasi 93,75%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa jumlah dan keaktifan petugas posyandu belum baik. Selain itu bahwa jumlah dan keaktifan petugas posyandu tidak ada hubungan yang bermakna dengan jumlah kehadiran balita di Kelurahan Nambangan Lor, Madiun. Menambah reaword untuk kader, pemetaan kembali jadwal posyandu. Kata Kunci : Jumlah dan Keaktifan Petugas Posyandu, Jumlah Kehadiran Balita
Therapeutic Communication with Patient Anxiety Levels During Operation Preparation: A Cross-Sectional Study Mahyuvi, Tata; Masqurotin, Masqurotin; Rumpiati, Rumpiati
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 6 No. 4 (2023): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v6i4.716

Abstract

Background: Good therapeutic communication, besides being able to create a therapeutic relationship between nurses and patients, can also have an impact on improving the patient's psychology, including eliminating anxiety. Objective: This study aimed to determine the relationship between therapeutic communication and the patient's stress level when preparing for surgery in the Inpatient Room of the Surabaya A.Yani Islamic Hospital. Methods: Analytical research design with a correlational analytic approach. The sample size is 64 respondents with a purposive sampling technique. The independent variable is therapeutic communication, and the dependent is anxiety. The data collected using questionnaires on nurses' therapeutic communication and patient anxiety was given directly to patients. Analysis using Chi-Square. Results: The study's results of 64 respondents were obtained; most (60.9%) stated that the nurse's therapeutic communication was good, and most (60.9%) indicated they did not experience anxiety when undergoing surgery. There is a relationship between therapeutic communication and the patient's stress level during surgery preparation at the Surabaya A.Yani Islamic Hospital. Conclusion: Nurses in the ward with good therapeutic communication will reduce patient anxiety during surgery preparation. Recommendation: Nurses are expected to consistently provide good therapeutic communication to create a calm and comfortable atmosphere for patients in the hospital. It is necessary to research further the factors that can influence therapeutic communication and aspects of patient anxiety