Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usaha, Economic Value Added dan Strategi Green Digital Marketing pada Usaha Minapadi dalam Menjangkau Generasi Digital Chairilisa Azzahra; Lies Setijaningsih
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.11899

Abstract

Ketahanan pangan global saat ini menghadapi tantangan besar akibat pertumbuhan populasi yang tidak sebanding dengan ketersediaan sumber daya yang ada. Di Indonesia, sektor pertanian dituntut untuk lebih adaptif terhadap fluktuasi harga komoditas dan peningkatan biaya produksi. Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System–IFS) melalui budidaya minapadi (padi-ikan) menawarkan solusi strategis dengan prinsip simbiosis mutualisme antara tanaman padi dan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha, Economic Value Added (EVA), serta strategi green digital marketing pada usaha minapadi dalam menjangkau generasi digital. Selain aspek produksi dan ekonomi, penelitian ini juga mengkaji pemanfaatan pemasaran digital berbasis konsep green product untuk meningkatkan nilai tambah produk minapadi di era transformasi digital. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan uji kelayakan usaha dan EVA untuk mengukur kemampuan usaha dalam menghasilkan nilai di atas biaya modal dan operasional, serta analisis strategi pemasaran digital melalui media sosial dan konten berbasis keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi usaha minapadi mampu menciptakan sumber pendapatan ganda (multiple income), meningkatkan profitabilitas petani kecil, dan memperkuat ketahanan finansial rumah tangga tani di tengah ketidakpastian ekonomi global. Implementasi strategi green digital marketing juga terbukti efektif dalam meningkatkan daya tarik produk bagi generasi digital yang lebih peduli terhadap isu kesehatan, keberlanjutan, dan konsumsi ramah lingkungan
Financial Soundness Analysis of Indonesian Regional Development Banks: A Comparative Case Study Based on the RGEC Framework Vicka Pramudya Putra; Chairilisa Azzahra
Golden Ratio of Auditing Research Vol. 6 No. 2 (2026): February - June
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grar.v6i2.2428

Abstract

Regional Development Banks (RDBs) support regional economic growth through financial intermediation, fund management, and MSME financing. This study examines the financial soundness and governance performance of Bank BJB and Bank Jatim using the RGEC framework during 2021–2025. Using a descriptive quantitative approach, Risk Profile is measured by NPL and LDR, Earnings by ROA and NIM, Capital by CAR, and governance by GCG self-assessment ratings. The findings show that both banks maintained generally sound conditions but had different strengths. Bank BJB performed better in credit quality and governance, while Bank Jatim showed stronger profitability and capital adequacy. Overall, the RGEC framework effectively captures differences in bank soundness across risk, governance, earnings, and capital dimensions. The study highlights the need for RDBs to strengthen risk management, governance, profitability, and capital resilience to support sustainable banking performance.
Pengaruh Risiko Kredit, Likuiditas, Permodalan, Ukuran Bank, dan Kinerja Intermediasi terhadap Profitabilitas Bank Pembangunan Daerah di Indonesia Vicka Pramudya Putra; Heri Faisal Harahap; Chairilisa Azzahra
AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/akua.v5i3.8538

Abstract

This study analyzes how credit risk, liquidity, capital adequacy, bank size, and intermediation performance influence the profitability of Regional Development Banks in Indonesia. Profitability is proxied by Return on Assets, while credit risk is proxied by Non-Performing Loan, liquidity by Loan to Deposit Ratio, capital adequacy by KPMM/CAR, bank size is represented by the natural logarithm of total assets, while intermediation performance by Net Interest Margin and loan distribution. This study uses a quantitative approach based on quarterly panel data from 17 Regional Development Banks during the 2018–2025 period. The data are analyzed using panel data regression in Stata, with three estimation approaches: the Common Effect Model, Fixed Effect Model, and Random Effect Model. The model selection test shows that the Fixed Effect Model is the most suitable estimation model. The findings show that all independent variables simultaneously affect ROA. Partially, NIM positively and significantly affects ROA, whereas NPL has a significant negative effect on ROA. Meanwhile, LDR, KPMM, bank size, and loan distribution do not significantly affect ROA. These results suggest that BPD profitability is more strongly determined by credit quality and the ability to generate net interest income.
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Penguatan Peran Perempuan dalam Ketahanan Keluarga Triana Dewi Salma; Chairilisa Azzahra; Ashr Lian Alviani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/73mcxv43

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi berbagai aktivitas keluarga, mulai dari komunikasi, transaksi keuangan, pendampingan anak, hingga pengembangan usaha rumahan. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut belum selalu diikuti dengan pemahaman yang memadai mengenai keamanan digital, perlindungan data pribadi, penipuan daring, hoaks, pinjaman online ilegal, dan penyalahgunaan kecerdasan buatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan, dengan melibatkan 50 peserta dari anggota PKK dan perwakilan perempuan di lingkungan kelurahan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital secara aman, bijak, produktif, dan bertanggung jawab dalam mendukung ketahanan keluarga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyuluhan interaktif, contoh kasus, tanya jawab, refleksi pengalaman, serta evaluasi lisan terstruktur. Materi kegiatan mencakup pengelolaan keuangan digital, pemanfaatan media digital untuk usaha rumahan, pendampingan anak dalam penggunaan gawai, keamanan bermedia sosial, kewaspadaan terhadap risiko digital, dan penggunaan kecerdasan buatan secara bijak. Hasil evaluasi menunjukkan capaian pemahaman peserta berada pada rentang 76%–92% pada enam indikator utama. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif mampu memperkuat pemahaman awal peserta dalam memanfaatkan teknologi digital secara lebih aman, bijak, dan produktif dalam kehidupan keluarga.
Digitalisasi Bisnis Siswa: Strategi Branding dan Penjualan melalui Konvergensi Marketplace dan Linktree Chairilisa Azzahra; Putu Ruth Adwishanty; Zulham Dwi Pratikto; Novira Dian Antasari; Zulhamdani Zulhamdani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/2dqqvg87

Abstract

Pada era Revolusi Industri 4.0, kompetensi lulusan pendidikan masih belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri yang menuntut penguasaan talenta digital dan keterampilan kewirausahaan berbasis teknologi. Meskipun siswa telah terbiasa menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, namun masih terdapat kesenjangan digital tingkat kedua. khususnya dalam aspek keterampilan digital produktif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta keterampilan kewirausahaan siswa melalui pengembangan dan pelatihan platform toko daring berbasis Linktree. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan multi-tahap berbasis pengalaman langsung yang mencakup tiga tahapan utama, yaitu: (1) peningkatan literasi digital terkait pemahaman konsep branding dan pemasaran digital; (2) pelaksanaan workshop pembuatan template promosi siap pakai; serta (3) proses digitalisasi, dan presentasi hasil karya peserta. Luaran utama dari kegiatan ini adalah terbentuknya minimal satu unit toko daring skala kecil yang dikelola secara kolaboratif oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi bisnis digital, kreativitas dalam perancangan promosi, serta kemampuan siswa dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam aktivitas kewirausahaan. Rata-rata skor pre-test peserta berada pada kisaran 77%, meningkat menjadi 91% pada post-test. Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 90% menyatakan ‘sangat puas’. Kegiatan PkM ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan muda yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Pelatihan Fotografi Produk untuk Penguatan Branding Digital Siswa SMA/SMK Pancoran Ashr Lian Alviani; Chairilisa Azzahra
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/27fy8889

Abstract

Perkembangan bisnis digital menuntut generasi muda memiliki kompetensi dalam menghasilkan konten visual yang menarik sebagai bagian dari strategi branding digital. Namun, masih banyak siswa SMA dan SMK yang belum memahami teknik fotografi produk serta pemanfaatannya dalam mendukung pemasaran digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghasilkan foto produk berkualitas sebagai bekal membangun bisnis online. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis praktik yang meliputi penyampaian materi mengenai konsep dasar fotografi produk, teknik pencahayaan, komposisi, sudut pengambilan gambar, serta praktik fotografi menggunakan peralatan sederhana. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Laboratorium Universitas LIA dan dievaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pada seluruh aspek yang diukur, yaitu pencahayaan dari 75% menjadi 82%, angle dari 67% menjadi 78%, komposisi dari 81% menjadi 94%, dan warna latar dari 83% menjadi 95%. Selain itu, peserta mampu menghasilkan foto produk dan konten promosi sederhana yang sesuai dengan prinsip komunikasi visual. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan literasi digital, keterampilan fotografi produk, dan kreativitas visual siswa sebagai bekal memasuki ekosistem bisnis digital serta mengembangkan usaha secara mandiri.  
Workshop Budaya Kerja: Pengembangan Growth Mindset dan Professional Communication Siswa Siswi SMK 22 Jakarta Egi Adithia Pradana; Chairilisa Azzahra
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/g6ny2z52

Abstract

Masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja merupakan fase kritis bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sering kali menghadapi kesenjangan antara kompetensi teknis dan ekspektasi dunia industri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa SMKN 22 Jakarta melalui pengembangan growth mindset dan kemampuan professional communication di era digital. Metode yang digunakan adalah workshop intensif selama 90 menit yang mencakup penyampaian materi, simulasi dunia kerja, diskusi interaktif, serta pengenalan teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test terhadap empat indikator utama budaya kerja, yaitu kedisiplinan, saling menghargai, kerja sama, dan keterbukaan informasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh indikator. Aspek kedisiplinan meningkat dari 65% menjadi 92%, saling menghargai dari 72% menjadi 95%, kerja sama dari 60% menjadi 94%, dan keterbukaan informasi dari 58% menjadi 88%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa workshop berhasil meningkatkan pemahaman siswa sebagai bekal memasuki dunia kerja. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kesiapan kerja siswa SMK melalui pengembangan growth mindset dan professional communication. Oleh karena itu, materi budaya kerja disarankan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum maupun program Praktik Kerja Lapangan (PKL) guna memastikan keberlanjutan dampak terhadap kesiapan lulusan dalam memasuki dunia industri