Basaria Nainggolan
Institut Agama Islam Negeri Ternate, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Nazir Wakaf di Indonesia: Analisis Yuridis terhadap Kapasitas, Akuntabilitas, dan Reformasi Kelembagaan Pengelola Wakaf Putri Humaira Djufri; Basaria Nainggolan
Al-Kindi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nazir wakaf merupakan elemen sentral dalam ekosistem perwakafan di Indonesia yang menentukan keberhasilan pengelolaan dan pengembangan aset wakaf. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa problematika nazir masih menjadi hambatan utama dalam optimalisasi wakaf nasional. Artikel ini mengkaji secara yuridis berbagai persoalan yang melingkupi nazir wakaf, meliputi rendahnya kompetensi dan profesionalisme, lemahnya akuntabilitas dan transparansi, ketidakjelasan status hukum, serta belum optimalnya pembinaan dan pengawasan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Melalui pendekatan normatif dengan kajian peraturan perundang-undangan, penelitian ini menemukan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf telah memberikan kerangka hukum yang komprehensif, implementasinya masih jauh dari ideal. Diperlukan reformasi kelembagaan yang menyeluruh, peningkatan kapasitas nazir secara berkelanjutan, serta penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk mewujudkan wakaf produktif yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Wakaf dalam Hukum Positif Indonesia: Analisis Yuridis-Normatif Terhadap Regulasi, Implementasi, dan Efektivitas Kesejahteraan Nurhayati Masani; Roslan; Abubakar Mustafa; Basaria Nainggolan; Marwa
Al-Kindi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waqf has great potential to support social and economic welfare in Indonesia, but its implementation still faces various challenges. This article aims to analyze the regulation of waqf in Indonesian positive law, its implementation problems, and the effectiveness of regulations in improving public welfare. The research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings indicate that Law Number 41 of 2004 concerning Waqf has recognized cash waqf and productive waqf, but its implementation faces problems such as low certification of waqf lands, disputes with heirs, and regulatory limitations that restrict the space for the Indonesian Waqf Board (BWI). The effectiveness of waqf law is not yet optimal, as evidenced by the gap between waqf asset potential (IDR 3,500 trillion) and cash waqf realization (IDR 3.5 trillion). This research recommends revision of the Waqf Law, acceleration of waqf land certification, strengthening of public literacy, improvement of nazhir professionalism, and development of productive waqf models integrated with national development programs