Lia Nurina
Politeknik Negeri Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Perencanaan Anggaran terhadap Kinerja Keuangan dengan Sistem Informasi Akuntansi sebagai Variabel Intervening pada Perusahaan Heavy Construction & Civil Engineering Napiajo Napiajo; Lia Nurina; Marjono Marjono; Raja Sabaruddin; Audisty Prana Hardayu
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi STIEP (JES)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v11i1.710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perencanaan anggaran terhadap kinerja keuangan serta menguji peran mediasi sistem informasi akuntansi pada perusahaan heavy construction & civil engineering yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023–2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan positivisme. Populasi penelitian adalah 29 perusahaan sektor heavy construction & civil engineering di BEI, dengan sampel sebanyak 15 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan bantuan aplikasi EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perencanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap sistem informasi akuntansi, sistem informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, perencanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja keuangan serta sistem informasi akuntansi berperan sebagai variabel intervening yang signifikan (partial mediation) dalam hubungan antara perencanaan anggaran dan kinerja keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perencanaan anggaran yang baik tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga berdampak tidak langsung melalui peningkatan kualitas sistem informasi akuntansi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur manajemen keuangan dan sistem informasi, serta memberikan implikasi praktis bagi manajer proyek dan eksekutif keuangan di industri konstruksi berat dan teknik sipil.
Determinasi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Startup Digital di Indonesia: Perspektif Pecking Order Theory Lia Nurina; Napiajo Napiajo
AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/akua.v5i1.7072

Abstract

This study aims to analyze the determinants of financing decisions in Indonesian digital startups within the framework of the Pecking Order Theory (POT). The theory predicts a financing preference order starting from internal funds, followed by debt and equity. However, the distinctive characteristics of digital startups—such as the dominance of intangible assets, volatile cash flows, and rapid scaling requirements—may alter this hierarchy. This research employs an explanatory quantitative design using secondary data and purposive sampling of startups with verifiable information on founding year, firm scale, and financing history. Financing decisions are classified into internal financing, debt, and equity, and analyzed using a multinomial logit model. The main explanatory variables include firm size, age, growth stage, business risk, asset tangibility, internal funding strength, financing deficit, and prior funding experience, with subsector and year controls. The results indicate that stronger internal funds significantly reduce the likelihood of external financing, while financing deficits increase the probability of using both debt and equity. Firm size enhances access to external financing, whereas firm age and asset tangibility are more closely associated with debt financing. In contrast, the scaling stage, higher risk levels, and previous funding records tend to drive a preference for equity over debt. These findings suggest that POT applies conditionally to Indonesian digital startups, where direct transitions from internal financing to equity are more prevalent during rapid growth phases.