Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Filosofi Jou Se Ngon Sabua Masyarakat Ternate Salehuddin Mattawang; Achmad Dardirie; Irfan; Muhammad Amri; A'raf Saefuddin
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Vol. 9 No. 1 (2026): Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ezcrbm21

Abstract

This study examines the values of character education contained in the Qur’an through a thematic (maudhu’i) approach and their relevance to the philosophy of Jou Se Ngon Sabua as the local wisdom of the Ternate community, North Maluku. The moral crisis affecting the younger generation today requires solutions that are rooted not only in normative religious texts but also in local cultural values that have long been embedded in community life. Using a library research method based on thematic exegesis and an ethnopedagogical approach, this study identifies seven fundamental character values in the Qur’an: tawhid (divine unity), honesty (shidq), justice (‘adl), compassion (rahmah), responsibility, brotherhood (ukhuwwah), and humility (tawadhu’). These values have a profound relevance to the dimensions of the Jou Se Ngon Sabua philosophy, both in its vertical dimension (the relationship between humans and God) and its horizontal dimension (the relationship between human beings). This study concludes that the philosophy of Jou Se Ngon Sabua can serve as a cultural bridge in the internalization of Qur’anic values in Islamic education in Ternate.
Dimensi Sab'atu Abwab: Tafsir Maudhu'i tentang Terminologi dan Hirarki Nama-Nama Neraka dalam Al-Qur'an Samsul Ma'arif; Salehuddin Mattawang; Rusdi Sofian; Wardila Deto; Agustang K
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1358

Abstract

Penelitian ini menelaah istilah Jahannam, Jah??m, dan Saqar dalam Al-Qur'an melalui pendekatan Tafsir Maudhui guna mengidentifikasi makna dasar, cakupan semantik, serta hubungan hierarkis di antara ketiganya dalam konteks Sabatu Abwab (tujuh pintu neraka). Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga istilah tersebut tidak bersifat sinonim, melainkan menggambarkan tingkatan azab yang berbeda sesuai akar linguistik dan konteks penggunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Jahannam menggambarkan tempat kembali yang luas, dalam, dan gelap; Jahannam menyoroti kobaran api yang sangat dahsyat; sementara Saqar menghadirkan deskripsi azab paling berat yang membakar habis tanpa menyisakan apa pun. Berdasarkan analisis ayat-ayat terkait, penelitian ini menyimpulkan adanya susunan hierarkis yang menempatkan masing-masing istilah pada tingkat yang berbeda dalam struktur tujuh pintu neraka, sehingga mengungkap kompleksitas konsep azab serta manifestasi keadilan Ilahi dalam perspektif eskatologi Islam.
Tafsir Audiovisual M. Quraish Shihab: Mengungkap Makna Sosial Qs. al-Ma'un dalam Program Acara “Shihab & Shihab” Salehuddin Mattawang; Achmad Dardirie; Irfan Irfan
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5792

Abstract

Artikel ini membahas mengenai penafsiran ayat-ayat al-Qur’an oleh M. Quraish Shihab dalam program acara “Shihab dan Shihab” pada konten youtube “Najwa Shihab”. Media digital yang semakin berkembang menjadikan para pendakwah juga memanfaatkan ini untuk memperluas jaringan dakwahnya. Program acara “shihab dan shihab” dikemas oleh M. Quraish Shihab dan Najwa Shihab yang menerangkan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini secara spesifik membahas penafsiran M. Quraish Shihab mengenai QS. Al-Maun dengan menggunakan Metode Maudu’i yakni metode penafsiran al-Qur’an secara tematis. Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab memiliki karakteristik penafsiran yang bercorak sosial-kemasyarakatan dengan mendeskripsikan fenomena komunikasi dakwah audiovisual yang dikemas dengan konsep kekinian sehingga lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh audiens. Dalam QS al-Maun menerangkan tentang urgensi kepedulian pada kaum lemah, terlebih pada anak yatim dan orang miskin, dan poin inti dari shalat yang didirikan bukan hanya sekedar ibadah ritual semata namun lebih pada sikap sosial, kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi kepada sesama. Hal-hal yang mempengaruhi penafsiran tersebut adalah referensi dari kitab tafsir klasik hingga modern, potret singkat M. Quraish Shihab serta relevansinya dengan situasi masyarakat Indonesia saat ini.