Dwi Christina Rahayuningrum
Universitas Syedza Saintika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENTAL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KONFORMITAS emira apriyeni; Helena Patricia; Dwi Christina Rahayuningrum; veolina irman
Jurnal Abdimas Saintika Vol 8, No 1 (2026): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v8i1.30945

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial, khususnya tekanan teman sebaya yang dapat mendorong perilaku konformitas negatif. Secara global, sekitar 70% remaja memiliki pengetahuan tentang konformitas yang masih rendah, sehingga mudah terpengaruh dalam pengambilan keputusan berisiko. Tujuan dari kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan mental dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang konformitas di SMK N 1 Padang. Metode yang digunakan adalah ceramah dan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja mengenai fenomena konformitas remaja. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu remaja SMK N 1 Padang. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan remaja dimana terlihat adanya peningkatan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari rata-rata kuesioner pre dan post test yaitu sebesar 5,7 point. Diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman konformitas pada remaja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG Etri Yanti; Dwi Christina Rahayuningrum; Eliza Eliza; Ratna Indah Sari Dewi; Yola Indriyani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2960

Abstract

ABSTRAKMasalah gizi pada anak balita merupakan isu global yang memiliki dampak sistemik signifikan, termasuk di Indonesia, di mana kekurangan gizi atau gizi buruk tidak hanya meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, tetapi juga berdampak pada penurunan kecerdasan serta daya saing anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung, Kota Padang Tahun 2024.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita sebanyak 565 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga didapat sampel sebanyak 54 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian didapatkan 44% dikategorikan dalam status gizi buruk,39% mengalami penyakit infeksi, 59% memiliki sikap negatif, pengetahuan ibu 54% kurang. Analisis bivariat menemukan ada hubungan antara penyakit infeksi dan status gizi balita (r = 0.579, p = 0.000), sikap ibu dan status gizi balita (r = 0.476, p = 0.000), serta pengetahuan ibu tentang gizi dan status gizi balita (r = 0.485, p = 0.000). Jadi, kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara penyakit infeksi, sikap, dan pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini kepada kader posyandu untuk memberikan penyuluhan kesehatan mengenai gizi pada balita guna memperbaiki pemahaman ibu mengenai pencegahan gizi buruk pada balita.Kata Kunci : Balita, Status Gizi, Penyakit Infeksi, Sikap Ibu, Pengetahuan IbuABSTRACTNutritional issues among toddlers are a global concern with significant systemic impacts, including in Indonesia, where malnutrition or poor nutrition not only increases the risk of morbidity and mortality but also affects children's cognitive development and future competitiveness. This study aims to analyze the factors associated with the nutritional status of toddlers in the working area of Lubuk Begalung Health Center, Padang City.This research employs a descriptive analytical method with a cross-sectional design. The study was conducted July 2024. The population consisted of 565 mothers with toddlers with a sample of 54 mothers selected using purposive sampling based on the Slovin formula. Data collection was carried out through questionnaires.Data analysis included analysis using the Chi-Square test.The analyze showed that (44%) were classified as malnourished, A total of (39%) had experienced infectious diseases,(59%) had negative attitudes.Maternal knowledge of nutrition was (54%) had insufficient knowledge. The bivariate analysis found relationship between infectious diseases and toddlers' nutritional status (r = 0.579, p = 0.000), maternal attitudes and toddlers' nutritional status (r = 0.476, p = 0.000), and maternal knowledge of nutrition and toddlers' nutritional status (r = 0.485, p = 0.000). In conclusion, there is a significant association between infectious diseases, maternal attitudes, and maternal knowledge with the nutritional status of toddlers.suggestion that can be given in this study to posyandu cadres to provide health education on nutrition in toddlers in order to improve maternal understanding of preventing malnutrition in toddlres. Keywords: Toddlers, Nutritional Status, Infectious Diseases, Mother's Attitude, Mother'Knowledge
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN KLIEN MENGONTROL HALUSINASI Dwi Christina Rahayuningrum; Emira Apriyeni; Helena Patricia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.3099

Abstract

ABSTRAK  Penderita skizofrenia meningkat setiap tahunnya diperkirakan 2-3% diantaranya mengalami halusinasi dengan gejala mengalami kehilangan kontrol dalam diri yang ditandai dengan panik dan perilakunya sulit untuk dikendalikan. Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan perlu dilakukan penanganan salah satunya dengan terapi aktifitas kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi aktifitas kelompok terhadap kemampuan klien mengontrol halusinasi di Yayasan Pelita Jiwa Insani Kota Padang. Desain penelitian quasi eksperimental one group pre post test design. Penelitian dilaksanakan di Yayasan Pelita Jiwa Insani dengan populasi seluruh klien gangguan jiwa yang mengalami halusinasi di Yayasan Pelita Jiwa Insani berjumlah 87 orang, teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan kriteria inklusi klien berjenis kelamin laki-laki dan menjalani rehabilitasi minimal 2 bulan dengan diagnosa halusinasi yang berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan. rata-rata kemampuan responden mengontrol halusinasi sebelum dilakukan terapi aktivitas kelompok adalah 8.3 dan rata-rata kemampuan responden mengontrol halusinasi sebelum dilakukan terapi aktivitas kelompok adalah 12.3. Hasil uji statistik Paired T-test terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi aktivitas kelompok dengan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi p-value = 0,000. Disarankan perawat petugas di Yayasan dapat melaksanakan Terapi Aktivitas Kelompok secara rutin kepada pasien yang mengalami halusinasi. Kata Kunci : Halusinasi,; Terapi Aktivitas Kelompok; Skizofrenia; Rehabilitasi  ABSTRACTSchizophrenia sufferers increase every year, an estimated 2-3% of whom experience hallucinations with symptoms of loss of self-control, characterized by panic and behavior that is difficult to control. To minimize the impact, treatment needs to be done, one of which is group activity therapy. The aim of this research was to determine the effect of group activity therapy on clients' ability to control hallucinations at the Pelita Jiwa Insani Foundation, Padang City. Quasi experimental research design, one group pre post test design. The research was carried out at the Pelita Jiwa Insani Foundation with a population of all clients with mental disorders who experienced hallucinations at the Pelita Jiwa Insani Foundation totaling 87 people, the sampling technique was purposive sampling with the inclusion criteria of clients being male and undergoing rehabilitation for at least 2 months with a diagnosis of hallucinations. totaling 10 people. The research results show. The average ability of respondents to control hallucinations before group activity therapy was 8.3 and the average ability of respondents to control hallucinations before group activity therapy was 12.3. The results of the Paired T-test statistical test showed a significant influence between the provision of group activity therapy and the patient's ability to control hallucinations, p-value = 0.000. It is recommended that nurse staff at the Foundation carry out Group Activity Therapy regularly for patients who experience hallucinations. Keywords: Hallucinations; Group Activity Therapy; Schizophrenia; Rehabilitation
Peningkatan Pengetahuan Siswi SMP 43 Padang tentang SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Etri Yanti; Dwi Christina Rahayuningrum; Eliza Eliza,; Ratna Indah Sari Dewi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30633

Abstract

 ABSTRAK Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah tumor jinak payudara yang umum terjadi pada wanita usia remaja hingga dewasa muda dan dapat menjadi  faktor  risiko  kanker  payudara.  Deteksi  dini  melalui  Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sangat penting untuk mengenali kelainan sejak awal. Namun, pengetahuan tentang SADARI pada siswi SMP di SMPN 43 Padang, masih rendah sehingga diperlukan intervensi pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabmasi ini bertujuan meningkatkan   pengetahuan  pada  siswi  tentang SADARI . Metode pengabmas dengan melakukan edukasi dan mengevaluasi denganmembagikan kuesioner pre test-posttest Hasil pengabmas menunjukan peningkatan pengetahuan siswsi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan dari hasil Uji statistik Wilcoxon didapatkan  p value = 0,000 (< 0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswi tentang SADARI. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan siswi mengenai SADARI sebagai deteksi dini Fibroadenoma Mammae. Saran: Agar sekolah secara berkala melaksanakan program pendidikan kesehatan dengan metode yang variatif dan interaktif. Kata Kunci  : Pengetahuan, siswi , SADARI  ABSTRACTFibroadenoma mammae (FAM) is a benign breast tumor that commonly occurs in women from adolescence to young adulthood and can be a risk factor for breast cancer. Early detection through breast self-examination (BSE) is crucial for early detection of abnormalities. However, knowledge of BSE among junior high school students at SMPN 43 Padang remains low, necessitating health education interventions. This community service activity aims to improve students' knowledge about BSE. The community service method involves providing education and evaluating it by distributing pre-test and post-test questionnaires. The results of the community service activity show an increase in students' knowledge before and after the education. The Wilcoxon statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of health education on improving students' knowledge about BSE. Conclusion: Health education effectively improves students' knowledge about BSE as an early detection method for fibroadenoma mammae. Recommendation: Schools should regularly implement health education programs with varied and interactive methods. Keywords: Knowledge, female students, BSE
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KECERDASAN EMOSIONAL Dwi Christina Rahayuningrum; Helena Patricia; Emira Apriyeni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30632

Abstract

ABSTRAK Perilaku menyimpang yang terjadi dikalangan remaja disebabkan belum matangnya emosi remaja sehingga mudah terpengaruh dengan lingkungan. Upaya mengembangkan emosi remaja agar berkembang ke arah kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang kecerdasan emosional yang baik pada remaja melalui pendidikan kesehatan, layanan konseling serta pelatihan emosi.. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang kecerdasan emosional. Kegiatan ini dilakukan di SMKN 1 Padang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja mengenai fenomena kenakalan remaja. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Semua remaja antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan remaja dimana terlihat adanya peningkatan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari kuesioner pre dan post test yaitu sebesar 9,80 point. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai kecerdasan emosionalKata Kunci : kecerdasan emosional, remaja, perilaku menyimpang, kenakalan remaja   ABSTRACT Deviant behavior among adolescents is caused by their immature emotions, making them easily influenced by their environment. Efforts to develop adolescents' emotions toward emotional intelligence can be achieved by providing them with a good understanding of emotional intelligence through health education, counseling services, and emotional training. The purpose of this activity is to increase adolescents' knowledge of emotional intelligence. This activity was conducted at SMKN 1 Padang. The activity began with questions about adolescents' knowledge of the phenomenon of juvenile delinquency. This was followed by a presentation using PowerPoint and leaflets. All adolescents were enthusiastic about participating in this activity, as evidenced by the numerous questions they asked. This activity was effective in increasing adolescents' knowledge, as evidenced by the increase in adolescents' scores before and after receiving counseling, as evidenced by the pre- and post-test questionnaires, which amounted to 9.80 points. This activity is the first step in providing adolescents with an understanding of emotional intelligence.Keywords: emotional intelligence, adolescents, deviant behavior, juvenile delinquency