Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

How Does Technology Support The Control Of Non-Communicable Diseases? A Digital-Based Community Health Worker Empowerment Intervention Muhammad Revi Purnomosidi; Wahyu Hanifah Mutmainah; Elvaretta Ramadhani Putri D; Elvina Friska Rindani; Etiya Mulya Ningsih; Salwa Alawiyah; Septiana Nur Haliza
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i4.5075

Abstract

Hypertension and diabetes are the leading causes of high morbidity and mortality, particularly in rural areas with limited access to healthcare services and low awareness of disease prevention. The PRIMA HEALTH program was developed to manage non-communicable diseases comprehensively through preventive, curative, and rehabilitative approaches, with a focus on empowering village health cadres and encouraging active community participation. The program combines cadre training with the use of the digital platform e-SEHAT for continuous health data recording, monitoring, and analysis. This system enables systematic documentation of blood pressure, blood glucose levels, and community health activities, providing a data-driven basis for decision-making at the community level. During five months of implementation, PRIMA HEALTH improved cadres’ ability to operate digital tools and coordinate routine health checks, with community participation reaching 80%. The digital system contributed to a 40% reduction in uncontrolled hypertension and diabetes cases and promoted adherence to physical activity and healthy eating. The findings indicate that the PRIMA HEALTH program effectively strengthens community-based health monitoring systems, enhances intervention responsiveness, and supports the sustainable management of non-communicable diseases
Pemberdayaan Pengurus Pondok Pesantren Al-Mustaqim dalam Pencegahan Kekerasan dan Perundungan melalui Focus Group Discussion Alifia Candra Puriastuti; Ulfa Masfufah; Dessy Amelia; Rizqie Putri Novembriani; Dewi Sarirotul Afifa; Maya Anjar Enjelina Tilawah; Elvina Friska Rindani; Adeilia Nanda Fara Salsabela; Nadine Aulia Rahma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28511

Abstract

Latar Belakang: Perundungan di pesantren merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu kesehatan mental, proses belajar, serta hubungan sosial santri. Fenomena ini kerap muncul karena faktor senioritas, perbedaan fisik, maupun perilaku individu yang dianggap lemah, sehingga memunculkan dominasi yang berujung pada praktik kekerasan verbal, fisik, maupun sosial. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Mustaqim serta merumuskan strategi pencegahan yang tepat dalam konteks pendidikan pesantren. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan Focus Group Discussion bersama dua puluh orang pengurus dan pengajar pondok pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan, berupa ejekan, pemberian julukan merendahkan, dan pemanggilan nama yang tidak pantas, sementara perundungan fisik, psikologis, dan sosial juga ditemukan meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Pelaku perundungan umumnya adalah santri senior atau sebaya dengan korban, sedangkan pemicunya antara lain rasa superioritas, perbedaan fisik, dan kurangnya pengawasan asrama. Kesimpulan: dari kegiatan ini adalah perlunya intervensi yang bersifat edukatif, suportif, dan preventif dengan menekankan peran guru sebagai teladan akhlak, penguatan komunikasi antarpihak, serta program rutin yang membangun budaya antiperundungan di lingkungan pesantren.