Dewi Sarirotul Afifa
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Pengurus Pondok Pesantren Al-Mustaqim dalam Pencegahan Kekerasan dan Perundungan melalui Focus Group Discussion Alifia Candra Puriastuti; Ulfa Masfufah; Dessy Amelia; Rizqie Putri Novembriani; Dewi Sarirotul Afifa; Maya Anjar Enjelina Tilawah; Elvina Friska Rindani; Adeilia Nanda Fara Salsabela; Nadine Aulia Rahma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28511

Abstract

Latar Belakang: Perundungan di pesantren merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu kesehatan mental, proses belajar, serta hubungan sosial santri. Fenomena ini kerap muncul karena faktor senioritas, perbedaan fisik, maupun perilaku individu yang dianggap lemah, sehingga memunculkan dominasi yang berujung pada praktik kekerasan verbal, fisik, maupun sosial. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Mustaqim serta merumuskan strategi pencegahan yang tepat dalam konteks pendidikan pesantren. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan Focus Group Discussion bersama dua puluh orang pengurus dan pengajar pondok pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan, berupa ejekan, pemberian julukan merendahkan, dan pemanggilan nama yang tidak pantas, sementara perundungan fisik, psikologis, dan sosial juga ditemukan meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Pelaku perundungan umumnya adalah santri senior atau sebaya dengan korban, sedangkan pemicunya antara lain rasa superioritas, perbedaan fisik, dan kurangnya pengawasan asrama. Kesimpulan: dari kegiatan ini adalah perlunya intervensi yang bersifat edukatif, suportif, dan preventif dengan menekankan peran guru sebagai teladan akhlak, penguatan komunikasi antarpihak, serta program rutin yang membangun budaya antiperundungan di lingkungan pesantren.
IMPLEMENTASI PROGRAM LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN POWER DAN DAYA TAHAN ATLET: STUDI KASUS PADA MALANG BADMINTON CLUB Dewi Sarirotul Afifa; Annisa’ Syafa’atus Zahro’; Khofifa Apriliyanti; Muhammad Dwi Asti Fafashol; Gema Fitriady
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18661

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kebugaran jasmani atlet di Malang Badminton Club. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa tingkat kebugaran atlet masih di bawah standar yang dibutuhkan untuk mendukung performa optimal dalam latihan dan pertandingan. Berdasarkan temuan tersebut, kegiatan ini dirancang menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pelatih dan atlet secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan, pengembangan program latihan fisik, pelaksanaan latihan, dan pemantauan perkembangan kebugaran jasmani atlet selama kegiatan berlangsung. Program latihan menekankan peningkatan daya tahan, kekuatan, dan kelincahan sebagai komponen utama kebugaran jasmani dalam bulu tangkis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra tentang pentingnya kebugaran jasmani dan perubahan positif pada kesiapan fisik atlet setelah mengikuti program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program latihan lanjutan yang lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan performa atlet secara keseluruhan. Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, Bulu Tangkis, Atlet