Burnout akademik merupakan salah satu permasalahan yang banyak dialami siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan ditandai oleh kelelahan emosional, berkurangnya semangat belajar, serta kecenderungan bersikap acuh terhadap kegiatan akademik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling yang didukung oleh panduan yang sistematis agar pelaksanaannya lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku panduan konseling kelompok untuk membantu mereduksi burnout akademik pada siswa SMK yang memenuhi aspek kelayakan dan kemudahan penggunaan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Buku panduan yang dikembangkan memuat materi mengenai burnout akademik, pelaksanaan konseling kelompok, serta penerapan beberapa teknik konseling, seperti cognitive restructuring, self instruction, self talk, thought stopping, dan modelling. Hasil penilaian menunjukkan bahwa produk memperoleh tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor validasi ahli media sebesar 97% serta validasi ahli materi dan bahasa sebesar 88%. Selain itu, hasil uji praktikalitas oleh guru Bimbingan dan Konseling mencapai 95% yang termasuk kategori sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, buku panduan yang dikembangkan dinilai layak dan mudah digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok guna membantu mengurangi burnout akademik pada siswa SMK.