Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, terutama di sekolah berasrama merupakan bentuk kekerasan interpersonal yang dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis peserta didik. Studi kasus ini mendeskripsikan pengalaman perundungan yang dialami seorang siswa di SMA Babussalam dan mengevaluasi dinamika intervensi layanan BK: konseling individual, bimbingan kelompok, dan bimbingan klasikal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi layanan. Hasil menunjukkan bahwa korban mengalami bullying berulang (verbal, relasional, perusakan barang). Layanan BK terbukti membantu pemrosesan emosional korban, membangun dukungan sosial, dan meningkatkan kesadaran kelas terhadap pencegahan bullying. Temuan menggarisbawahi pentingnya strategi layanan BK yang holistik dalam menangani kasus bullying di sekolah berasrama.
Copyrights © 2025