Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekoteologi dalam Pendidikan Islam: Membangun Kesadaran Spiritual dan Ekologis Peserta Didik Nur Rosidah; Hani Atus Soleha; Lulu’ul Kamaliyah; Mustika Dahlia; Nurlaila Ana
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.364

Abstract

Peningkatan masalah lingkungan mencerminkan krisis kesadran manusi dalam menjaga harmoni alam. Dari sudut pandang islam, manusia bertugas sebagai khalifah di bumi untuk melestarikan lingkungan sebagai Amanah dari Allah SWT. Penelitian ini mengkaji konsep ekoteologi Islam dan relevansinya dengan Pendidikan kontemporer, terutama dalam membangun kesadran ekologis pada peserta didik. Mengadopsi pendekatan kualitatif berupa studi Pustaka (library research), data dikumpul dari literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel terkait ekoteologi, pendidikan Islam serta kesadran lingkungan. Pengumpulan data menggunakan Teknik dokumentasi dianalisis melalui content analysis untuk menungkap konsep, nilai, dan penerapan ekoteologi dalam Pendidikan Islam. Temuan menunjukan bahwa ekoteologi islam menghubungkan manusia, Tuhan, dan alam secara integral melalui tauhid serta Amanah khalifah. Penerapanya dalam Pendidikan Islam. Temuan menunjukan bahwa ekoteologi Islam menghubungkan manusia, Tuhan, dan alam secara integral melalui tauhid serta Amanah khalifah. Penerapanya dalam Pendidikan islam dapat diwujudkan via pengintegrasian nilai ekologis ke dalam kurikulum pembelajaran, budaya sekolah, dan teladan guru. Ekoteologi pun relevan dengan Pendidikan modern karena membentuk karakter peserta didik yang beragama, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab atas kelestarian alam, oleh karena itu, Pendidikan berbasis ekoteologi menawarkan aolusi efektif terhadap krisis lingkungan global dengan menumbuhkan kesadran spiritual-ekologis yang seimbang.
The Islamization of Science: The Intellectual Response of Indonesian Muslims to the Integration of Religion and Science in the Millennial Era Muhamad Aufa Firzatullah; Arditya Prayogi; Salwa Durrotun Nashah; Nur Rosidah
Averroes: Journal for Science and Religious Studies Vol. 3 No. 01 (2026)
Publisher : Yayasan Insan Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62446/averroes.030101

Abstract

Research Background: This article examines how Indonesian Muslim intellectuals respond to the discourse of Islamization of knowledge in the millennial era, particularly in connecting religious values with the development of modern science. The study addresses three main questions: how Islamic teachings are positioned in relation to scientific progress, what methodological approaches are proposed by Muslim thinkers, and how relevant these perspectives are for contemporary education. Methods: Using a qualitative descriptive method and literature-based analysis, this research explores key arguments, conceptual frameworks, and patterns of thought found in recent scholarly works. Key Findings: The findings indicate that Indonesian Muslim intellectuals generally adopt integrative, critical, and dialogical approaches toward the relationship between religion and science. Islamization of knowledge is not understood as a rejection of modern science, but as an effort to embed ethical, moral, and spiritual values within scientific development. Contribution: This article contributes to current scholarship by mapping contemporary intellectual positions in Indonesia and clarifying the diversity of responses to the science–religion relationship. Conclusion: It concludes that Islamization of knowledge can serve as a productive framework for strengthening moral awareness while maintaining the critical and open character of scientific inquiry.