Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Islamization of Science: The Intellectual Response of Indonesian Muslims to the Integration of Religion and Science in the Millennial Era Muhamad Aufa Firzatullah; Arditya Prayogi; Salwa Durrotun Nashah; Nur Rosidah
Averroes: Journal for Science and Religious Studies Vol. 3 No. 01 (2026)
Publisher : Yayasan Insan Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62446/averroes.030101

Abstract

Research Background: This article examines how Indonesian Muslim intellectuals respond to the discourse of Islamization of knowledge in the millennial era, particularly in connecting religious values with the development of modern science. The study addresses three main questions: how Islamic teachings are positioned in relation to scientific progress, what methodological approaches are proposed by Muslim thinkers, and how relevant these perspectives are for contemporary education. Methods: Using a qualitative descriptive method and literature-based analysis, this research explores key arguments, conceptual frameworks, and patterns of thought found in recent scholarly works. Key Findings: The findings indicate that Indonesian Muslim intellectuals generally adopt integrative, critical, and dialogical approaches toward the relationship between religion and science. Islamization of knowledge is not understood as a rejection of modern science, but as an effort to embed ethical, moral, and spiritual values within scientific development. Contribution: This article contributes to current scholarship by mapping contemporary intellectual positions in Indonesia and clarifying the diversity of responses to the science–religion relationship. Conclusion: It concludes that Islamization of knowledge can serve as a productive framework for strengthening moral awareness while maintaining the critical and open character of scientific inquiry.
Internalisasi Nilai Kedisiplinan dalam Pembentukan Karakter Kepemimpinan Mahasiswa melalui Pembelajaran Nonformal di Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang: Internalization of Discipline Values in the Formation of Student Leadership Character Through Nonformal Learning at the Pemalang Student and Scholar Association Muhamad Aufa Firzatullah; Agus Khumaedy
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ch076a64

Abstract

Organisasi mahasiswa merupakan lingkungan pembelajaran nonformal yang mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter kepemimpinan melalui pengalaman berorganisasi. Namun, penerapan kedisiplinan masih menghadapi tantangan karena anggota memiliki jadwal akademik dan tanggung jawab organisasi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai kedisiplinan dalam pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa di Ikatan Mahasiswa Pelajar Pemalang (IMPP) dengan perspektif pendidikan karakter Lickona. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Dua belas informan dipilih secara purposif, terdiri atas satu Ketua Umum, lima pengurus Bidang Kaderisasi, dan enam anggota aktif. Data dikumpulkan pada Juni sampai Juli 2026 melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kegiatan organisasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kedisiplinan diinternalisasikan melalui keteladanan pemimpin, pembiasaan dalam kegiatan kaderisasi, kesepakatan bersama, dan evaluasi berkelanjutan. Informan memaknai kedisiplinan sebagai tanggung jawab dan komitmen serta mengaitkannya dengan pengelolaan waktu, kepercayaan diri, pengambilan keputusan, komunikasi, dan kerja sama. Hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan jadwal akademik, penerapan kedisiplinan yang belum konsisten, dan ketergantungan pada kesepakatan tidak tertulis. Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa dapat mendukung pendidikan karakter melalui pembelajaran nonformal yang memadukan keteladanan, pembiasaan, dan refleksi. Penelitian ini terbatas pada satu organisasi mahasiswa berbasis kedaerahan sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan.