Seni tari memiliki peran penting dalam pendidikan dasar sebagai media pengembangan kreativitas, kemampuan motorik, kepekaan estetik, ekspresi diri, keterampilan sosial, dan karakter peserta didik. Namun, pembelajaran seni tari di sekolah dasar masih cenderung berorientasi pada imitasi gerakan sehingga eksplorasi, improvisasi, dan penciptaan gerak belum berkembang optimal. Kondisi tersebut juga ditemukan pada guru UPTD SD Negeri 148 Barru yang membutuhkan penguatan dalam memahami koreografi tari anak, mengembangkan gerak kreatif, menyusun komposisi, serta mengintegrasikan nilai karakter dan budaya lokal. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Dari Gerak Menuju Makna: Pelatihan Penciptaan Koreografi Tari Anak bagi Guru Sekolah Dasar di UPTD SD Negeri 148 Barru” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menciptakan koreografi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kegiatan menggunakan metode pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui tahapan persiapan, pelatihan, evaluasi, dan pelaporan. Pelatihan mencakup eksplorasi dan improvisasi gerak, pengembangan motif, penyusunan struktur dan pola lantai, penyesuaian musik, presentasi, serta refleksi. Hasil secara kualitatif menunjukkan bahwa peserta mampu menemukan, memilih, mengembangkan, dan menyusun gerak menjadi komposisi tari sederhana serta memanfaatkan lingkungan dan budaya lokal sebagai sumber inspirasi. Kegiatan mendorong pembelajaran seni tari yang lebih kreatif, kontekstual, dan bermakna.