Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pembuatan Kisi-kisi dan Soal HOTS Sumatif Akhir Semester Ganjil Fase C Sekolah Dasar se-Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan Ade Marlia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPMWI-JANUARI
Publisher : LPPM Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpmwi.v1i1.4

Abstract

Berdasarkan akan dilaksanakannya ujian akhir sumatif semester di sekolah maka beberapa guru berkumpul pada kegiatan KKG untuk membuat soal di SD 26 Durian Taro. Tujuan dari pembuatan soal HOTS sumatif akhir semester ganjil fase C Sekolah Dasar ini se-kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan adalah untuk memberikan pedoman kepada guru dan memandu guru dalam membuat kisi-kisi dan soal di SDN 26 Durian Taro kabupaten solok selatan. 1) untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam memahami pembuatan kisi-kis dan soal. 2) untuk meningkatkan kualitas pembuatan soal yang bersifat HOTS kepada guru-guru SD fase C se-Kecamatan Sangir. 3) untuk menyediakan akses yang mudah bagi guru untuk saling berbagi dalam pembuatan soal dan kisi-kisi. Selanjutnya metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah mengikuti paparan penjelasan mengenai cara pembuatan soal HOTS sumatif. Pembuatan soal HOTS akhir semester ini yang diikuti oleh guru sekolah dasar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami soal yang dibuatkan oleh guru tersebut sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan soal HOTS sumatif akhir semester ganjil pada fase C sekolah dasar dapat meningkatkan pemahaman dan kualitas guru sekolah dasar se-kecamatan Sangir Solok Selatan.
Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI Pada Mata Pelajaran IPAS SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan Wafil Wahyu Alna; Ade Marlia; Peki Fitra Sandi
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.207

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar IPAS siswa kelas VI SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan masih rendah. Lebih dari 50% siswa belum memenuhi KKTP. Untuk mengatasinya, diperlukan model pembelajaran interaktif seperti Project Based Learning (PjBL) yang dinilai efektif meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada pelajaran IPAS SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre Experimental Design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Group Pretest Posttest Design, desain ini dipilih karena penelitian hanya melibatkan satu kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol terdiri dari 9 orang siswa, sehingga efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat diukur dengan membandingkan hasil pretest dan posttest siswa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar pretest dengan rata-rata 61 dan posttest 75. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai uji t paired sample t-test, diperoleh nilai thitung > ttabel yaitu 4,5 > 2,306. Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar siswa kelas VI pada pelajaran IPAS SDN 15 Kampai Kabupaten Solok Selatan.
Pengaruh Soal Higher Order Thinking Skills Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (IPAS) Siswa Kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan Yusi Marsa Heriyandini; Afrimon; Rosma Diana; Ade Marlia; Nurvazlin Nova
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit, Kabupaten Solok Selatan, dalam menyelesaikan soal berbasis masalah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan soal Higher Order Thinking Skills terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV. Penelitian dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, di mana setiap pertemuan terdiri dari tahap pretest, pemberian perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari Pretest sebesar 63,48 menjadi 83,91 pada Posttest. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan soal Higher Order Thinking Skills berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit, Kabupaten Solok Selatan, dalam menyelesaikan soal berbasis masalah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan soal Higher Order Thinking Skills terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV. Penelitian dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, di mana setiap pertemuan terdiri dari tahap pretest, pemberian perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari Pretest sebesar 63,48 menjadi 83,91 pada Posttest. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan soal Higher Order Thinking Skills berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Game Based Learning Berbantuan Media Canva Artificial Intelligence Siswa Kelas IV M. Rata Dwi Aufa; Ade Marlia; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v3i3.334

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas IV UPT SDN 28 Rawang yang mengakibatkan minat belajar siswa rendah serta guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat. Solusinya adalah penggunaan model Game Based Learning berbantuan media Canva Artificial Intelligence pada pembelajaran IPAS. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar IPAS siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas IV UPT SDN 28 Rawang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPAS siswa setelah dua siklus. Pada siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar sebesar 69,23% dan meningkat menjadi 84,62% pada siklus II, dengan persentase peningkatan 15,38%. Aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 sebesar 68,88% meningkat menjadi 74,44% pada pertemuan 2. Pada siklus II pertemuan 1 persentasenya 83,33% dan meningkat menjadi 91,11% pada pertemuan 2. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 sebesar 73,33% meningkat menjadi 74,44% pada pertemuan 2. Pada siklus II pertemuan 1 persentasenya 87,77% dan meningkat menjadi 93,33% pada pertemuan 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Game Based Learning berbantuan media Canva Artificial Intelligence dapat meningkatkan minat dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV UPT SDN 28 Rawang.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Game Based Learning Pada Siswa Kelas III SDN 28 Rawang Kabupaten Solok Selatan Rinaldi Araken; Ade Marlia; Rosma Diana
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v3i3.338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas III SDN 28 Rawang Kabupaten Solok Selatan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 27,27% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 72,73% lainnya belum tuntas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 siswa, terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Game Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar IPAS. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 27,27% pada kondisi awal menjadi 55% pada siklus I dengan rata-rata nilai 46,67, kemudian mencapai 91% pada siklus II dengan rata-rata nilai 72,5. Aktivitas guru meningkat dari 63% menjadi 88%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 61% menjadi 85%. Dengan demikian, model Game Based Learning efektif meningkatkan hasil belajar dan aktivitas pembelajaran IPAS siswa kelas III SDN 28 Rawang.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Media Pembelajaran Board Game Kelas V/B UPT SDN 05 Pasar Muara Labuh Nora Audina; Ade Marlia; Yosi Lara Jenita
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v3i3.374

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V/B UPT SDN 05 Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media Board Game. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V/B semester II Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar pada setiap pertemuan. Pada siklus I pertemuan 1, sebanyak 18 siswa 62,06% mencapai KKTP, meningkat menjadi 19 siswa 65,51% pada pertemuan 2. Pada siklus II pertemuan 1, jumlah siswa yang mencapai KKTP meningkat menjadi 26 orang 89,65%, dan pada pertemuan 2 menjadi 27 orang 93,10%. Aktivitas guru juga meningkat dari 75,55% dan 78,88% pada siklus I menjadi 86,66% dan 87,77% pada siklus II. Aktivitas siswa meningkat dari 74,44% dan 76,66% pada siklus I menjadi 83,33% dan 86,66% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan media Board Game mampu meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V/B UPT SDN 05 Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan.