Rosma Diana
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Soal Higher Order Thinking Skills Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (IPAS) Siswa Kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan Yusi Marsa Heriyandini; Afrimon; Rosma Diana; Ade Marlia; Nurvazlin Nova
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v2i2.209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit, Kabupaten Solok Selatan, dalam menyelesaikan soal berbasis masalah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan soal Higher Order Thinking Skills terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV. Penelitian dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, di mana setiap pertemuan terdiri dari tahap pretest, pemberian perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari Pretest sebesar 63,48 menjadi 83,91 pada Posttest. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan soal Higher Order Thinking Skills berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit, Kabupaten Solok Selatan, dalam menyelesaikan soal berbasis masalah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan soal Higher Order Thinking Skills terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV. Penelitian dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, di mana setiap pertemuan terdiri dari tahap pretest, pemberian perlakuan, dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari Pretest sebesar 63,48 menjadi 83,91 pada Posttest. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan soal Higher Order Thinking Skills berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 09 Kepala Bukit Kabupaten Solok Selatan.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Pembelajaran Game Based Learning Pada Siswa Kelas III SDN 28 Rawang Kabupaten Solok Selatan Rinaldi Araken; Ade Marlia; Rosma Diana
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v3i3.338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas III SDN 28 Rawang Kabupaten Solok Selatan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 27,27% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sedangkan 72,73% lainnya belum tuntas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 siswa, terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Game Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar IPAS. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 27,27% pada kondisi awal menjadi 55% pada siklus I dengan rata-rata nilai 46,67, kemudian mencapai 91% pada siklus II dengan rata-rata nilai 72,5. Aktivitas guru meningkat dari 63% menjadi 88%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 61% menjadi 85%. Dengan demikian, model Game Based Learning efektif meningkatkan hasil belajar dan aktivitas pembelajaran IPAS siswa kelas III SDN 28 Rawang.