p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal i tabaos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS KAIN TENUN TRADISIONAL TANIMBAR MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Yesika Pepit Lamers; Johan M. Tupan; Marcy L. Pattiapon
i tabaos Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.3.151-159

Abstract

CV Penenun Awai Eras merupakan salah satu industri menengah yang memproduksi kain tenun, taflak tenun, syal tenun, scraf (dasi) tenun menggunakan alat tenun bukan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuaitas produksi kain tenun Tanimbar sebelum dan sesudah di implementasikan di six sigma. Pada penelitian ini untuk mencari pengendalian kualitas dilakukan dengan menggunakan metode six sigma dengan tahapan DMAIC untuk mengetahui karakteristik cacat produk. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah produksi kain tenun dalam sebulan sebanyak 35 helai kain tenun dengan jumlah kain tenun yang mengalami kecacatan sebanyak 8 helai kain tenun. Untuk proses produksi kain tenun CV Penenun awai eras berusaha untuk meningkatkan kualitas dengan menekan angka produk cacat. Dalam proses produksi diketahui bahwa empat penyebab produk cacat tertinggi adalah kerapatan tenun rendah sebesar 29%, warna mudah luntur sebesar 26%, benang mudah putus sebesar 24% dan motif tidak rapi sebesar 21%. Nilai sigma 2,28 menunjukan bahwa proses kain tenun sebelum implementasi memiliki tingkat kecacatan yang besar, peningkatan nilai sigma menjadi 2,40 menunjukan bahwa proses produksi kain tenun Tanimbar telah mengalami perbaikan peningkatan kualitas proses produksi sebesar 5,26% menunjukan bahwa proses produksi menjadi lebih stabail dan memiliki variasi kecacatan yang lebih rendah.
PENENTUAN LOKASI HOME INDUSTRY RISKA BRIDAL UNTUK PENGEMBANGAN USAHA MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Sinta Asmawati Paseang; Billy J. Camerling; Johan M. Tupan
i tabaos Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2026.6.1.31-37

Abstract

Salah satu jasa penyewaan baju pengantin dan jasa MUA di Kota Ambon, Riska Bridal adalah usaha yang masih dijalankan pada rumah pribadi. Oleh karena itu, pengeoperasionalnya masih kurang memadai, mengingat lokasinya yang jauh dari jalan utama sehingga masih susah diketahui oleh masyarakat atau calon konsumen dan karena masih berada pada rumah pribadi, lokasi ini tidak terdapat lahan parkir yang cukup luas dan sempitnya jalan membuat akses untuk kendaraan roda empat menjadi sulit. Berdasarkan uraian di atas, maka diperlukan pemilihan lokasi usaha Riska Bridal yang baru. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan alternatif lokasi “Riska Bridal” yang tepat. Agar pendukung keputusannya terpenuhi dalam pengambilan keputusan pemilihan lokasi Riska Bridal. Maka, digunakanlah sebuah metode penunjang untuk pemilihan lokasi, yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan proses pengembangan hipotesis dengan menggunakan perbandingan berpasangan untuk menggambarkan evaluasi dan bobot kriteria dalam kondisi multikriteria. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 3 alternatif lokasi yang digunakan, yaitu pada daerah Tantu, A. Y. Patty dan pada Paradise dengan 4 kriteria yang relevan dengan penelitian, diantaranya Biaya, Pasar, Aksesbilitas dan Infrastruktur Pendukung. Hasil skor akhir menunjukan bahwa lokasi terbaik untuk pengembangan Riska Bridal adalah pada daerah Tantui.
DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL DENGAN MENGUJI KUALITAS BAHAN BAKAR BIOSOLAR Radil Rafli Aimar Trenggano; Johan M. Tupan; Wilma Latuny
i tabaos Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2026.6.1.46-54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas bahan bakar Biosolar dengan kombinasi level faktor Solar dan Fame menggunakan parameter uji kadar air, density, destilasi, dan flash point sebagai parameter untuk mengetahui kualitas bahan bakar Biosolar. Pengujian kualitas bahan bakar Biosolar didapatkan dari hasil rancangan acak lengkap dengan cara membuat desain eksperimen faktorial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Analysis of variance (Anova) yang merupakan salah satu uji parametik yang berfungsi untuk membedakan nilai rata-rata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Hasil yang didapatkan dari pengolahan data menggunakan software minitab yaitu pengujian parameter kadar air dalam kombinasi level faktor Solar dan Fame, pengujian parameter density dalam kombinasi level faktor Solar dan Fame, pengujian parameter destilasi dalam kombinasi level faktor Solar dan Fame, dan pengujian parameter flash point dalam kombinasi level faktor Solar dan Fame. Diharapkan pada penelitian ini agar dapat mengetahui kualitas pada bahan bakar Biosolar.
KUALITAS PELAYANAN DAN FASILITAS DI IGD RS TK.II PROF. DR. J.A. LATUMETEN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Linda Sindiani Wanci; Johan M. Tupan; Nil E. Maitimu
i tabaos Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.3.160-167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan dan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS TK. II Prof. Dr. J.A. Latumeten menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL) dan Importance Performance Analysis (IPA). Lima dimensi SERVQUAL, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, digunakan untuk mengukur kesenjangan antara harapan dan persepsi pasien. Hasil analisis menunjukkan gap negatif pada semua dimensi, dengan Responsiveness memiliki kesenjangan terbesar (-0,80). Selain itu, analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan masih belum sesuai dengan harapan pasien, terutama dalam hal kecepatan respon tenaga medis dan jaminan layanan. Metode IPA digunakan untuk memetakan prioritas perbaikan, termasuk peningkatan fasilitas ruang tunggu, penyediaan peralatan medis yang memadai, dan sikap profesional staf medis. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 310 responden yang pernah menjadi pasien IGD. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa semua indikator valid dan reliabel. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi diberikan untuk mempercepat respons tenaga medis melalui pelatihan berkala, memperbaiki alur layanan, dan memperbarui fasilitas penunjang di ruang tunggu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.