Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN BURNOUT DALAM PELAYANAN GEREJAWI MELALUI SEMINAR “MELAYANI SAMBIL TERLUKA” Yogi Mahendra; Susanna Kathryn; Donny Charles Chandra
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2890

Abstract

This community service program aimed to improve church ministers’ literacy and awareness regarding burnout prevention in ecclesial ministry through a seminar entitled “Serving While Wounded.” Burnout in church ministry is a serious issue because it is associated with emotional exhaustion, decreased motivation, spiritual fatigue, relational conflict, and reduced ministry effectiveness. The program employed an educational-participatory approach through a seminar, material presentation, interactive discussion, reflective sharing, and participant evaluation. The activity involved 113 participants, consisting of church ministers, ministry activists, theology students, small group leaders, and congregation members actively engaged in ministry. The results indicate an increase in participants’ understanding of the concept of burnout, its symptoms, risk factors, and prevention strategies. The participants’ average pre-test score of 56.8 increased to 85.5 in the post-test, reflecting an improvement of 28.7 points. In addition, participant responses showed positive results; most participants stated that the seminar material was relevant to their ministry experience, helped them understand the symptoms of burnout, and provided practical strategies for maintaining the mental and spiritual well-being of church ministers. Therefore, this seminar contributed to developing critical awareness that healthy church ministry requires not only dedication but also self-management, healthy ministry boundaries, community support, and sustainable spiritual renewal. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran pelayan gereja mengenai pencegahan burnout dalam pelayanan gerejawi melalui seminar bertema “Melayani Sambil Terluka”. Burnout dalam pelayanan gereja merupakan persoalan serius karena berkaitan dengan kelelahan emosional, penurunan motivasi, kejenuhan spiritual, konflik relasional, serta menurunnya efektivitas pelayanan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui seminar, penyampaian materi, diskusi interaktif, refleksi pengalaman, dan evaluasi peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 113 peserta yang terdiri atas pelayan gereja/aktivis pelayanan, mahasiswa teologi, pemimpin kelompok kecil/komsel, dan jemaat aktif dalam pelayanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep burnout, gejala, faktor risiko, dan strategi pencegahannya. Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 56,8 meningkat menjadi 85,5 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 28,7 poin. Selain itu, respons peserta terhadap kegiatan menunjukkan hasil positif; mayoritas peserta menyatakan bahwa materi seminar relevan dengan pengalaman pelayanan, membantu memahami gejala burnout, serta memberikan strategi praktis dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual pelayan. Dengan demikian, seminar ini berkontribusi dalam membangun kesadaran kritis bahwa pelayanan gerejawi yang sehat tidak hanya menuntut dedikasi, tetapi juga memerlukan pengelolaan diri, batas pelayanan yang sehat, dukungan komunitas, dan pemulihan spiritual yang berkelanjutan.
PENINGKATAN KAPASITAS PELAYAN GEREJA MELALUI SEMINAR PERTUMBUHAN GEREJA, TRAINING KHOTBAH, MANAJEMEN PELAYANAN, DAN PENGEMBANGAN DIRI DI GBI RAYON 13 BENGKULU Johannes Rajagukguk; Apin Militia Christi; Donny Charles Chandra; Susanna Kathryn; Sadrakh Sugiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2892

Abstract

This community service program aimed to enhance the capacity of church ministers through a church growth seminar, preaching training, ministry management, and self-development at GBI Rayon 13 Bengkulu. The program was conducted on March 9, 2024, at Hotel Adeeva, Pantai Panjang, Bengkulu, involving 150 participants, including church ministers, ministry leaders, church activists, cell group leaders, and congregation members engaged in ministry. The implementation method used a participatory-educational approach through material presentation, interactive discussion, question-and-answer sessions, reflection, and evaluation. The results showed highly positive responses from the participants. A total of 77.3% of participants rated the benefits of the program as excellent, 74.7% rated the relevance of the materials as excellent, 72.0% rated the speakers’ delivery quality as excellent, 70.0% indicated excellent improvement in understanding, and 73.3% showed excellent commitment to applying the materials in ministry. These findings indicate that strengthening the capacity of church ministers should be conducted systematically and continuously to support more effective, healthy, and impactful local church ministry. ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelayan gereja melalui seminar pertumbuhan gereja, training khotbah, manajemen pelayanan, dan pengembangan diri di GBI Rayon 13 Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Maret 2024 di Hotel Adeeva, Pantai Panjang, Bengkulu, dengan melibatkan 150 peserta yang terdiri dari pelayan gereja, pengurus pelayanan, aktivis gereja, pemimpin kelompok sel, dan jemaat yang terlibat dalam pelayanan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons sangat positif terhadap pelaksanaan program. Sebanyak 77,3% peserta menilai manfaat kegiatan sangat baik, 74,7% menilai relevansi materi sangat baik, 72,0% menilai kualitas penyampaian narasumber sangat baik, 70,0% menyatakan peningkatan pemahaman sangat baik, dan 73,3% menunjukkan komitmen sangat baik untuk menerapkan materi dalam pelayanan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pelayan gereja perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar pelayanan gereja lokal semakin efektif, sehat, dan berdampak.