Mohammad Amin Lasaiba,
Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Desa Kufar Kecamatan Tutok Tolu Kabupaten Seram Bagian Timur Siti Saleha Fatlira; Mohammad Amin Lasaiba,; Edward Gland Tetelepta
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp59–69

Abstract

Ekosistem terumbu karang memiliki peran penting secara ekologis dan sosial ekonomi, namun mengalami penurunan kualitas akibat tekanan lingkungan dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terumbu karang, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan, serta menentukan faktor yang paling dominan di perairan Desa Kufar, Kabupaten Seram Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir dan nelayan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang mengalami degradasi yang ditandai oleh kerusakan fisik, pemutihan karang, serta penurunan populasi ikan karang. Faktor penyebab terdiri dari faktor alami seperti peningkatan suhu, sedimentasi, dan predator alami, serta faktor antropogenik seperti penangkapan ikan destruktif, penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan, dan pencemaran laut. Temuan utama menunjukkan bahwa aktivitas manusia menjadi faktor paling dominan karena bersifat terus-menerus dan berdampak lebih besar dibandingkan faktor alami. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis persepsi masyarakat dalam mengungkap dinamika kerusakan terumbu karang di wilayah yang minim data kuantitatif, sekaligus memberikan kontribusi pada penguatan analisis sosial-ekologis dalam kajian pesisir. Implikasinya, diperlukan pengelolaan berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pengawasan aktivitas perikanan, serta kebijakan lingkungan yang lebih tegas, dengan rekomendasi penerapan praktik penangkapan ramah lingkungan dan program edukasi berbasis komunitas. Kata kunci: terumbu karang, kerusakan ekosistem, faktor antropogenik
Pemahaman Masyarakat Terhadap Tingkat Kerentanan Bencana Gempa Bumi di Desa Kairatu Delila Patotnem; Mohammad Amin Lasaiba,; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp176–195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kerentanan bencana gempa bumi di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang berada pada kawasan rawan aktivitas tektonik Sesar Seram. Kondisi geografis tersebut menyebabkan masyarakat rentan mengalami dampak fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis akibat kejadian gempa bumi yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap kerentanan bencana gempa bumi di Desa Kairatu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert kepada 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pemahaman dasar mengenai penyebab, dampak, dan upaya penanggulangan bencana gempa bumi. Namun, tingkat kesiapsiagaan masyarakat masih tergolong rendah, terutama dalam aspek mitigasi dan penanganan pascabencana. Masyarakat cenderung melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang dianggap aman ketika terjadi gempa bumi. Selain itu, proses pemulihan pascabencana dilakukan melalui pendekatan psikologis, keagamaan, ekonomi, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat berperan penting dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana pada wilayah rawan gempa bumi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kebencanaan, simulasi mitigasi secara berkala, serta penyediaan akses informasi kebencanaan yang berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi di masa mendatang. Kata Kunci: pemahaman masyarakat, kerentanan bencana, gempa bumi
Analisis Dampak Galian C Pada Lingkungan Di Desa Benjina Kecamatan Aru Tengah Kabupaten Kepulauan Aru Sensya Saitian; Mohammad Amin Lasaiba,; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp59–78

Abstract

Abstrak (Bahasa Indonesia) Aktivitas pertambangan galian C berupa pasir dan batu di wilayah pesisir Desa Benjina, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru terus meningkat seiring kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas pertambangan galian C terhadap kondisi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar kawasan tambang serta pekerja tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya jasa transportasi lokal, serta meningkatnya aksesibilitas material bangunan dengan harga yang lebih terjangkau. Harga pasir berkisar Rp200.000–Rp500.000 per kubik, sedangkan batu kerikil berkisar Rp10.000–Rp15.000 per karung. Di sisi lain, aktivitas pertambangan menyebabkan abrasi pantai, sedimentasi perairan, kerusakan jalan desa, meningkatnya debu dan kebisingan lingkungan, penurunan kualitas tanah, serta terganggunya habitat flora dan fauna pesisir. Aktivitas pertambangan juga memengaruhi kenyamanan permukiman dan perubahan pola sosial masyarakat sekitar kawasan tambang. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan rakyat memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, namun berpotensi menurunkan kualitas lingkungan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan pemerintah, rehabilitasi kawasan pesisir, dan pengelolaan tambang berbasis lingkungan guna menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan pesisir. Kata kunci: pertambangan galian C, dampak lingkungan, sosial ekonomi masyarakat
Produktivitas Rumput Laut Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Masyarakat di Desa Namtabung Kabupaten Kepulauan Tanimbar Stevi L. Oratmangun; Susan Evelin Manakane; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp148–162

Abstract

Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor ekonomi pesisir yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Namtabung, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat pesisir terhadap hasil budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas budidaya rumput laut dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat produktivitas rumput laut di wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif yang didukung data kualitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Populasi penelitian berjumlah 40 petani rumput laut di Desa Namtabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Produktivitas rumput laut dipengaruhi oleh kondisi perairan, perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, teknologi budidaya, serta fluktuasi harga pasar. Pendapatan dari usaha budidaya rumput laut mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, keterampilan masyarakat dalam pengelolaan budidaya rumput laut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memiliki potensi besar sebagai sektor ekonomi unggulan masyarakat pesisir sehingga perlu didukung melalui peningkatan teknologi budidaya, pelatihan masyarakat, akses permodalan, serta penguatan sistem pemasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Produktivitas, Rumput Laut, Budidaya, Kesejahteraan Masyarakat, Pendapatan Masyarakat
Pengaruh Keberadaan Perusahaan Kerang Mutiara CV. RDR Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Sathean Kabupaten Maluku Tenggara Maria T P Melwair; Rafael Marthinus Osok; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp16–29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan perusahaan kerang mutiara CV. RDR terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Sathean, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan geografi sosial ekonomi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam peningkatan kesempatan kerja, pendapatan rumah tangga, keterampilan kerja, serta stabilitas ekonomi. Pada aspek sosial, perusahaan berkontribusi terhadap peningkatan interaksi sosial, kerja sama masyarakat, dan perubahan pola mata pencaharian dari sektor perikanan tradisional menuju sektor industri budidaya mutiara. Selain itu, keberadaan perusahaan turut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan hidup dan pendidikan keluarga. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan kesempatan kerja dan belum meratanya manfaat ekonomi yang diterima seluruh masyarakat.
Analisis Kualitas Air Sumur Bor di Perumnas RT 001 RW 005 Kelurahan Tihu Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon Yunita Taponsabi; Robert Berthy Riry; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp47–58

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air sumur bor di Perumnas RT 001 RW 005 Kelurahan Tihu, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas dua sumur bor yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter fisik dan kimia pada kedua titik pengamatan memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Parameter warna, kekeruhan, bau, pH, nitrat, dan kesadahan total masih berada dalam batas yang diperbolehkan. Namun, hasil pengujian biologis menunjukkan bahwa sumur bor pada titik pertama mengandung Escherichia coli dan total coliform sebesar 65 CFU/100 mL sehingga tidak memenuhi baku mutu, sedangkan titik kedua tidak mengandung bakteri tersebut. Perbedaan kualitas biologis air diduga berkaitan dengan kondisi sanitasi dan lingkungan sekitar sumur. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan kualitas air secara berkala untuk menjamin keamanan penggunaan air oleh masyarakat.
Analisis Pengaruh Usaha Bagan Ikan bagi Masyarakat Pesisir yang dikaitkan dengan Pendapatan Negeri Oma Lendra S Pattikawa; Wiclif Sephnath Pinoa; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp30–46

Abstract

Usaha bagan ikan merupakan salah satu aktivitas ekonomi utama masyarakat pesisir yang berperan penting dalam mendukung penghidupan rumah tangga nelayan pada wilayah kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif eksplanatori. Data diperoleh dari 20 nelayan bagan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis pendapatan, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha bagan ikan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Rata-rata pendapatan bersih nelayan mencapai Rp900.000 per trip atau sekitar Rp22.500.000 per bulan. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara usaha bagan ikan dan pendapatan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa usaha bagan tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi perikanan, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang memperkuat keberlanjutan penghidupan masyarakat pesisir pada kawasan kepulauan.