Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Produktivitas Rumput Laut Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Masyarakat di Desa Namtabung Kabupaten Kepulauan Tanimbar Stevi L. Oratmangun; Susan Evelin Manakane; Mohammad Amin Lasaiba,
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp148–162

Abstract

Budidaya rumput laut merupakan salah satu sektor ekonomi pesisir yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Namtabung, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat pesisir terhadap hasil budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas budidaya rumput laut dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat produktivitas rumput laut di wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei deskriptif yang didukung data kualitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Populasi penelitian berjumlah 40 petani rumput laut di Desa Namtabung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Produktivitas rumput laut dipengaruhi oleh kondisi perairan, perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, teknologi budidaya, serta fluktuasi harga pasar. Pendapatan dari usaha budidaya rumput laut mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, keterampilan masyarakat dalam pengelolaan budidaya rumput laut menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa budidaya rumput laut memiliki potensi besar sebagai sektor ekonomi unggulan masyarakat pesisir sehingga perlu didukung melalui peningkatan teknologi budidaya, pelatihan masyarakat, akses permodalan, serta penguatan sistem pemasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Produktivitas, Rumput Laut, Budidaya, Kesejahteraan Masyarakat, Pendapatan Masyarakat
Kebijakan Pendidikan Wilayah 3T dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Geografi di Pulau-Pulau Kecil Susan Evelin Manakane; Tanwey Gerson Ratumanan; Theodora Florence Tomasoa
GEOFORUM 2026: Volume 5 Nomor 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/geoforumvol5iss1pp11-25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta implikasinya terhadap pembelajaran geografi di pulau-pulau kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis kebijakan. Data diperoleh dari dokumen kebijakan pemerintah, laporan lembaga internasional, serta artikel ilmiah nasional dan internasional periode 2020–2025. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengidentifikasi hubungan antara kebijakan pendidikan, karakteristik wilayah kepulauan, dan pembelajaran geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan wilayah 3T telah mendukung perluasan akses pendidikan, tetapi implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, distribusi guru yang belum merata, kesenjangan digital, dan rendahnya integrasi konteks geografis lokal. Pembelajaran geografi di pulau-pulau kecil berpotensi memperkuat literasi spasial, kesadaran lingkungan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik
Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Minat Belajar Siswa SMA Negeri 3 Ambon Kalsum Hasna Noya; Susan Evelin Manakane; Dwi Partini
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss1pp75-85

Abstract

Education plays a vital role in improving the quality of human resources, with the curriculum serving as a key guideline. The Merdeka Curriculum is a new policy that provides flexibility in learning to suit students' needs better. This study aims to analyze the influence of implementing the Merdeka Curriculum on students' learning interests at SMA Negeri 3 Ambon. This study employed a quantitative approach by distributing structured questionnaires to 30 randomly selected 10th and 11th-grade students at SMA Negeri 3 Ambon to gather relevant and measurable data. The data were analyzed using simple linear regression. The results show that implementing the Merdeka Curriculum positively and significantly affects students' learning interests, with a regression coefficient of 0.590 and a significance value of 0.000. It indicates that flexible, project-based, student-centered learning can increase student engagement. However, the success of its implementation depends on teacher readiness, availability of learning facilities, and teaching strategies. These findings offer practical implications for schools to optimize the curriculum through teacher training, technology use, and increased student participation to create a more interactive and innovative learning. environment
Dampak Dinamika Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kebersihan Lingkungan Pesisir Desa Poka Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon Karmila Rahakbau; Edward Gland Tetelepta; Susan Evelin Manakane
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss1pp109-116

Abstract

This study aims to analyze the impact of population growth on coastal environmental cleanliness in Poka Rumah Tiga Village, Teluk Ambon District. Rapid population growth often results in increased waste production and pressure on coastal ecosystems. The research method used is a descriptive quantitative approach with surveys conducted through questionnaires distributed to 200 respondents. The study findings indicate that rapid population growth has led to a significant increase in unmanaged household waste. The primary contributing factors include a lack of community awareness regarding waste management and insufficient waste management infrastructure. Further analysis shows that communities with higher education levels tend to have better environmental awareness. In conclusion, a collaborative effort among the government, community, and private sector is needed to develop more effective waste management strategies to maintain coastal environmental cleanliness.
Pengembangan Objek Wisata Pancuran Kuning untuk Meningkatkan Kepuasan Wisatawan di Desa Larike Kecamatan Lehitu Barat Kabupaten Maluku Tengah Zaqia Zulfa Kelibia; Susan Evelin Manakane; Mohammad Amin Lasaiba
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss2pp329–338

Abstract

Tourism is a strategic sector that significantly contributes to local economic development. This study examines the development strategy of Pancuran Kuning tourism destination in Larike Village, Leihitu Barat District, Central Maluku Regency, focusing on tourist satisfaction and its impact on community welfare. The research employed a qualitative approach with SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Findings reveal that Pancuran Kuning possesses distinctive natural beauty, including pristine beaches, clear waters, and well-preserved coastal landscapes that attract visitors. However, limited accessibility, inadequate supporting facilities, and insufficient promotion remain major challenges. The recommended strategy emphasizes road improvements, additional facilities such as parking areas and recreational tools, as well as promotional efforts through digital media and collaboration with travel agencies.
Hubungan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 15 Ambon Lidia Evanjelin Layata; Ferdinand Salomo Leuwol; Susan Evelin Manakane
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss3pp470–480

Abstract

This study examines the relationship between the school environment as a learning resource and students’ academic achievement in geography at SMP Negeri 15 Ambon. The empirical gap in utilizing real environments as educational media highlights the need for an ecopedagogical approach contextualized within island-based education. The purpose of this study is to identify the contribution of the learning environment to students’ academic improvement and to assess the effectiveness of experiential-based learning practices. Employing a quantitative correlational design, data were collected from 30 students and analyzed using the Pearson Product Moment test with SPSS version 22. The findings reveal a positive and significant correlation between the school environment and students’ learning outcomes (r = 0.674, p < 0.05). Empirical evidence indicates that students engaged in direct environmental interactions demonstrate enhanced conceptual understanding, motivation, and analytical competence. This study extends experiential learning and ecopedagogy theories into the Indonesian island education context.
Pembelajaran Geografi Berbasis Wisata Edukasi dalam Mendukung Sekolah Ramah Lingkungan di SMA Negeri 4 Ambon Susan Evelin Manakane; Mohammad Amin Lasaiba, Johan Riry
Jurnal Pengabdian Arumbai Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arumbai.vol4.iss1.pp79-91

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan wisata edukasi sebagai media pembelajaran geografi serta masih terbatasnya kesadaran lingkungan peserta didik di wilayah pesisir Kota Ambon. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai lingkungan pesisir, literasi spasial, dan kepedulian lingkungan melalui pembelajaran geografi berbasis wisata edukasi di SMA Negeri 4 Ambon. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kontekstual melalui observasi lapangan, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis lingkungan, aksi bersih pantai, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan meliputi 35 siswa dan guru geografi yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep wisata edukasi dan lingkungan pesisir, meningkatnya partisipasi dalam pembelajaran lapangan, serta terbentuknya sikap peduli lingkungan melalui pengalaman belajar langsung. Program ini membuktikan bahwa wisata edukasi dapat menjadi media pembelajaran geografi yang inovatif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Pengaruh Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 13 Buru Selatan Kecamatan Kepala Madan Kabupaten Buru Selatan Wa Ode Nurfitri; Melianus Salakory; Susan Evelin Manakane
GEOFORUM 2025: Volume 4 Nomor 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/geoforumvol4iss2pp77-89

Abstract

This study was motivated by the low student engagement in Geography learning at SMA Negeri 13 Buru Selatan, Kecamatan Kepala Madan. The aim was to determine the extent to which learning interest influences students’ academic achievement. The research employed a quantitative approach with an ex post facto method. The sample consisted of 30 students from grades X and XI, selected through purposive sampling. Research instruments included questionnaires on learning interest and learning outcomes, analyzed using simple regression, Pearson correlation, t-test, and ANOVA. Findings revealed that learning interest was categorized as moderate to high with an average score of 47.7 out of 55. Students’ learning outcomes were also considered good with an average score of 39.37 out of 45. Regression analysis yielded the equation Y = 23.722 + 0.338X with a significance value of 0.046 (<0.05), indicating a significant influence of learning interest on achievement. These results highlight the importance of interactive and contextual teaching strategies that enhance participation, attention, and curiosity. The implication is that teachers should implement engaging methods, schools need to provide supportive learning environments, and students are encouraged to strengthen their intrinsic motivation to achieve optimal outcomes
Pembelajaran Geografi Berbasis Wisata Edukasi dalam Mendukung Sekolah Ramah Lingkungan di SMA Negeri 4 Ambon Susan Evelin Manakane; Mohammad Amin Lasaiba, Johan Riry
Jurnal Pengabdian Arumbai Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arumbai.vol4.iss1.pp79-91

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan wisata edukasi sebagai media pembelajaran geografi serta masih terbatasnya kesadaran lingkungan peserta didik di wilayah pesisir Kota Ambon. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai lingkungan pesisir, literasi spasial, dan kepedulian lingkungan melalui pembelajaran geografi berbasis wisata edukasi di SMA Negeri 4 Ambon. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kontekstual melalui observasi lapangan, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis lingkungan, aksi bersih pantai, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan meliputi 35 siswa dan guru geografi yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep wisata edukasi dan lingkungan pesisir, meningkatnya partisipasi dalam pembelajaran lapangan, serta terbentuknya sikap peduli lingkungan melalui pengalaman belajar langsung. Program ini membuktikan bahwa wisata edukasi dapat menjadi media pembelajaran geografi yang inovatif dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.