Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Pemerintah Kecamatan Mandau dalam Pengelolaan Sampah Berdasarkan Perda Kabupaten Bengkalis No. 2 Tahun 2015 Pasal 8 Ayat (3) Ditinjau dari Perspektif Fiqh Siyasah Tanfidziyah Yesi Oktaviani Putri; Dahyul Daipon; Hardi Putra Wirman; Soraya Oktarina
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2737

Abstract

Persoalan sampah di Kecamatan Mandau berdasarkan data yang diperoleh, volume sampah dari tahun 2023-2024 semakin meningkat, dari angka 29.200 ton meningkat ke 94.300 ton. Data harian menunjukkan bahwa terdapat sekitar 7 hingga 8 ton sampah yang dihasilkan setiap hari di Kecamatan Mandau. Dengan rumusan masalah Bagaimana Peran Pemerintah Kecamatan Mandau dalam Pengelolaan Sampah berdasarkan Perda Kabupaten Bengkalis No. 2 Tahun 2015 Pasal 8 Ayat (3) dan Bagaimana Perspektif Siyasah Tanfidziyah dalam Peran Pemerintah Kecamatan Mandau dalam Pengelolaan Sampah berdasarkan Perda Kabupaten Bengkalis No. 2 Tahun 2015 Pasal 8 Ayat (3). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) dan penelitian pustaka (library research). Adapun sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kecamatan Mandau telah menjalankan perannya sesuai Perda tersebut tetapi kendalanya ialah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sampah. Dalam perspektif Siyasah Tanfidziyah, peran pemerintah kecamatan termasuk dalam bentuk pelaksanaan kebijakan publik yang bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat.
Repackaging Dan Branding Ikan Asin Sebagai Strategi Promosi Penjualan UMKM Perikanan Di Pasia Tiku Daerah Rahma Oktafianti; Soraya Oktarina
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan asin merupakan salah satu produk olahan hasil laut yang memiliki potensi ekonomi tinggi apabila dikelola dan dipasarkan secara optimal. Di Pasia Tiku, kualitas ikan asin yang dihasilkan pelaku UMKM tergolong baik, namun strategi promosi masih terbatas, khususnya pada aspek kemasan produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam pengemasan (packaging) ikan asin sebagai strategi promosi penjualan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pendampingan yang mencakup pengenalan fungsi kemasan, desain kemasan yang informatif, serta pentingnya identitas merek dalam meningkatkan daya tarik produk. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap respons dan pemahaman pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai peran kemasan dalam meningkatkan nilai jual dan daya saing produk, serta munculnya minat untuk menerapkan kemasan yang lebih menarik dan informatif. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan UMKM pengolah ikan asin lokal secara berkelanjutan serta memperkuat strategi promosi produk perikanan di wilayah Pasia Tiku. Salted fish is one of the processed marine products with high economic potential when properly managed and marketed. In Pasia Tiku, although the quality of salted fish produced by local MSMEs is relatively good, promotional strategies remain limited, particularly in product packaging. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of MSME actors in salted fish packaging as a sales promotion strategy. The program was implemented through educational and mentoring activities covering the functions of packaging, informative and attractive package design, and the importance of branding in increasing product appeal. Evaluation was conducted through observation of participants’ responses and understanding during the activities. The results indicate an improvement in MSME actors’ awareness of the role of packaging in increasing product value and competitiveness, as well as growing interest in adopting more informative and appealing packaging. This program is expected to support the sustainable development of local salted fish processing MSMEs and strengthen fisheries product promotion strategies in Pasia Tiku.
Penerapan Prinsip Equality Before the Law: Studi Pada Keterwakilan Perempuan dalam Politik: The Application of the Principle of Equality Before the Law: A Study on Women’s Representation in Politics Yesa Amanda; Soraya Oktarina; Hendri Hendri
SIYASI: Jurnal Trias Politica Vol. 3 No. 1 (2025): Siyasi : Jurnal Trias Politica
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/sjtp.v3i1.45113

Abstract

The principle of equality before the law is one of the main pillars in the state of law. However, its implementation is often not fully felt by all parties, especially women in the political realm. This article discusses how legal equality for women is applied in the political world, the challenges faced, and steps that can be taken to address gender-based discrimination. The case study focuses on women's representation in the Indonesian parliament and the systemic barriers affecting their participation. This analysis was carried out using normative and empirical approaches, and supported by secondary data. The results of the study show that cultural, social, and policy constraints are still the main obstacles in achieving gender equality in politics.
Pendampingan Penguatan Literasi Akad Syariah pada Usaha Pengolahan Kopra di Korong Kapalo Padang Sonia Rahmadani; Soraya Oktarina
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha pengolahan kopra merupakan salah satu usaha mikro yang berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di Korong Kapalo Padang melalui pemanfaatan hasil perkebunan kelapa. Namun, dalam pelaksanaan kegiatan usaha, transaksi jual beli masih dilakukan berdasarkan kebiasaan dan hubungan saling percaya tanpa didukung pemahaman yang memadai mengenai akad syariah sebagai dasar dalam bermuamalah. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pendampingan untuk memperkuat literasi akad syariah agar pelaku usaha mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas usahanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai akad syariah pada usaha pengolahan kopra di Korong Kapalo Padang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan observasi, wawancara, identifikasi permasalahan, penyampaian materi, diskusi, dan simulasi penerapan akad jual beli sesuai prinsip syariah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2026 sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai konsep akad syariah, khususnya terkait rukun dan syarat akad jual beli, kejelasan objek dan harga transaksi, serta pentingnya penerapan nilai kejujuran, amanah, dan transparansi dalam menjalankan usaha. Melalui kegiatan diskusi dan simulasi, pelaku usaha memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menerapkan akad syariah sebagai landasan dalam setiap transaksi. Kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi akad syariah pelaku usaha sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib, sesuai dengan prinsip syariah, dan berkelanjutan.
Gerakan Subuh Seribu: Optimalisasi Sedekah Jamaah Subuh Untuk Pembiayaan Perbaikan Mushola Terbengkalai Di Korong Balai Kamih Nurhikmah Safitri; Soraya Oktarina
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan kas dan minimnya sumber pendanaan tetap menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi rumah ibadah di kawasan pedesaan, termasuk sebuah mushola yang selama bertahun-tahun terbengkalai di Korong Balai Kamih, Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menghidupkan kembali fungsi mushola melalui program Gerakan Subuh Seribu, yakni ajakan kepada jamaah untuk menyisihkan sedekah minimal seribu rupiah setiap selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 15 informan yang terdiri atas takmir mushola, pemuda/remaja mushola, dan jamaah tetap, serta observasi partisipatif selama pelaksanaan program berlangsung. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan membandingkan jumlah dana yang terkumpul serta progres perbaikan fisik mushola dari waktu ke waktu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dana sedekah subuh yang terkumpul bersifat fluktuatif, berkisar antara Rp150.000 hingga Rp450.000 per minggu dengan rata-rata Rp300.000 per minggu, tergantung pada jumlah jamaah dan kondisi ekonomi harian masyarakat. Selama delapan pekan pelaksanaan, dana yang terkumpul digunakan secara bertahap untuk pengecatan ulang bak air wudhu, pemasangan lampu penerangan, penggantian sajadah, serta pengadaan jam dinding. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan sedekah subuh terjadwal efektif sebagai solusi pembiayaan swadaya untuk perbaikan mushola, karena mampu mencukupi seluruh kebutuhan perbaikan prioritas tanpa bergantung pada anggaran dari luar. Secara kualitatif, jamaah menunjukkan antusiasme tinggi dan tingkat kehadiran shalat subuh berjamaah meningkat seiring berjalannya program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model swadaya pembiayaan rumah ibadah berbasis sedekah subuh yang berkelanjutan di wilayah pedesaan lain.