Ocoh Suherti
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Estetika Lagu Rincik-rincik dalam Pertunjukan Ronggeng Tayub Suherti, Ocoh; Sudarsono, Tarjo
PANGGUNG Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i4.1050

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini menjelaskan estetika musikal dalam pertunjukan Ronggeng Tayub, khususnya lagu Rincik-rincik yang dalam sajiannya terdapat perpaduan garap musikal karawitan Sunda dan karawitan Jawa (Banyumasan). Ronggeng Tayub merupakan salah satu bentuk kesenian rakyat di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya. Penelaahan dilakukan melalui kajian teknik tabuhan, repertoar lagu, syair lagu, serta menelaah relasi masyarakat dengan seni karawitan dalam kaitannya dengan pertunjukan Ronggeng Tayub di wilayah perbatasan Ciamis-Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif analisis kualitatif. Teknik mengumpulkan data dilakukan melalui observasi lapangan yang didukung dengan wawancara dan perekaman kejadian guna mendapatkan validitas data yang lebih utuh dan menyeluruh. Sajian gending dalam lagu ini menghadirkan kesan kesedarhanaan yang mencerminkan konsep hidup masyarakat pendukungnya. Ronggeng Tayub memiliki bentuk pertunjukan yang sangat merakyat, menyatu, dan komunikatif dengan penontonnya. Lagu Rincik-rincik termasuk pada lagu “pesanan” dari penonton, sajian gendingnya khas, unik, dan dinamis dengan iringan instrumen gamelan salendro yang relatif sederhana.Kata Kunci: estetika musikal, rincik-rincik, ronggeng tayub, kesenian rakyat AbstractThe purpose of this study is to explain the musical aesthetic of the Ronggeng Tayub performance, especially the Rincik-rincik song, which combines Sundanese and Java musical instruments (Banyumasan). Ronggeng Tayub is folk art in District Ciamis and surrounding. The study of Rincik-rincik song includes percussion techniques, song repertoire, song poetry, and the relationship between the community and the Ronggeng Tayub. This study uses a qualitative descriptive-analytical method. The techniques used in this study are observation, interview, and recording in order to obtain a more complete and comprehensive data validity. The performance of gending in Ronggeng Tayub presents the impression of simplicity, reflecting the concept of the life of the people. Ronggeng Tayub has a simple form of performance, blending, and communicative with the audience. Rincik-rincik is one of “special request” song from its audience, by which its gending is unique and dynamic, accompanied by a simple gamelan slendro.Keywords: aesthetic, rincik-rincik, ronggeng tayub, artfolks 
KREATIVITAS MUHAMAD AIM SALIM DALAM PENATAAN TARI BADAYA GAYA SETIA LUYU Rosilawati, Riyana; Suherti, Ocoh
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1985

Abstract

Tari Badaya yang merupakan hasil kreativitas Muhamad Aim salim diciptakan tahun 1985-an, yang digarap terinspirasi dari pertunjukan ibing Tayub, yang diolah menjadi bentuk tari kreasi baru dengan disajikan secara kelompok, di dalamnya menggambarkan sebagai penghormatan kepada tamu yang hadir, dengan etika kasundaan yang penuh keindahan dan kelembutan, dalam tatanan budaya Sunda tentang someah hade ka semah (ramah terhadap tamu) yang diwujudkan melalui ragam gerak halus, tetapi dalam irama tertentu menggunakan gerak lincah dan gesit (energik). Selain itu di dalam penggarapannya koreografer bermaksud menghadirkan bentuk gaya yang khas dalam Tari Putri dalam genre kreasi baru, yang saat ini di masyarakat khususnya remaja putri sudah mulai kurang menyenangi jenis tarian tersebut. Dengan adanya fenomena tersebut, muncullah kreativitas koreografer untuk menciptakan Tari Badaya gaya Setia Luyu, dengan bentuk penataan sederhana namun di dalamnya terkandung nilai-nilai budi pekerti, dan dapat dipelajari oleh berbagai usia. Tujuan penelitian ini bermaksud mengkaji bagaimana kreativitas Muhamad Aim Salim menata tarian di ranah tari Sunda khususnya dalam Tari Badaya dengan gaya khas di Pusat Olah Tari Setia Luyu Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskritif analisis kualitatif, Adapun hasil dalam penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengayaan wawasan tentang dunia tari Sunda, khususnya mengetahui terciptanya tari Badaya gaya Setia Luyu yang terinspirasi dari pertunjukan ibing Tayub.Kata kunci: Tari Badaya Gaya Setia Luyu, Kreativitas, Kreasi Baru.
Relevansi Ide, Konsep dan Bentuk dalam Proses Kreatif Karya Tari ‘Gandrung Liwung’ Inspirasi Merak Rosilawati, Riyana; Suparli, Lili; Suherti, Ocoh
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2475

Abstract

Gandrung Liwung merupakan penciptaan tari kreasi baru yang terinspirasi dari burung merak, beberapa motif tari Merak, dan melihat tingkah sepasang remaja yang mulai tertarik terhadap lawan jenis. Penciptaan tari Gandrung Liwung sebagai upaya perbendaharaan dalam mata kuliah tari Kreasi Baru, dan pengembangan potensi di bidang seni tari bagi masyarakat. Metode kreativitas dengan langkah eksplorasi, evaluasi, dan komposisi digunakan dengan menghadirkan teori Rhodes 4 P (pribadi, proses, pendorong, produk), yang bermaksud menemukan suatu produk karya yang berarti, bermakna dan mampu mengubah dari yang biasa menjadi lebih inovatif bagi masyarakat pendukungnya. Penciptaan tari Kreasi Baru Gandrung Liwung sebagai karya inovatif yang masih melekat esensi tradisinya. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk pencapaian target penciptaannya saja melainkan bertujuan pula agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas khususnya kepada generasi muda. Kata kunci: Gandrung Liwung, tari kreasi baru, Merak, Kata kunci: Burung Merak, Inspirasi, penataan tari kreasi baru, Gandrung Liwung