Siti Lami'ah
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesulitan Guru dalam Membuat Soal HOTS Muatan IPAS di Sekolah Dasar Pada Konteks Kurikulum Merdeka Siti Lami'ah; Siti Faizah; Riska Pristiani
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i2.14992

Abstract

Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk menyusun asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesulitan yang dialami guru kelas IV dan V dalam menyusun soal HOTS pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah dua orang guru kelas IV dan V di SD Tlogomas 2 yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pedoman semi-terstruktur (23 item pertanyaan) dan dokumentasi soal Sumatif Harian IPAS. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, dengan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menemukan tujuh jenis kesulitan yang dialami guru, yaitu: (1) kesulitan memahami konsep soal HOTS; (2) kesulitan merumuskan indikator soal HOTS; (3) kesulitan mengembangkan stimulus dan distraktor; (4) kesulitan menghubungkan HOTS dengan tujuan pembelajaran; (5) kesulitan memahami standar penilaian soal HOTS; (6) minimnya dukungan sumber daya dan pelatihan; serta (7) kesulitan menyesuaikan dengan kurikulum dan kemampuan siswa. Temuan signifikan menunjukkan bahwa dari 30 butir soal yang dianalisis, hanya 5 soal (16,7%) yang termasuk kategori HOTS, sementara 25 soal (83,3%) masih berada pada ranah berpikir tingkat rendah (LOTS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan guru bersifat multidimensional dan sistemik, dengan pemahaman konseptual yang dangkal tentang HOTS sebagai akar permasalahan utama. Diperlukan intervensi holistik berupa pelatihan berkelanjutan, penguatan pendampingan, serta penyediaan sumber daya yang memadai untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun soal HOTS pada mata pelajaran IPAS.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Berbasis HOTS pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV Siti Lami'ah; Nurhasanah; Nurwahidah
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i1.10618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS pada Mata Pelajaran IPAS kelas IV di SDN 13 Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes tulis yang terdistribusi ke dalam 5 soal essay HOTS IPAS dan wawancara semistruktural. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan model Miles, Huberman dan Saldana dengan langkah analisis terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan terhadap 15 peserta didik Kelas IV berdasarkan kategori nilai tinggi, nilai sedang dan nilai rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20% peserta didik berhasil mencapai nilai tinggi, kemudian sebanyak 20% peserta didik berada pada kategori nilai sedang dan sebagian besar peserta didik (60%) berada pada kategori nilai rendah. Kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS IPAS dianalisis berdasarkan indikator Taksonomi Bloom, yakni menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa untuk indikator menganalisis, peserta didik mengalami kesulitan memahami soal dan kesulitan menganalisis soal. Untuk indikator mengevaluasi peserta didik kesulitan merepresentasikan informasi berdasarkan data. Sedangkan untuk indikator mengkreasi peserta didik mengalami kesulitan membuat skema fotosintesis. Selain indikator tersebut, peserta didik juga mengalami kesulitan konsentrasi. Hal ini menunjukkan peserta didik memerlukan dukungan dan pendekatan yang lebih efektif untuk mendukung pemahaman, keterampilan analisis, evaluasi dan kreativitas dalam menjawab soal-soal HOTS IPAS