Bencana alam yang terjadi di Nagari Tambangan, Kabupaten Tanah Datar, menimbulkan kerusakan lahan produktif dan melemahkan aktivitas ekonomi Masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan melakukan restorasi lahan sekaligus revitalisasi ekonomi lokal melalui pendekatan pemberdayaan Masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan Pembangunan Masyarakat yang berfokus pada asset, potensi, dan kekuatan yang sudah dimiliki komunitas, bukan pada kekurangan atau masalahnya. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan dengan memanfaatkan potensi internal seperti keterampilan individu, jaringan sosial, dan sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pemetaan aset lokal, perencanaan partisipatif, implementasi restorasi lahan, pelatihan kewirausahaan, serta evaluasi dampak. Hasil pengabdian ini adalah kegiatan restorasi lahan dilakukan melalui penerapan sistem pertanian adaptif berbasis polybag dan pemanfaatan biomassa lokal sebagai media tanam alternatif pada lahan yang tertutup pasir akibat bencana. Pembangunan demo plot menjadi model percontohan yang dapat direplikasi oleh masyarakat. Selain itu, pemasangan sandbag barrier turut mendukung upaya perlindungan lahan dari potensi kerusakan lanjutan. Revitalisasi ekonomi lokal diwujudkan melalui pelatihan budidaya tanaman cepat panen, pengolahan hasil pertanian bernilai tambah, manajemen usaha sederhana, serta pemasaran digital. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Mudiak Aie dan Kelompok PKK Mudiak Aie dalam mengelola usaha secara lebih mandiri dan produktif. Secara umum, program memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, partisipasi masyarakat, serta penguatan ketahanan ekonomi pascabencana di Nagari Tambangan.