Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Dampak Letusan Gunung Kelud Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Di Kabupaten Kediri Nurhayati Nurhayati; Daffa Mauludie Al Daufir; Emmanuel Jessica Priskilla; Oktavia Rahmadani; Muhammad Ady Nursetya; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8715

Abstract

Letusan Gunung Kelud tahun 2014 memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak erupsi Gunung Kelud terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat serta memahami proses resiliensi yang dilakukan masyarakat pascabencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi Gunung Kelud menyebabkan kerusakan lahan pertanian, penurunan produktivitas ekonomi, terganggunya aktivitas sosial, serta perubahan mata pencaharian masyarakat. Sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama mengalami dampak paling besar akibat tertutupnya lahan oleh abu vulkanik dan material erupsi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat melakukan berbagai bentuk adaptasi seperti diversifikasi pekerjaan, pemanfaatan sektor pertambangan pasir, peternakan, perdagangan, hingga pengembangan wisata. Selain itu, solidaritas sosial, gotong royong, dan kearifan lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat resiliensi masyarakat. Pemerintah dan lembaga terkait turut berperan melalui bantuan rehabilitasi, rekonstruksi, dan pelatihan mitigasi bencana, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala koordinasi dan distribusi bantuan. Dalam jangka panjang, pengalaman menghadapi erupsi mendorong meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan sistem mitigasi berbasis komunitas seperti Desa Tangguh Bencana dan Kampung Siaga Bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Kediri mampu membangun resiliensi adaptif melalui kombinasi strategi ekonomi, kekuatan sosial, dan kesiapsiagaan bencana.
Evaluasi Program Padat Karya Produksi Paving Dalam Pengentasan Kemiskinan: Studi Di Kelurahan Siwalankerto Oktavia Rahmadani; Latifatil Auniyah; Afida Ayu Azalia; Tauran Tauran; Sumarsyah Sumarsyah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.705

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan Program Padat Karya Produksi Paving dalam upaya pengurangan kemiskinan di Kelurahan Siwalankerto, Kota Surabaya. Program ini adalah salah satu usaha pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja serta memberdayakan ekonomi yang berbasis pada tenaga kerja lokal. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian evaluasi formal, serta merujuk pada enam kriteria evaluasi OECD, yaitu relevansi, konsistensi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan. Informasi didapatkan melalui pengamatan, interaksi, dan arsip. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan kebijakan pemerintah, serta cukup efisien dan efektif dalam mencapai tujuan program. Selain itu, program ini memiliki efek positif dalam meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja. Akan tetapi, dalam hal keberlanjutan, program masih menemui tantangan berupa ketergantungan pada pemerintah dan terbatasnya sarana produksi. Oleh sebab itu, dibutuhkan usaha untuk memperkuat kemandirian program, meningkatkan mutu sarana dan prasarana, serta memperluas jaringan pemasaran agar program dapat beroperasi lebih optimal dan berkelanjutan.