Okka Adittio Putra
Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Employability Skills, Career Support, Dan Self-Efficacy Terhadap Peluang Kerja Generasi Z Di Kota Bengkulu Dengan Kesiapan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Elsa Angraeni; Janusi Waliamin; Okka Adittio Putra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh employability skills, career support, dan self-efficacy terhadap peluang kerja Generasi Z di Kota Bengkulu dengan kesiapan kerja sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya persaingan di pasar tenaga kerja yang menuntut mahasiswa tingkat akhir untuk memiliki keterampilan kerja yang memadai, dukungan karier yang baik, dan keyakinan diri yang kuat agar mampu bersaing dan memperoleh peluang kerja yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir di Kota Bengkulu dengan jumlah sampel sebanyak 190 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employability skills (T-Statistik = 5,510; P = 0,000), career support (T-Statistik = 2,106; P = 0,035), dan kesiapan kerja berpengaruh positif dan signifikan. Selanjutnya, employability skills (T-Statistik = 4,693; P = 0,000), career support (T-Statistik = 2,706; P = 0,007), dan self-efficacy (T-Statistik = 2,789; P = 0,005) berpengaruh langsung terhadap peluang kerja. Self-efficacy tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (T-Statistik = 1,810; P = 0,070). Kesiapan kerja terbukti sebagai mediasi parsial hanya pada jalur employability skills terhadap peluang kerja (T-Statistik = 2,166; P = 0,030). Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan employability skills merupakan faktor paling dominan dalam membentuk kesiapan kerja dan peluang kerja Generasi Z di Kota Bengkulu.
Pengaruh Insentif, Beban Kerja, dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terhadap Kinerja Karyawan pada PT SBS (Sinar Bengkulu Selatan) Ihsan Masykur; Fauzan Fauzan; Okka Adittio Putra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh insentif, beban kerja, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan pada PT SBS (Sinar Bengkulu Selatan), yaitu sebuah perusahaan pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Nanjungan, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sifat penelitian explanatory. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 136 karyawan menggunakan teknik total sampling, dengan kriteria responden yaitu karyawan yang telah bekerja minimal satu tahun dan berusia 20–50 tahun. Instrumen pengukuran menggunakan skala Likert lima poin, dan seluruh butir pernyataan dinyatakan valid (r-hitung > 0,168) dan reliabel (Alpha Cronbach > 0,6). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, insentif (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 0,909; sig = 0,365), sedangkan beban kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan (t = 3,248; sig = 0,001), dan K3 (X3) berpengaruh positif dan signifikan (t = 6,732; sig < 0,001). Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 110,554; sig < 0,001). Koefisien korelasi berganda (R = 0,846) menunjukkan hubungan yang sangat kuat, dan koefisien determinasi berganda (Adjusted R² = 0,709) menunjukkan bahwa 70,9% variasi kinerja karyawan dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 29,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Pengaruh Work Life Balance dan Job Crafting terhadap Kinerja Karyawan Toyota Body and Paint Bengkulu dengan Self Efficacy sebagai Variabel Moderasi Rina Fitri Lestari; Fauzan Fauzan; Okka Adittio Putra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh work life balance dan job crafting terhadap kinerja karyawan, dengan self efficacy sebagai variabel moderasi pada Toyota Body and Paint Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Populasi mencakup seluruh 44 karyawan aktif Toyota Body and Paint Bengkulu, dan teknik total sampling diterapkan sehingga seluruh 44 karyawan menjadi responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert lima poin, dan pengujian hipotesis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.1.1.8. Evaluasi outer model mengonfirmasi bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas konvergen dengan nilai AVE di atas 0,500 (Work Life Balance = 0,708; Job Crafting = 0,647; Kinerja Karyawan = 0,692; Self Efficacy = 0,716) dan reliabilitas yang memadai dengan nilai Cronbach's Alpha berkisar antara 0,911 hingga 0,950. Nilai R-Square sebesar 0,877 mengindikasikan bahwa 87,7% variasi kinerja karyawan mampu dijelaskan oleh model. Hasil analisis koefisien jalur menunjukkan bahwa job crafting berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,613; T-statistik = 2,604; p-value = 0,005), sedangkan work life balance tidak berpengaruh signifikan (β = 0,000; T-statistik = 0,002; p-value = 0,499). Hasil Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan bahwa self efficacy tidak mampu memoderasi hubungan antara work life balance dan kinerja karyawan (T-statistik = 0,046; p-value = 0,482), maupun hubungan antara job crafting dan kinerja karyawan (T-statistik = 0,802; p-value = 0,211). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku proaktif karyawan melalui job crafting berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja, sedangkan self efficacy tidak terbukti menjadi variabel moderasi yang efektif dalam konteks penelitian ini.