Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Self-Regulated Islamic Morality: Analisis Teoretis Pengendalian Akhlak Siswa SMP di Era Algoritma TikTok Lilik Noer Laili; Allifatur Rohma; Muhammad As’ad Humam; Addinul Subhan; Khoiriyah
JURNAL PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN Vol. 13 No. 1 (2026): MARET (JURNAL PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN)
Publisher : Education Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/brnx3439

Abstract

This study aims to analyze violations of the Cooperative Principle in Kisah Nabi Yusuf AS Episode 18, which was broadcast on the Salam Media YouTube channel. The research employs a qualitative descriptive method with a pragmatic approach, focusing on the identification and classification of Cooperative Principle violations based on Grice’s theory, namely the maxims of quantity, quality, relevance, and manner. The research data consist of utterances produced by the characters in the film, collected through observation and note-taking techniques. Data analysis was conducted by applying intralingual and extralingual matching techniques to interpret the utterances in relation to their linguistic and situational contexts. The findings reveal that violations of all four maxims of the Cooperative Principle occur in the dialogues between characters, serving various communicative purposes such as avoiding direct responses, concealing particular intentions, conveying implicit meanings, and enhancing the dramatic effect of the narrative. These findings indicate that violations of the Cooperative Principle function as pragmatic strategies that support interactional dynamics and conflict development within film discourse.
Relevansi Konsep Insan Kamil dengan Tujuan Pendidikan Islam di Tengah Perubahan Sosial Modern Allifatur Rohma; Khodijah Amatulloh Sholihat; Yanti Yuniarti; Mohammad Solihin; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12983

Abstract

Perubahan sosial kontemporer ditandai oleh digitalisasi, konektivitas, dan tuntutan kompetensi global mendesak sistem pendidikan Islam untuk meninjau kembali tujuan dasarnya agar tetap relevan secara moral, intelektual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan memetakan relevansi operasional konsep Insan Kamil yang berakar pada tasawuf Ibn ‘Arabī dan al-Jīlī dengan rumusan tujuan pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial modern Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), berfokus pada analisis konseptual dan filosofis terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil temuan menegaskan bahwa Insan Kamil berfungsi sebagai matriks normatif dan operasional yang mengharmonikan dimensi intelektual, moral (adab/akhlaq), dan kemasyarakatan (‘amal) dalam kerangka tauhid. Konsep ini menuntut integrasi wahyu, akal, dan pengalaman, sehingga kualitas Ilahi tercermin dalam karakter dan praktik sosial. Secara praksis, hal ini meniscayakan empat poros: integrasi ilmu berbasis tauhid, pembentukan adab sebagai inti, tazkiyah dan tahqīq sebagai metode, serta etika kekhalifahan di ekologi digital. Kesimpulannya, Insan Kamil memberikan orientasi yang mampu menjawab krisis adab dan fragmentasi ilmu, serta membentuk profil lulusan yang kritis, beretika, dan berdaya cipta dalam masyarakat plural.