Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran melalui Modul Digital Berbasis Canva dan Heyzine bagi Guru SMA Negeri 8 Makassar Dea Tonapa; Lely Novia; Legiyo Legiyo; Indrawaty Asfah; A. Patimah Ramarh Apdy
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v6i1.12709

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengharuskan para guru untuk secara kreatif dan efektif mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Meskipun demikian, banyak guru yang masih menghadapi tantangan dalam menciptakan bahan ajar digital yang menarik dan mudah diakses oleh siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang modul digital menggunakan Canva dan Heyzine melalui serangkaian workshop. Metode yang diterapkan adalah pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training), yang meliputi tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program ini melibatkan 25 guru dari berbagai disiplin ilmu di SMA Negeri 8 Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta, di mana 72% guru menyatakan memahami konsep modul digital dan 68% mampu mengikuti alur pengembangan modul secara sistematis. Selain itu, 72% peserta berhasil mengonversi modul menjadi media interaktif berbentuk flipbook menggunakan Heyzine secara mandiri. Kegiatan ini juga berdampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, yang ditunjukkan oleh lebih dari 70% peserta memberikan respons positif terhadap kebermanfaatan pelatihan. Workshop ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung transformasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Digital technology development requires teachers to integrate technology into the learning process in a creative and effective manner. However, many teachers still face challenges in developing engaging and accessible digital teaching materials. This community service activity aimed to enhance teachers’ competence in developing digital modules using Canva and Heyzine through a workshop program. The method applied was hands-on training conducted through preparation, implementation, and evaluation stages. The activity involved 25 teachers from various subject areas at SMA Negeri 8 Makassar. The results indicate that teachers were able to understand the concept of digital modules, design teaching materials using Canva, and convert them into interactive flipbook modules using Heyzine. In addition to improving technical skills, the workshop also had a positive impact on teachers’ motivation, self-confidence, and readiness to implement technology-based learning. This workshop is expected to support learning transformation and contribute to improving educational quality in schools.
GAS UTBK: Gali Analisis Soal sebagai Strategi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kesiapan Siswa Kelas XII SMAN 8 Makassar Menghadapi UTBK Imelda; Lely Novia; Iwanuddin; Keysha Nizalytha Tualle; Dea Tonapa; Suci Rahmawati; Sinta Maharani
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan jalur utama bagi siswa SMA untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, namun banyak siswa masih mengalami kesulitan pada komponen Literasi Bahasa Inggris, khususnya dalam membaca analitis dan pengelolaan waktu. Program pengabdian masyarakat GAS UTBK melibatkan 128 siswa kelas XII SMAN 8 Makassar dan bertujuan meningkatkan kesiapan literasi Bahasa Inggris melalui pelatihan strategi analisis soal. Program dilaksanakan melalui enam pertemuan menggunakan pendekatan partisipatif dan experiential learning yang memadukan pembelajaran luring, bahan ajar digital, latihan intensif, serta pendampingan daring selama Ramadan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert pada akhir kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa 67,2% siswa menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa soal latihan sesuai dengan standar UTBK, serta terjadi peningkatan pemahaman teks, kemampuan analisis, manajemen waktu, dan kepercayaan diri. Namun demikian, soal berbasis inferensi seperti Author‑Related Questions masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, program GAS UTBK terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan literasi Bahasa Inggris siswa dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.