Refiana Hidayah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Media Pembelajaran Word Shake dalam Melatih Kosakata Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Kelas II Refiana Hidayah; Markhamah Markhamah; Ambarwati Ambarwati
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.9236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran Word Shake dalam melatih penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 87 siswa kelas II paralel di salah satu sekolah dasar di Kota Surakarta. Guru Bahasa Inggris berperan sebagai kolaborator dalam pelaksanaan penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Word Shake dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas II. Proses pembelajaran berlangsung secara aktif, interaktif, dan menyenangkan. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, mampu bekerja sama dalam kelompok, serta berperan aktif dalam menyusun huruf menjadi kosakata. Implementasi media Word Shake juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan penguasaan kosakata siswa, baik dalam menyebutkan, memahami, maupun menjelaskan ciri-ciri kosakata yang dipelajari. Selain itu, penggunaan media Word Shake turut mengembangkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, media Word Shake dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif untuk melatih kosakata Bahasa Inggris siswa sekolah dasar.
TRANSFORMASI PROSES PEMBELAJARAN MENUJU KURIKULUM MERDEKA KELAS III SEKOLAH DASAR Refiana Hidayah; Desi Susanti; Bambang Sumardjoko; Sabar Narimo
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9207

Abstract

This study aims to describe the transformation of the learning process during the implementation of the Independent Curriculum in third-grade students at Cipta Muda Public Elementary School, Buay Madang District, East OKU Regency. The focus of the study includes changes in learning approaches, the roles of teachers and students, and the obstacles and strategies implemented during the curriculum adaptation process. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that teachers have begun implementing project-based learning and differentiated learning based on student characteristics. The teacher's role has shifted from instructor to learning facilitator, while students become more active and independent. However, the implementation of the Independent Curriculum still faces obstacles, particularly in teacher readiness to develop independent learning modules and limited supporting facilities. This study concludes that the learning transformation towards the Independent Curriculum has progressed progressively, but requires ongoing mentoring, teacher training, and institutional support for optimal implementation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi proses pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka di kelas III SD Negeri Cipta Muda, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur. Fokus penelitian meliputi perubahan pendekatan pembelajaran, peran guru dan peserta didik, serta kendala dan strategi yang diterapkan selama proses adaptasi kurikulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berdiferensiasi sesuai karakteristik peserta didik. Peran guru bergeser dari pengajar menjadi fasilitator pembelajaran, sementara peserta didik lebih aktif dan mandiri. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi kendala, terutama pada kesiapan guru dalam menyusun modul ajar mandiri serta keterbatasan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran menuju Kurikulum Merdeka telah berjalan secara progresif, tetapi memerlukan pendampingan berkelanjutan, pelatihan guru, serta dukungan institusional agar implementasinya optimal.  
PERAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SEKOLAH DASAR Refiana Hidayah; Anam Sutopo; Sofyan Anif
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9036

Abstract

Teachers’ pedagogical competence plays a central role in ensuring the quality of learning in elementary schools. One strategic effort to support the development of this competence is academic supervision conducted by school principals. This study aims to explore the role of principals’ academic supervision in enhancing teachers’ pedagogical competence at the elementary school level. A qualitative descriptive approach was employed in this research. The participants consisted of a school principal and elementary school teachers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that academic supervision implemented in a planned and collaborative manner contributes to the improvement of teachers’ pedagogical competence, particularly in lesson planning, instructional implementation, and classroom management. In addition, the supervision process encourages teachers to engage in reflective practices and continuous professional improvement. However, the effectiveness of academic supervision has not been fully optimized due to time constraints and administrative workload, which limit the consistency of follow-up actions. Therefore, academic supervision needs to be designed based on teachers’ actual needs and supported by systematic and continuous follow-up to ensure sustainable improvement in pedagogical competence. ABSTRAKKompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Upaya peningkatan kompetensi tersebut dapat dilakukan melalui supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah secara terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah dan guru yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan secara kolaboratif berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Supervisi juga mendorong guru untuk lebih reflektif dan terbuka terhadap perbaikan praktik pembelajaran. Namun demikian, pelaksanaan tindak lanjut supervisi belum dilakukan secara optimal karena keterbatasan waktu dan beban administrasi. Oleh karena itu, supervisi akademik perlu dirancang berbasis kebutuhan guru dan didukung dengan tindak lanjut yang sistematis agar peningkatan kompetensi pedagogik dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Peran Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Membentuk Kemandirian dan Tanggung Jawab Siswa Refiana Hidayah; Tri Mitalia Endah Wulandari; Tinaningrum Ayuningsih; Alya Rifa Nurjanah; Murfiah Dewi Wulandari; Darsinah Darsinah
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam membentuk kemandirian dan tanggung jawab peserta didik di sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain embedded single case study, penelitian dilakukan di SD Negeri Sanggrahan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHBS berkontribusi signifikan dalam membentuk perilaku mandiri dan bertanggung jawab pada siswa melalui pembiasaan rutin, keteladanan guru, integrasi dalam pembelajaran, dan dukungan fasilitas sekolah. Siswa mampu melakukan berbagai praktik PHBS secara mandiri, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, serta melaksanakan piket kelas. Pengetahuan siswa, pembiasaan, keteladanan guru, dan kebijakan sekolah menjadi faktor yang memperkuat internalisasi perilaku sehat. Temuan ini menegaskan bahwa PHBS tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga merupakan sarana strategis dalam pembentukan karakter peserta didik.