Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Volume Pengiriman dan Return Rate COD terhadap Biaya Operasional Logistik pada Perusahaan Ekspedisi Rifa Khairunnisa; Mumu Komaro; Saskia Kanisaa Puspanikan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1736

Abstract

Penelitian ini menganalisis sensitivitas biaya operasional last-mile delivery terhadap volume pengiriman dan return rate pada PT XYZ Ekspedisi di Bandung Timur, dengan proporsi transaksi Cash on Delivery (COD) mencapai 90%. Penelitian menggunakan 60 observasi data operasional harian selama November–Desember 2025 yang diperoleh dari catatan internal perusahaan. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan mengombinasikan Fault Tree Analysis (FTA) sebagai kerangka kualitatif untuk memetakan struktur penyebab kegagalan pengiriman dan regresi log-linear berganda dengan teknik mean centering sebagai instrumen kuantitatif utama. Model log-linear dipilih berdasarkan pertimbangan distribusi data yang mengandung skewness dan potensi heteroskedastisitas, serta relevansi pendekatan elastisitas dalam analisis sensitivitas biaya logistik. Secara fungsional, menghasilkan efek biaya yang bersifat nonlinear dan multipelatif (accelerating effect), terutama dipengaruhi oleh return rate. Hasil estimasi menghasilkan R² = 0.902, dengan koefisien elastisitas volume β₁ = 0.931 (near-unitary elasticity) dan koefisien semi-elastisitas return rate β₂ = 15.973. Uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model memenuhi seluruh kriteria BLUE. Temuan ini mengindikasikan bahwa, dalam konteks variabel yang diamati dan spesifikasi model yang digunakan, return rate memiliki pengaruh yang relatif lebih besar terhadap biaya operasional dibandingkan dengan volume pengiriman. Oleh karena itu, pengendalian return rate berpotensi menjadi salah satu fokus strategis dalam meningkatkan efisiensi biaya operasional pada sistem distribusi berbasis COD.
Analisis Bibliometrik dan Systematic Literature Review Hambatan Implementasi Blockchain  pada Logistik Negara Berkembang: Perspektif Indonesia Fiqih Cahyo Kurniawan; Yusep Sukrawan; Saskia Kanisaa Puspanikan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1416

Abstract

Teknologi blockchain berpotensi meningkatkan transparansi, traceability, dan efisiensi sektor logistik, namun tingkat adopsinya di negara berkembang masih rendah. Literatur yang ada lebih banyak menekankan manfaat konseptual, sementara kajian sistematis mengenai hambatan implementasi, khususnya dengan perspektif Indonesia, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkategorisasi hambatan implementasi blockchain pada sektor logistik negara berkembang dengan fokus relevansi terhadap konteks Indonesia. Metode penelitian mengkombinasikan analisis bibliometrik dan systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA terhadap 63 artikel terbitan tahun 2020–2025. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer menghasilkan empat klaster tematik utama, sedangkan SLR terhadap 10 artikel dengan sitasi tertinggi mengidentifikasi lima kategori hambatan utama, yaitu teknologi, ekonomi, organisasi, regulasi, dan infrastruktur. Hambatan teknologi dan regulasi muncul sebagai faktor paling dominan, ditandai oleh isu skalabilitas, interoperabilitas, ketidakpastian hukum, serta belum matangnya standar teknis. Dalam konteks Indonesia, hambatan tersebut diperkuat oleh ketimpangan infrastruktur digital dan tingginya biaya logistik nasional. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan pemetaan komprehensif hambatan implementasi blockchain serta rekomendasi strategis berbasis konteks negara berkembang untuk mendukung perumusan kebijakan dan percepatan transformasi digital sektor logistik Indonesia.
Analisis Pengendalian Persediaan Spare Part MRO melalui Integrasi ABC-FSN dan Min-Max Kansa Tsaqifa Azzahra; Bambang Darmawan; Saskia Kanisaa Puspanikan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2102

Abstract

Pengendalian persediaan spare part pada fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) diperlukan untuk menjamin ketersediaan material sekaligus meminimalkan risiko kelebihan stok. PT XYZ belum menerapkan pengelompokan spare part berdasarkan nilai konsumsi dan tingkat pergerakan sebagai dasar penetapan kebijakan persediaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spare part prioritas melalui integrasi klasifikasi ABC dan FSN serta menyusun rekomendasi pengendalian persediaan menggunakan metode Min–Max. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa observasi dan wawancara serta data sekunder berupa histori persediaan, issued date, harga satuan, dan lead time terhadap 248 jenis spare part. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi ABC menghasilkan 8 item kategori A dengan kontribusi 79,22% terhadap total nilai konsumsi persediaan, sedangkan klasifikasi FSN menghasilkan 81 item (33%) kategori fast moving dan 167 item (67%) kategori slow moving. Integrasi ABC–FSN mengidentifikasi lima spare part kategori A–Slow Moving sebagai prioritas pengendalian. Perhitungan metode Min–Max menghasilkan parameter safety stock, minimum stock, maximum stock, dan order quantity sesuai karakteristik kebutuhan dan lead time setiap item. Integrasi klasifikasi ABC–FSN dan metode Min–Max dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengendalian persediaan yang lebih efektif untuk menjaga ketersediaan material dan mengurangi potensi dead stock.