Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penilaian Siklus Hidup Hydrogen Plant di PLTGU Gresik Ahmad Al Jailani; Maria Anityasari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai siklus hidup hydrogen plant dan mengevaluasi implementasi penggunaan PLTS untuk menekan global warming di PLN Nusantara Power UP Gresik. Di PLTGU Gresik hidrogen digunakan sebagai pendingin generator. Produksi hidrogen di PLTGU Gresik menggunakan teknologi elektrolisis alkali. Kajian dampak lingkungan yang dipaparkan dalam artikel ini disusun dengan metode LCA berdasarkan standart ISO 14040 dengan unit fungsional 1 kg H2 dan ruang lingkup cradle to gate meliputi proses desalinasi, demineralisasi, gas Generating system, dan hydrogen purification system. Data inventori meliputi seluruh konsumsi listrik, bahan kimia, air proses dan emisi yang dibuang ke lingkungan. Penilaian dampak dilakukan dengan metode ReCipe 2016 Midpoint dengan SimaPro pada skenario produksi hidrogen dengan energi listrik PLN (baseline), dan energi hybrid PLN-PLTS berkapasitas 50,6 KWp. Kebutuhan listrik hydrogen plant tipe ini mencapai 48,80 kWh/kg H2 dengan GGS adalah proses yang konsumsi listrik yang tertinggi yaitu 45,77 kWh per kg H2 atau 93,8 persen dari total keseluruhan sistem.  Integrasi PLTS 50,6 kWP dapat menurunkan dampak global warming sebesar 14,04%. Namun, terdapat peningkatkan dampak ionizing radiation, terretrial ecotoxicity, dan mineral resource scarcity yang menunjukkan burden shifting dari rantai pasok material PLTS. Secara keseluruhan integrasi PLTS efektif menurunkan 83,3% kategori dampak lingkungan pada proses produksi hidrogen di PLTGU Gresik.
Perbandingan Dampak Lingkungan Porsi Co-firing pada PLTU Pulverized Coal 350 MW Satria Rizki; Maria Anityasari; Abdul Basit
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1823

Abstract

Ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara di Indonesia menimbulkan permasalahan dampak lingkungan. Upaya pengurangan dampak lingkungan ini menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan sistem kelistrikan tanpa mengganggu keandalan pasokan energi. Salah satunya langkah yang sudah dilakukan dengan penerapan co-firing pada PLTU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan dampak lingkungan dari penerapan co-firing biomassa pada PLTU Pulverized Coal (PC) dengan variasi komposisi bahan bakar batubara jenis low rank coal dan medium rank coal serta biomassa berupa sawdust. Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment dengan sistem gate-to-gate dan functional unit sebesar 1 kW energi listrik, serta penilaian dampak menggunakan metode ReCiPe2016 pada level midpoint dan endpoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biomassa secara bertahap mampu menurunkan dampak lingkungan, terutama terhadap pemanasan global, eutrofikasi, konsumsi sumber daya, serta toksisitas terhadap manusia dan ekosistem. Skenario terbaik diperoleh pada komposisi campuran dengan porsi biomassa sampai 15% yang menghasilkan dampak lingkungan paling rendah. Meskipun demikian, terdapat peningkatan pada beberapa kategori dampak seperti pembentukan partikulat halus dan toksisitas non-karsinogenik.
Perbandingan Dampak Lingkungan Dan Carbon Tax Antara Proses Manufaktur Dan Proses Perbaikan Propeller Kapal Empat Blade (4B) Dela Wahyu Nur Isroina; Maria Anityasari; Ahmad Rusdiansyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1604

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut (kapal) dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik nasional. Dalam sistem penggerak kapal, propeller merupakan bagian inti karena berperan sebagai pedorong saat kapal beroperasi. Selain itu, propeller juga rentan mengalami kerusakan akibat kelelahan material, kavitasi, dan beban operasi jangka panjang. Kerusakan pada propeller dapat menurunkan performa kapal, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Tanpa strategi pemeliharaan yang tepat, praktik penggantian propeller secara berulang berpotensi meningkatkan beban emisi dan biaya karbon, sehingga dapat menghambat pencapaian target dekarbonisasi sektor maritim. Kemudian, penggunaan propeller baru menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan akibat proses manufaktur yang bersifat intensif energi dan material. Seiring dengan penerapan carbon pricing dan meningkatnya tuntutan keberlanjutan, diperlukan strategi pemeliharaan propeller yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menerapkan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) untuk menilai dan memembandingkan dampak lingkungan antara propeller baru dan strategi perbaikan (repair). Hasil analisis menunjukkan bahwa propeller baru menghasilkan dampak lingkungan sebesar 16.962 kg CO₂-eq, sedangkan strategi repair mampu memberikan penghematan emisi sebesar 10.000–12.000 kg CO₂-eq, bergantung pada tingkat kerusakan. Jika dikonversikan ke dalam skema carbon tax sebesar Rp30 per kg CO₂-eq, strategi repair menghasilkan environmental saving cost sebesar Rp305.400–Rp375.180 dibandingkan dengan propeller baru. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa repair propeller tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan biaya karbon, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih berkelanjutan di industri perkapalan dan galangan kapal terkait strategi pergantian propeller kapal.