Askahar
Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI KELAS VII MTS BABUSSALAM HKSN KEC. LATAMBAGA KAB. KOLAKA Risman Akbar; Hartono; Askahar
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan Madarasah
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dapat diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, dan pembuatan mendidik. Karena pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Jadi pendidikan merupakan upaya pengembangan potensi diri manusia untuk menjadi manusia dewasa dan cakap. Untuk mengembangkan diri menjadi manusia yang berpotensi maka perlu penyadaran mengenai pendidikan. Pendidikan efektif akan tercapai melalui pembelajaran yang efektif. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada dua yaitu: Bagaimana gaya belajar siswa berprestasi di kelas VII MTs Babussalam HKSN Kec. Latambaga Kab. Kolaka?  Dan Apa saja faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa berprestasi di kelas VII  MTs Babussalam HKSN Kec. Latambaga Kab. Kolaka?   Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan beberapa tahapan yaitu data Reduction, data display, dan conslusion drawing/verification.(Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa ada beberapa bentuk gaya belajar siswa yaitu Gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan Gaya belajar kinestetik Gaya belajar siswa berprestasi ada beberapa macam yaitu Gaya belajar visual, Gaya belajar auditorial, dan Gaya belajar kinestetik. Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat membantu siswa belajar sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa tersebut. Karena kemampuan siswa untuk memahami dan menerima pelajaran sudah pasti berbeda tingkatannya Faktor yang mempengaruhi gaya belajar siswa berprestasi antara lain faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal meliputi keturunan, bakat, minat, dan motivasi, sedangkan faktor eksternal meliputi faktor lingkungan sekolah yakni hubungan guru dengan siswa , faktor lingkungan keluarga, dan faktor lingkungan Masyarakat.
An Integrative Character Education Model in English Language Learning for High School Students suhrah; Muhammad Akbar; Askahar
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i3.103955

Abstract

The development of character education requires teachers to be able to effectively integrate moral values and virtues into the learning process. However, implementing the right strategies in English language learning remains a challenge in many schools. This study aims to analyze teachers' strategies in integrating character values into English language learning. A qualitative approach with a case study method was used to explore in depth the teaching practices of six English teachers. Data were collected through analysis of lesson plans, classroom observations, and in-depth interviews, then analyzed using thematic analysis techniques. The results show that teachers apply character integration in a planned, contextual, and sustainable manner through problem-based learning, open discussions, role-play, community projects, and value reflection. Conceptually, this study confirms that value-based integrative strategies can strengthen language proficiency while shaping students' social and moral character. The conclusion of the study shows that the integration of character education in English language learning requires a transformation of the pedagogical paradigm from merely teaching language to shaping the values and identities of students. Implicitly, the results of this study can be used as a reference in the development of teacher training and character education policies in secondary schools.