Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Eksistensi Praktik Minum Kopi sebagai Konstruksi Identitas Sosial dalam Relasi Masyarakat Desa Lenda, Kabupaten Manggarai Angelina Dewi Anggraini Pagung; Lasarus Jehamat; Herman Y Utang; Yosep E Jelahut
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi praktik minum kopi dalam konstruksi identitas sosial dan relasi sosial masyarakat di Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap 10 informan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik dengan mengintegrasikan teori identitas sosial dan konsep habitus sebagai kerangka analitis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik minum kopi tidak sekadar merupakan aktivitas konsumsi, melainkan berfungsi sebagai praktik sosial yang terlembagakan dalam kehidupan masyarakat. Praktik ini berperan sebagai medium pembentukan dan penguatan relasi sosial, sekaligus sebagai mekanisme reproduksi identitas kolektif yang berlangsung secara berkelanjutan. Selain itu, praktik minum kopi juga berfungsi sebagai norma sosial yang mengatur interaksi antarindividu, khususnya dalam konteks penerimaan tamu dan interaksi komunitas. Penelitian ini memperkenalkan konsep embodied social identity practice, yang menunjukkan bahwa identitas sosial tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga diwujudkan dalam praktik keseharian yang bersifat habitual dan performatif. Temuan ini memberikan kontribusi teoritik dalam pengembangan kajian sosiologi budaya dan konsumsi, khususnya dalam memahami hubungan antara praktik sosial, identitas kolektif, dan struktur sosial dalam masyarakat pedesaan.
Peran Gemohing dalam Membangun Interaksi Sosial Masyarakat di Desa Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Mayrika Sura Ola; Lasarus Jehamat; Christine E Meka; Herman Y Utang
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Gemohing dalam membangun interaksi sosial masyarakat di Desa Kenotan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas ketua Gemohing, sekretaris, bendahara, anggota Gemohing, Kepala Desa, dan Ketua Adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemohing tidak hanya berfungsi sebagai tradisi gotong royong masyarakat Lamaholot, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan hubungan kekeluargaan masyarakat. Praktik Gemohing membentuk hubungan sosial yang terbuka dan setara melalui kerja kolektif, komunikasi sosial, serta budaya saling membantu antarmasyarakat. Selain itu, Gemohing juga berdampak pada meningkatnya partisipasi sosial dan terjaganya nilai budaya lokal masyarakat desa. Namun, keberlangsungan Gemohing mulai menghadapi tantangan akibat modernisasi, meningkatnya individualisme, dan menurunnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan kolektif masyarakat.
Peran Tu’a Teno dalam Penyelesaian Sengketa Batas Lahan di Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai Yuliani Erlin Suryani; Yos E Jelahut; Imanta I Perangin Angin; Lasarus Jehamat
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1673

Abstract

Sengketa batas lahan merupakan salah satu bentuk konflik agraria yang sering terjadi pada masyarakat pedesaan dan berpotensi mengganggu hubungan sosial masyarakat. Dalam masyarakat adat Manggarai, penyelesaian sengketa batas lahan umumnya dilakukan melalui mekanisme adat dengan melibatkan Tu’a Teno sebagai pemegang otoritas adat dalam bidang pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tu’a Teno dalam penyelesaian sengketa batas lahan serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses penyelesaiannya di Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang yang terdiri atas tiga Tu’a Teno, satu Kepala Desa, dan satu masyarakat yang pernah terlibat dalam sengketa batas lahan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tu’a Teno berperan sebagai mediator dan pemimpin musyawarah adat, pengambil keputusan adat dan penentu kembali batas lahan (rahit), serta penjaga harmoni sosial masyarakat. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap batas kepemilikan lahan, hilangnya tanda batas akibat faktor alam, dan adanya tindakan sengaja menggeser batas lahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tu’a Teno masih memiliki legitimasi sosial yang kuat dalam penyelesaian konflik agraria berbasis adat dan berperan penting dalam menjaga keteraturan sosial masyarakat.
Eskalasi Perilaku Seksual Mahasiswa pada Kos Campuran dengan Pengawasan Rendah di Kelurahan Tenda Kabupaten Manggarai Alfian Jemali; Aelsthri Ndandara; Lasarus Jehamat; Balkis Soraya Tanof
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan eskalasi perilaku seksual serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa penghuni kos campuran di Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teori psikodinamik Sigmund Freud dan perspektif fakta sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual mahasiswa berkembang melalui empat tahapan, yaitu pembentukan kedekatan emosional, normalisasi kontak fisik, intensifikasi keintiman, dan hubungan seksual (coitus). Eskalasi perilaku tersebut dipengaruhi oleh lingkungan kos yang permisif, pengaruh teman sebaya, lemahnya kontrol sosial, dan menurunnya internalisasi nilai religius. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku seksual mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh dorongan psikologis individu, tetapi juga oleh kondisi sosial yang memberikan peluang bagi berkembangnya hubungan intim. Integrasi teori psikodinamik dan fakta sosial menjelaskan bahwa fenomena seks bebas merupakan hasil interaksi antara libido individu dan lingkungan sosial yang permisif.