Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hukum Syuf’ah dalam Mazhab-Mazhab Fikih Haris Dermawan; Nawir Yuslem; Akhyar Zen
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.8995

Abstract

Syuf'ah is a legal institution in transactions aimed at protecting joint owners from potential losses resulting from the transfer of rights to third parties. This article examines the views of Islamic jurisprudence schools regarding the subject, object, and conditions for implementing syuf'ah, and analyzes the similarities and differences in the opinions of scholars. This research uses a juridical-normative method through a literature review of hadith evidence and the opinions of jurists. The study results show that all schools of thought agree on the validity of syuf'ah based on authentic hadith. This similarity of opinion is evident in the basic requirements of syuf'ah, namely joint ownership, an undivided object, immediate demand, and payment at the same price. Differences of opinion arise in determining the subject and object of syuf'ah, particularly regarding the extension of rights to neighbors and the scope of property, which are influenced by differences in istinbath methods, particularly the use of qiyas. This study confirms that the differences between schools of thought are methodological and do not eliminate the main objective of syuf'ah as an instrument to maintain public welfare, legal certainty, and justice in joint ownership.
Pertanggungjawaban Pidana Anak yang Berkonflik dengan Hukum Terhadap Pembunuhan Berencana Pada Aksi Begal Haris Dermawan; Mhd. Yadi Harahap; Sukiati; Nurasiah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15451

Abstract

Studi ini mengeksplorasi kerangka hukum baik hukum Nasional maupun hukum Islam mengenai pengenaan hukuman terhadap anak di bawah umur yang terlibat dalam kasus perampokan (pencurian dengan kekerasan). Temuan menunjukkan bahwa pertimbangan peradilan dalam menjatuhkan hukuman kepada pelaku anak di bawah umur terutama dipengaruhi oleh usia pelaku, kepuasan unsur-unsur kriminal, dan kekuatan bukti yang disajikan selama persidangan. Untuk memerangi kejahatan tersebut, Undang-Undang Hukum Nasional (KUHP) Indonesia menerapkan strategi tiga bagian yang melibatkan tindakan pencegahan, preventif, dan represif. Sebaliknya, perspektif hukum Islam menekankan kepatuhan pada prinsip-prinsip Al-Quran sebagai landasan ilahi dan absolut untuk mitigasi kejahatan. Penelitian ini lebih lanjut mengungkapkan bahwa, baik dalam hukum pidana positif maupun syariah, tindakan pelaku anak di bawah umur diklasifikasikan sebagai pembunuhan berencana. Dalam yurisprudensi Islam, terdapat wacana ilmiah mengenai pembunuhan berencana oleh anak di bawah umur: satu aliran pemikiran menganjurkan penerapan qisas (pembalasan), sementara aliran lain menyarankan penggantiannya dengan diyat (uang darah). Pandangan yang berbeda ini dibentuk oleh penilaian psikologis dan konteks masyarakat kontemporer. Pada akhirnya, penanganan kenakalan remaja membutuhkan intervensi khusus untuk memastikan bahwa konsekuensi hukum berfungsi baik sebagai pencegah maupun sebagai mekanisme rehabilitasi karakter.