Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer dari Limbah Kulit Pisang di Kelurahan Foramadiahi Ternate Hesti Trisnianti Burhan; Rufaidah Azzahrah; Sitti Hartina; Liasari Armaijin; Wahyunita Do Toka; Nur Upik En Masrika; Amran Nur; Lola’ Tulak Rerung; Marhamah Marhamah; Muh Danial Fajri; Nurul Izzah H. L. Pasi; Nissa Ariska Suwardi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2866

Abstract

Kelurahan Foramadiahi, Kecamatan Pulau Ternate, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, terutama pada sektor pertanian. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah limbah kulit pisang yang selama ini umumnya dibuang sebagai limbah rumah tangga. Padahal, kulit pisang mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan polifenol, yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Foramadiahi dalam mengolah limbah kulit pisang menjadi produk hand sanitizer yang bernilai guna dan ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi mengenai formulasi dan pengemasan produk, serta pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan dasar kulit pisang. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan peserta menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada 40 peserta yang mengikuti pelatihan. Sebelum pelatihan, peserta dengan kategori pengetahuan tinggi hanya berjumlah 5 orang (12,5%), sedangkan 35 orang (87,5%) berada pada kategori pengetahuan rendah. Setelah pelatihan, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat menjadi 35 orang (87,5%), sementara peserta dengan kategori pengetahuan rendah menurun menjadi 5 orang (12,5%). Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mampu mempraktikkan pembuatan hand sanitizer secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan baku hand sanitizer dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus memberdayakan masyarakat.
Edukasi Dampak Pemanis Buatan Dalam Minuman Kemasan Bagi Pelajar di MTs Darul Ulum Sasa Kota Ternate Muhammad Subhan A. Sibadu; Muh Danial Fajri; Mutmainnah Mutmainnah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2189

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberi pengetahuan kepada siswa  di Mts Darul Ulum Sasa Kota Ternate mengenai efek merugikan yang bisa ditimbulkan dikemudian hari sebagai akibat berlebihan dalam mengkonsumsi minuman mengandung pemanis buatan yang beredar dipasaran saat ini. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua kegiatan yakni penyuluhan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian ini mencakup penyuluhan minuman kemasan, macam-macam pemanis buatan, efek yang ditimbulkan oleh pemanis buatan jika dikonsumsi berlebihan, kandungan dan jenis gula yang aman dikonsumsi, durasi dan jumlah minuman kemasan yang boleh dikonsumsi. Pendampingan diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi pelajar dalam melakukan skrining kandungan/komposisi pemanis buatan pada minuman kemasan yang beredar terkait nilai gizi dan batas asupan gula harian. Luaran yang dihasilkan berupa  brosur dan leaflet informatif dan hasil kegiatan dipublikasikan pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan para pelajar di kota Ternate umumnya dan di MTs Darul Ulum Sasa Kota Ternate khususnya bisa memilih konsumsi jajanan sehat dan terhindar dari penggunaan zat aditif pada makanan serta dapat meningkatkan kesehatan pelajar dan masyarakat pada umumnya.