Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Dengan Gejala Sarcopenia Di Puskesmas Kota Pekanbaru Aisyah Wati; Yesi Hasneli; Darwin Karim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.684

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang, termasuk penurunan massa dan kekuatan otot (sarcopenia). Lama menderita DM diduga berpengaruh terhadap timbulnya gejala sarcopenia melalui gangguan metabolisme glukosa, resistensi insulin, dan proses inflamasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dengan gejala sarcopenia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan responden sebanyak 60 orang penderita DM berusia maksimal 59 tahun di Puskesmas Garuda. Pengumpulan data dengan kuesioner SARC-F dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menderita DM ≥5 tahun sebanyak 23 orang (38%) dan yang mengalami gejala sarcopenia sebanyak 18 orang (30%). Sebagian besar responden mengeluhkan adanya kesulitan pada beberapa komponen fungsi fisik yang dinilai, meliputi kekuatan otot, kemampuan berjalan, bangun dari posisi duduk, menaiki tangga, serta riwayat jatuh. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara lama menderita DM dengan gejala sarcopenia (p-value= 0,000). Penelitian ini mengindikasikan bahwa lama menderita DM berkontribusi terhadap penurunan kemampuan fungsional yang berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh hiperglikemia kronik yang memicu stres oksidatif, resistensi insulin, dan peradangan, sehingga mengganggu metabolisme protein dan memunculkan gejala sarcopenia pada penderita DM.
DHF Awareness Counseling and the Production of Natural Larvicide "ABATE CELERY" as a Mosquito Larvae Killer Yulia Irvani Dewi; Aisyah Wati; Ayu Wulandari; Azzahra Jasmine Budiono; Bayong Montella; Desi Qhairani Muraji Zagoto; Farazila Farazila; Jesika Delya Putri; Kurnia Wulandari; Melani Putri; Nabila Naila Rahman; Najwa Kiramy; Riska Aulia Putri
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i2.286

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmitted by the Aedes aegypti mosquito and remains a public health problem in Indonesia, especially in wetland areas such as Limbungan Baru Village, Rumbai District, Pekanbaru City. Humid environments and stagnant water are ideal breeding grounds for mosquito larvae. This community service activity aims to increase public knowledge about DHF prevention and introduce the production of natural larvicide "Abate Celery" made from celery herb (Apium graveolens L.) as an environmentally friendly alternative to eradicate mosquito larvae. The implementation method includes surveys, counseling, demonstrations, and questions and answers attended by 23 residents representing each RT in RW 06 Limbungan Baru in October 2025. Evaluation was carried out after the counseling through a pre-test and post-test with 10 questions related to DHF and its prevention. The results showed an increase in community knowledge, from a pre-test score of 66.5 to 90.5 in the post-test, indicating the effectiveness of the outreach activities. Furthermore, the community was able to practice making natural larvicides. This activity contributed to raising public awareness of the importance of environmental cleanliness and the use of natural ingredients as a sustainable dengue prevention effort.