Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literatur Review: Perbandingan Efektivitas Antibiotik Golongan Sefalosporin Generasi ketiga pada Pasien Demam Tifoid Yuviana Yuviana; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti; Ervina Damayanti; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Mei-Jun
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i3.749

Abstract

Antibiotik berperan penting dalam pengobatan demam tifoid. Antibiotik sefalosporin generasi ketiga merupakan alternatif dari antibiotik lini pertama yang efektif digunakan dalam tatalaksana demam tifoid dengan respon klinis antibiotik berbeda-beda. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga pada pasien demam tifoid. Metode yang digunakan adalah penelusuran litelatur dari database jurnal, meliputi PubMed dan Google Scholar menggunakan metode Boolean operator, dengan kata kunci (“Tyohoid fever” OR “Salmonella Typhi”) AND (third-generation cephalosporins” OR “ceftriaxone” OR “cefixime” OR “cefotaxime”) AND (“clinical effectiveness” OR “clinical outcome” OR “defervescence” OR “ treatment outcome”). Berdasarkan proses seleksi, terdapat 9 artikel yang memenuhi kriteria dan ditelaah dalam review ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa antibiotik ceftriaxone merupakan antibiotik yang paling efektif dalam menurunkan demam dan lama rawat dibanding cefotaksim dan cefixime. Perbedaan respon klinis dipengaruhi oleh rute pemberian dan sifat farmakokinetik masing-masing obat. Kajian ini menunjukkan adanya perbedaan efektivitas antara ketiga antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga, dimana antibiotik ceftriaxone yang paling efektif.
Literature review : Terapi Non-Farmakologi Terhadap Proses Pemulihan dan Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Pasca Tindakan Bedah Sectio Caesarea Marshanda Nikita; Ervina Damayanti; Mirza Junando; Tri Umiana Soleha
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.864

Abstract

Sectio caesarea atau bedah caesar merupakan tindakan bedah mayor yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Meskipun efektif secara medis, prosedur ini dapat menimbulkan nyeri khususnya pada pasca operasi sehingga berdampak terhadap kenyamanan, kondisi psikologis, dan proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri pasca tindakan bedah caesar dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis daan non-farmakologi. Hasil telaah ini disusun dalam bentuk literature  review yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai jenis terapi non-farmakologi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan membantu dalam proses pemulihan pada pasien pasca tindakan bedah caesar. Penelusuran literature  review dilakukan dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis berbagai literature  yang relevan dengan terapi non-farmakologis pada pasien bedah caesar berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil telaah literature  review ditemukan bahwa terapi non-farmakologis dengan teknik autogenic, relaksasi pernafasan, terapi musik, pijat kaki, aromaterapi dan relaksasi genggam jari mampu menurunkan skala nyeri dari kategori sedang (skala 5-7) menjadi kategori ringan (skala 2-3). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi non-farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner HOT-Fit Evaluasi Sistem Informasi Farmasi Elvry Yusantama Siburian; Nurma Suri; Ervina Damayanti; Mirza Junando
Jurnal Teknologi dan Sains Modern Vol. 3 No. 4 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jtsm.v3i4.904

Abstract

Sistem Informasi Farmasi (SIF) berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan dan pengelolaan kefarmasian di rumah sakit. Agar evaluasi penerapan sistem menghasilkan data yang akurat, diperlukan instrumen pengukuran yang telah memenuhi aspek validitas dan reliabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner evaluasi Sistem Informasi Farmasi menggunakan model Human, Organization, and Technology-Fit (HOT-Fit). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang diadopsi dari Meraji et al. (2022). Validitas isi dinilai melalui expert judgement oleh lima ahli, sedangkan validitas konstruk diuji menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan metode Cronbach's Alpha terhadap 30 responden pegawai Instalasi Farmasi. Hasil validitas isi menunjukkan bahwa kuesioner layak digunakan setelah dilakukan revisi berdasarkan masukan para ahli. Uji validitas konstruk menunjukkan seluruh 33 item pernyataan memiliki nilai r hitung lebih besar daripada r tabel (0,361) dan p-value kurang dari 0,05 sehingga seluruh item dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,965, yang menunjukkan tingkat reliabilitas sangat tinggi. Dengan demikian, instrumen evaluasi Sistem Informasi Farmasi berbasis model HOT-Fit terbukti valid dan reliabel sehingga layak digunakan sebagai instrumen dalam mengevaluasi implementasi Sistem Informasi Farmasi di rumah sakit. Kata kunci : Sistem Informasi Farmasi, HOT-Fit, validitas, reliabilitas.