Siti Nafilatul Munawwaroh
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Etika Lingkungan: Manifestasi Teologi Islam dalam Menanggulangi Krisis Ekologi di Indonesia Siti Nafilatul Munawwaroh; Muhammad Suyudi; Ahmad Yusam Thobroni
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan implementasi etika lingkungan dalam perspektif Islam sebagai solusi atas krisis ekologi di Indonesia. Secara normatif, Indonesia telah memiliki berbagai instrumen hukum dan regulasi terkait pelestarian lingkungan, serta munculnya gerakan konservasi komunitas yang bersifat sporadis. Namun demikian, bencana antropogenik seperti banjir besar dan deforestasi masih masif terjadi, termasuk rentetan bencana di wilayah Sumatera pada tahun 2025 yang mengindikasikan degradasi moral kolektif. Hal ini menunjukkan kegagalan paradigma antroposentrisme dalam pengelolaan alam yang hanya berbasis pada aspek teknis-formal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini membedah literatur otoritatif keagamaan dan data sekunder terkait kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menawarkan kerangka etika lingkungan komprehensif berbasis prinsip khalifah (stewardship) dan tawazun (natural balance), di mana alam dipandang sebagai entitas sakral yang memiliki hak perlindungan moral. Strategi diseminasi etika ini perlu dilakukan secara kontekstual melalui tiga ranah strategis: penguatan karakter dalam keluarga, integrasi kurikulum pada institusi pendidikan Islam, dan optimalisasi peran ulama sebagai figur otoritas moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi kesadaran ekologis berbasis nilai teologis merupakan instrumen vital untuk melengkapi kelemahan regulasi formal dalam memulihkan kelentingan alam demi kemaslahatan generasi mendatang.